Cerita Persekusi di Abad 17, di Awal Islam Masuk ke Indonesia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 09 Juni 2017 | 12:19 WIB
Cerita Persekusi di Abad 17, di Awal Islam Masuk ke Indonesia
Oman Fathurahman (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Tindakan persekusi teryata tidak terjadi di masa kini, abad 21. Di abad 17, persekusi terjadi saat Islam baru masuk ke Indonesia. Islam masuk ke Indonesia di abad ke-13.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, persekusi berarti pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Dikisahkan adanya pertentangan mazhab antara kelompok sufi Nuruddin ar-Raniri dan Hamzah Fansuri.

Nuruddin Ar-Raniri memberikan fatwah kafir ke pengikut Hamzah Fansuri. Isi fatwanya, pengikuti Hamzah Fansuri sesat dan boleh dibunuh.

Hal itu diceritakan Guru Besar Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Oman Fathurahman. Oman adalah profesor manuskrip Islam Nusantara pertama di Indonesia. Dia mengisahkan persekusi abad ke-17 itu dari tulisan Syekh Abdul Rauf Singkil di abad 17.

"Ar-Raniri menuliskan Fathul Mubin 'alal Mulhidin, isinya pengikuti Hamzah Fansuri sesat dan boleh dibunuh. Pengikutnya sampai dikejar dan karyanya sampai dibakar," cerita Oman saat ditemui suara.com di ruang kerjanya di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan awal pekan ini.

Setelah fatwa itu Syekh Abdul Rauf Singkil hadir dan menjelaskan konsep-konsep Islam sebagai ajaran yang lebih moderat.

"Ketika Syekh Abdul Rauf Singkel datang tahun 1661, kembali dari Mekah setelah 19 tahun belajar di sana. Dia juga menjadi Qadi Malik al'Adil yang didukung oleh Sultanah perempuan karena mempunyai pemikiran yang moderat. Dengan dukungan politik itu, maka memungkinkan dia mengeksekusi pemikiran-permikirannya yang lebih praktis," ceritanya.

Dalam banyak manuskrip Islam di Indonesia, banyak dikisahkan para ulama yang toleran. Cerita Oman, ulama di masa lalu mampu berdialog dengan masyarakat tentang Islam.

"Tapi dalam sejarah, ada juga pihak-pihak yang pemikirannya dianggap tidak moderat. Tapi umumnya ulama-ulama terdahulu pemikirannya sangat moderat," kata dia.

Cerita Oman lengkapnya akan dipublish di rubrik wawancara khusus edisi Ramadan suara.com, Senin (12/6/2017) pekan depan.

(Pebriansyah Ariefana/Jane Anthrani/Dendi Afriyan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolda Metro Tak Main-main Tindak Aksi Persekusi

Kapolda Metro Tak Main-main Tindak Aksi Persekusi

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 17:28 WIB

Indonesia Paling Aman untuk Tempat Beribadah

Indonesia Paling Aman untuk Tempat Beribadah

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 10:37 WIB

Kasus Persekusi PMA, Polisi Tetapkan B dan E sebagai DPO

Kasus Persekusi PMA, Polisi Tetapkan B dan E sebagai DPO

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 21:29 WIB

Oknum TNI dan Polri Diduga Ikut Aksi Persekusi

Oknum TNI dan Polri Diduga Ikut Aksi Persekusi

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 20:25 WIB

Aksi Moslem Cyber Army Koordinir Persekusi Dibongkar

Aksi Moslem Cyber Army Koordinir Persekusi Dibongkar

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 19:47 WIB

Ini Paling Ditakutkan Putri Gus Dur Jika Persekusi Tak Distop

Ini Paling Ditakutkan Putri Gus Dur Jika Persekusi Tak Distop

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 19:30 WIB

Alissa Wahid Pertanyakan Nasib Korban Persekusi FPI di Masa Depan

Alissa Wahid Pertanyakan Nasib Korban Persekusi FPI di Masa Depan

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 17:33 WIB

Rincian Kasus Persekusi, Ada 87 Laporan

Rincian Kasus Persekusi, Ada 87 Laporan

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 16:40 WIB

Ramadan, Aa Gym Ajak Masyarakat Renungkan Nasib Indonesia

Ramadan, Aa Gym Ajak Masyarakat Renungkan Nasib Indonesia

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 22:26 WIB

Terkini

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:46 WIB

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:31 WIB

Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat

Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB

KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:29 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis

Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:15 WIB

Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini

Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:08 WIB

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:06 WIB

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:51 WIB