15 Kursi Tambahan DPR Tak Diberikan ke Daerah Pulau Jawa

Reza Gunadha | Welly Hidayat | Suara.com

Sabtu, 03 Juni 2017 | 15:11 WIB
15 Kursi Tambahan DPR Tak Diberikan ke Daerah Pulau Jawa
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Lukman Edy [suara.com/Nur Habibie]

Suara.com - Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) tengah berkonsentrasi menyempurnakan penambahan 15 kursi anggota DPR.

Ketua Pansus RUU Pemilu Muhammad Lukman Edy mengatakan, pansus sementara ini bersepakat untuk tidak menambahkan jatah kursi anggota DPR untuk daerah pemilihan (dapil) di Pulau Jawa.

"Penambahan jatah kursi anggota DPR itu tidak untuk dapil Pulau Jawa. Total kursi DPR saat ini 60 persen dari dapil Pulau Jawa, jadi kami akan menempatkan penambahan jumlah kursi DPR itu di luar Pulau Jawa,” tutur Lukman Eddy dalam diskusi “Merancang Pemilu Plus+Plus”, di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Sementara ini, kata dia, pansus bersepakat memberikan penambahan jatah kursi DPR untuk Provinsi Kalimantan Utara (3 kursi); Lampung 2 kursi; Riau 2 kursi; dan, Papua 2 kursi.

Selanjutnya, Kalimantan Barat 2 kursi; Jambi 1 kursi; Sumatera Selatan 1 kursi; Sumatera Utara 1 kursi; Sulawesi Tenggara 1 kursi; dan, Sulawesi Barat 1 kursi.

Jadi bila ditotalkan jumlah kursi tambahan yang didistribusikan ke 10 daerah tersebut ada total 16 kursi. Selain itu, Lukman berencana mencari daerah yang kelebihan kursi, seperti Kalimantan Timur akan dikurangi satu kursi.

" Kaltara kami usahakan mendapat jatah tiga kursi, tapi Kaltim harus dikurangi satu. Dengan begitu, 15 kursi DPR bisa didistribusikan secara baik,”  tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Revisi UU Anti Terorisme Ditarget Selesai Oktober 2017

Revisi UU Anti Terorisme Ditarget Selesai Oktober 2017

News | Sabtu, 03 Juni 2017 | 15:03 WIB

Lima Persoalan RUU Pemilu Bakal Diselesaikan Pakai Lobi Politik

Lima Persoalan RUU Pemilu Bakal Diselesaikan Pakai Lobi Politik

News | Sabtu, 03 Juni 2017 | 12:36 WIB

Ini Kritik KPK Terhadap Pansus Hak Angket DPR

Ini Kritik KPK Terhadap Pansus Hak Angket DPR

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 20:12 WIB

F-PKS Boikot Rapat Paripurna karena Dipimpin Fahri Hamzah

F-PKS Boikot Rapat Paripurna karena Dipimpin Fahri Hamzah

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 12:19 WIB

Sri Mulyani Dipanggil DPR Bahas Aturan Pajak Bisa 'Intip' Nasabah

Sri Mulyani Dipanggil DPR Bahas Aturan Pajak Bisa 'Intip' Nasabah

Bisnis | Senin, 29 Mei 2017 | 13:00 WIB

Alasan Pansus  DPR Belum Rampungkan Revisi UU Terorisme

Alasan Pansus DPR Belum Rampungkan Revisi UU Terorisme

News | Senin, 29 Mei 2017 | 12:18 WIB

Sampaikan Usulan, Novanto Konsultasi dengan Jokowi Sebagai Capres

Sampaikan Usulan, Novanto Konsultasi dengan Jokowi Sebagai Capres

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 06:43 WIB

Nasdem Tak Ada Kompromi Dengan Gangguan untuk Ubah NKRI

Nasdem Tak Ada Kompromi Dengan Gangguan untuk Ubah NKRI

News | Senin, 22 Mei 2017 | 06:29 WIB

Nepal Gelar Pemilu Pertama di Tengah Badai Korupsi

Nepal Gelar Pemilu Pertama di Tengah Badai Korupsi

News | Sabtu, 13 Mei 2017 | 10:30 WIB

Jokowi Lantik Sebagian Gubernur Terpilih di Istana Sore Ini

Jokowi Lantik Sebagian Gubernur Terpilih di Istana Sore Ini

News | Jum'at, 12 Mei 2017 | 15:59 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB