Dari 920 Bayi Lahir di Kota Bogor, Sepertiganya Bertubuh Pendek

Siswanto

Rabu, 07 Juni 2017 | 17:45 WIB
Dari 920 Bayi Lahir di Kota Bogor, Sepertiganya Bertubuh Pendek
Ilustrasi bayi sedang dipakaikan popok. (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan hasil Studi Kohort oleh Pusat Penelitian Pengembangan Gizi Kementerian Kesehatan, dari 920 bayi yang lahir di Kota Bogor, Jawa Barat, sepertiganya mengalami kondisi stunting atau bertubuh pendek dan berat badan kurang dari tiga kilogram.

"Bayi-bayi stunting ini lahir dari kelompok ibu-ibu berisiko," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraini, dikutip dari Antara, Rabu (7/6/2017).

Erna menjelaskan studi Kohort yang dilakukan Puslitbang Gizi dimulai tahun 2011 dan terus berlangsung hingga tahun ini. Studi fokus pada dua bagian yakni Penyakit Tidak Menular dan Tumbuh Kembang Anak.

Pada bidang TKA diambil responden sebanyak 918 ibu hamil di lima kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, yakni Kelurahan Kebon Kelapa, Ciwaringin, Babakan Pasar, dan Panaragan.

"Studi ini mengikuti pertumbuhan ibu hamil mulai dari awal kehamilan, sampai bayinya lahir hingga kini berusia empat tahun," katanya.

Dari 918 ibu hamil yang diteliti mulai dari tumbuh kembang janinnya, pemeriksaan kesehatannya, makannya, serta aktivitasnya, lahir 920 bayi. Beberapa ibu hamil melahirkan bayi kembar.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, sepertiga ibu hamil yang menjadi koresponden dalam kondisi beresiko. Resiko yang dimaksud, berusia dibawah 20 tahun, dan lebih dari 35 tahun. Berat badan sewaktu hamil kurang dari 45 kilogram, selama hamil berat badan kurang dari 11 kilogram, dan hipertensi.

"2/5 ibu hamil beresiko ini atau 40 persennya memiliki tinggi badan kurang yakni 150 cm, dan 20 persennya anemia. Bahkan, waktu masuk kehamilan sudah anemia" katanya.

Resiko yang dialami oleh ibu hamil inilah yang menghasilkan bayi-bayi stunting atau bertumbuh pendek (kurang dari 50 sentimeter) dan berat badan kurang dari tiga kilogram saat lahir. Bayi yang lahir stunting beresiko prematur dan organ tubuhnya tidak sempurna.

"Bayi yang lahirnya pendek, diduga dapat beresiko terkena PTM, dikhawatirkan karena lahir prematur, organ-organ tubuhnya tumbuh tidak optimal," katanya.

Erna menyebutkan, dari hasil analisis yang dilakukan, bayi-bayi yang lahir stunting atau pendek tersebut kebanyakan lahir dari ibu-ibu yang pendek pula. Seorang ibu pendek berisiko dua kali lebih besar melahirkan bayi stunting daripada ibu bertubuh normal.

Menurut Erna, bayi-bayi stunting tadi selain karena faktor ibu yang beresiko, juga dipengaruhi faktor dari luar yakni lingkungan tempat tinggal. Rumah yang kotor, dan ventilasi udara yang tidak bagus.

"Jika ibu beresiko menjaga lingkungan tempat tinggal dan mengatur pola gizi seimbang, bayi berisiko stunting dapat dicegah, walau ibunya beresiko," katanya.

Erna mengatakan untuk menghasilkan generasi yang berkualitas, pentingnya mengedukasi masyarakat agar memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan. Karena generasi berkualitas berawal dari kondisi ibu yang bagus.

"Harus disiapkan sebelum seorang ibu menjadi calon ibu, yakni mulai saat remaja. Rekomendasi yang diberikan yakni menciptakan remaja yang sehat," kata Erna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga

Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Diberi Biskuit Marie Regal? Ini Aturan dan Batasan Usianya

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Diberi Biskuit Marie Regal? Ini Aturan dan Batasan Usianya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Polisi Tangkap Remaja 17 Tahun Pelaku Pembuang Bayi di RPTRA Palmerah

Polisi Tangkap Remaja 17 Tahun Pelaku Pembuang Bayi di RPTRA Palmerah

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Dari Sel Telur hingga Kelahiran, Cara Baru Mengukur Keberhasilan Program IVF

Dari Sel Telur hingga Kelahiran, Cara Baru Mengukur Keberhasilan Program IVF

Health | Kamis, 24 September 2026 | 20:29 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×