Array

Nostalgia dengan Kantor Pos, Begini Alur Pengiriman Surat

Selasa, 20 Juni 2017 | 21:09 WIB
Nostalgia dengan Kantor Pos, Begini Alur Pengiriman Surat
Gedung Pos Ibu Kota Jakarta, Pasar Baru, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Dulu, kantor pos merupakan tempat yang tak pernah sepi. Dari pagi sampai sore, warga mengantri untuk mengirimkan surat atau barang. Terutama jelang Idul Fitri, warga memenuhi kantor pos untuk mengirimkan kartu ucapan Lebaran.

Sekarang, seiring dengan majunya teknologi komunikasi, tingkat kunjungan warga ke kantor pos berkurang. Di tengah gempuran digitalisasi, sebagian orang merasakan kerinduan dengan situasi seperti dulu.

Suara.com berkunjung ke Gedung Pos Ibu Kota Jakarta, Pasar Baru, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017), untuk mengamati proses pengiriman surat. Momentum jelang Idul Fitri ini pas karena dulu dua pekan atau sepekan menjelang Lebaran, kantor pos ini pasti penuh orang.

Manajer Perencanaan dan Administrasi Penjualan PT. Pos Indonesia (Persero), Kantor Regional IV Jakarta, Toto, mengatakan ada empat tahap sebelum pengiriman surat maupun barang paket. Pertama, collecting, kedua processing, ketiga transporting, dan keempat delivery.

Kemudian Toto mengatakan tarif pengiriman barang diukur dari tujuan dan beratnya.

"Ditarifin, kalau berdasarkan daerah kan tarifnya berbeda-beda. Tarifnya tergantung berat dan tujuan. Setelah didata langsung bayar ke loket dan ditaruh di sini namanya proses collecting, lalu di-prosesing, transporting lalu delivery,"ujar Toto.

Mandor Distribusi Siang PT. Pos Indonesia, Kantor Regional IV Jakarta, Abdul Rohim, menceritakan setelah dari loket, masuk ke proses collecting. Petugas memilih item-item yang akan dikirim melalui paket kilat atau pengiriman biasa.

"Setelah dari loket didistribusikan ke bagian Puri, lalu dibungkus di kantong karena kan disortir berdasarkan daerah dan ditutup dan dikasih label barcode. Setelah itu ditutup dikasih karung berwarna orange dan barcode untuk dikirim ke daerah-daerah dari hasil sortir. Kemudian barang tersebut dilakukan distribusi atau transporting dan selanjutnya dikirim atau delivery," kata Rohim.

Mandor juga menjelaskan pengiriman lewat udara dari Bandara Soekarno-Hatta, pengiriman melalui laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian ada juga jalur darat.

"Kami ada tempat jadi kalau pengiriman udara seperti pengiriman ekspres atau kilat dikirimnya ke Bandara, kalau laut kami kirimnya ke kantor pos kami di Pelabuhan Priok dan untuk darat kirimnya dari Tambun setelah itu baru dikirm ke daerah-daerah," kata dia.
 
Sesampai di daerah masing-masing, kiriman akan masuk ke box surat atau dikirim ke rumah-rumah oleh pak pos.
 
Pos Indonesia merupakan perusahaan yang tetap bertahan walaupun di tengah gempuran industri digital.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI