Bayi di Gaza Palestina Lahir Prematur, Diperparah dengan Krisis Inkubator di Rumah Sakit

Pebriansyah Ariefana

Senin, 14 September 2026 | 13:22 WIB
Bayi di Gaza Palestina Lahir Prematur, Diperparah dengan Krisis Inkubator di Rumah Sakit
Krisis gizi dan kelangkaan fasilitas medis di Gaza memicu lonjakan kasus kelahiran prematur. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Rumah sakit Gaza memaksa beberapa bayi prematur berbagi satu inkubator akibat ketersediaan fasilitas yang terbatas.

  • Kelangkaan oksigen dan obat-obatan mempertinggi risiko kematian serta cacat lahir pada bayi baru lahir.

  • UNICEF telah menyalurkan 93 inkubator untuk membantu memulihkan layanan kesehatan neonatal di Jalur Gaza.

Suara.com - Krisis pasokan medis yang memburuk di Jalur Gaza memaksa Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis menempatkan hingga tiga bayi baru lahir dalam satu inkubator. Kondisi berbahaya ini memicu lonjakan risiko kematian pada bayi prematur dan berbobot tubuh rendah.

Fenomena penumpukan pasien neonatal ini didorong oleh melonjaknya angka kelahiran prematur serta bayi kembar di wilayah selatan Gaza. Fasilitas kesehatan yang tersisa tidak lagi mampu menampung gelombang pasien bayi yang membutuhkan perawatan intensif.

Situasi darurat ini kian diperparah oleh ketiadaan tabung oksigen serta belum adanya inkubator cadangan untuk menggantikan fasilitas yang rusak. Upaya rujukan pasien ke fasilitas kesehatan lain selalu gagal karena seluruh rumah sakit di Gaza berada dalam kapasitas penuh.

Anak-anak pengungsian di Gaza mengalami gangguan kesehatan tulang serius akibat rutinitas harian mengangkut air bersih. (Al Jazera)
Anak-anak pengungsian di Gaza mengalami gangguan kesehatan tulang serius akibat rutinitas harian mengangkut air bersih. (Al Jazera)

"Situasinya sangat parah: tidak ada oksigen yang tersedia untuk mereka, juga tidak ada inkubator cadangan di rumah sakit," kata Hatem Dhahir, Kepala Departemen Neonatal Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Yunis.

"Kami mencoba memindahkan mereka ke rumah sakit lain, tetapi rumah sakit tersebut selalu penuh dan situasinya sangat buruk. Sebagian besar anak-anak membutuhkan oksigen dan berbobot sangat rendah, dan keadaan semakin memburuk dari hari ke hari," katanya kepada AFP.

Laporan Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat satu dari tiga kehamilan di Gaza masuk kategori berisiko tinggi dengan 70 persen bayi lahir prematur atau kekurangan berat badan. Praktik penggunaan satu inkubator bersama secara langsung memperbesar tingkat mortalitas pasien bayi.

Kerusakan parah pada infrastruktur sanitasi dan sumber air bersih akibat perang berkepanjangan memperburuk kondisi kesehatan para ibu hamil. Dampaknya, angka keguguran, bayi lahir mati, serta cacat lahir bawaan meningkat signifikan.

Kelainan jantung bawaan seperti transposisi pembuluh darah utama menjadi salah satu kasus cacat lahir yang paling sering ditemukan oleh tim medis lapangan. Rumah sakit setempat tidak memiliki peralatan khusus untuk menangani operasi atau tindakan medis kompleks tersebut.

"Kami menerima laporan akhir yang menyatakan bahwa bayi tersebut menderita transposisi arteri dan perlu dipindahkan, karena sama sekali tidak ada pengobatan yang tersedia untuknya di sini," kata Mona Ahmad kepada AFP.

baca juga

"Bayi itu menghabiskan satu minggu penuh di unit neonatal dan dipulangkan karena tidak ada ruang untuknya di sana," tambahnya.

Lembaga anak PBB (UNICEF) memperluas pengiriman peralatan medis vital seperti ventilator, monitor, dan inkubator ke berbagai rumah sakit di Jalur Gaza. Sebanyak 93 unit inkubator telah didistribusikan ke enam fasilitas kesehatan utama guna menekan angka kematian bayi.

Meskipun bantuan teknis mulai berdatangan, tantangan operasional di lapangan tetap sangat berat karena keterbatasan ruang dan energi. Pelayanan kesehatan neonatal saat ini hanya bertahan berkat ketangguhan dan dedikasi para tenaga medis setempat.

"Melalui... ketangguhan murni dari para dokter, dari masyarakat, segala sesuatunya tetap berjalan," kata Toby Fricker, Kepala Advokasi dan Komunikasi UNICEF Palestina.

Perang antara Israel dan Hamas merusak sebagian besar sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza sejak bergejolak pada 7 Oktober 2023. Pembatasan ketat masuknya barang membuat pasokan obat-obatan dan peralatan medis spesialis tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit.

Pihak Israel menyatakan pembatasan tersebut bertujuan mencegah masuknya barang yang berpotensi memiliki kegunaan militer oleh kelompok Hamas. Meskipun gencatan senjata yang didukung AS telah dideklarasikan pada Oktober 2025, krisis kemanusiaan dan kesehatan maternal di Gaza masih berada pada tingkat yang sangat memprihatinkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Penemuan Mayat Bayi di Taman Sari, Warga: Awalnya Kayak Ada Bau Bangkai

Geger Penemuan Mayat Bayi di Taman Sari, Warga: Awalnya Kayak Ada Bau Bangkai

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:14 WIB

Belajar dari Perjalanan Irish Bella, Pentingnya Dukungan Emosional dalam Menjalani IVF

Belajar dari Perjalanan Irish Bella, Pentingnya Dukungan Emosional dalam Menjalani IVF

Health | Kamis, 10 September 2026 | 15:55 WIB

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua

Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 13:19 WIB

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

Bolak-balik Terjerat Korupsi, Ini Rekam Jejak Fahd A Rafiq Politikus Golkar Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:18 WIB

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

Dua Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi Pakai Helikopter dari Tengah Laut

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:17 WIB

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Debut Robot Cerdas AiMOGA Tampilkan Inovasi Layanan Publik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

IRI Sebut Karhutla Tak Cuma Rusak Hutan, Tapi Bisa Ancam Sumber Air

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

Ditemukan di 20 Koper, Uang Ratusan Miliar OTT Kasus HGB Kabupaten Bogor Milik Nusron Wahid?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Mentan Sebut Stok Beras Indonesia Aman hingga 10 Bulan di Tengah Krisis Pangan Global

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:11 WIB

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

15 HP Warna Hijau Spek Terbaik, dari Rp1 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB

×