BEM Tak Mau Teken Daftar Hadir, Pansus KPK Ogah Temui Pendemo

Reza Gunadha, Bagus Santosa

Jum'at, 07 Juli 2017 | 18:36 WIB
BEM Tak Mau Teken Daftar Hadir, Pansus KPK Ogah Temui Pendemo
Perwakilan BEM Universitas Indonesia dan KM Institut Teknik Bandung tengah beraudiensi dengan Pansus Hak Angket KPK DPR, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus KPK) ogah menemui berbagai organisasi pendukung KPK yang menggelar aksi  di depan gedung DPR, Jumat (7/7/2017).

Ketua Pansus KPK Agun Gunandjar menegaskan tak mau menemui massa aksi karena mereka tak mau mengakui legalitas pansus.

Penegasan itu diutarakan Agun saat menerima erwakilan Badan Eksekusif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam audiensi pada Jumat siang.

BEM UI dan KM ITB merupakan bagian aksi pendukung KPK dan menolak hak angket, yang diundang masuk gedung untuk beraudiensi dengan pansus.

Saat bersamuh, perwakilan BEM UI dan KM ITB meminta pemimpin dan anggota Pansus Angket KPK menemui peserta aksi di depan gedung DPR.

Namun, Agun meminta BEM UI dan KM ITB yang ikut audiensi tertib admintrasi dan mengisi daftar hadir. Tujuannya untuk melegitimasi keabsahan rapat dan Pansus Angket KPK.

"Bagaimana saya memutuskan untuk menemui saudara-saudara di luar kalau tidak mengakui kami, tidak absen. Lalu kita berangkat ke sana? Dasarnya apa. Kalau absen itu bagian dari integral yang akan kami dokumentasikan dalam berita negara, yang artinya mengakui keberadaan kami," kata Agun dalam rapat.

Permintaan Agun ini langsung mendapatkan penolakan. Peserta rapat tetap tidak mau menandatangani daftar hadir sebagai bentuk pengakuan terhadap keberadaan pansus.

baca juga

"Kami tidak mengakui," kata salah satu peserta rapat.

"Lalu, kalau tidak mengakui kami, saya datang ke sana sebagai apa? Saya ini ketua angket," timpal Agun.

Peserta rapat tetap tidak mau menandatangani daftar hadir. Agun kemudian memutuskan untuk menutup rapat ini. Dia juga menganggap rapat ini tidak pernah terjadi.

"Kalau begitu, rapat kami tutup dan Dianggap tidak pernah terjadi," tukasnya.

Untuk diketahui, sejumlah elemen masyarakat melakukan aksi mendukung KPK dan menolak pembentukan Hak Angket. Elemen masyarakat yang ikut aksi tersebut adalah Ikatan Alumni UI, BEM UI dan Gerakan Anti Korupsi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pansus KPK: Kalau Korup Silakan Seret, Kalau Tidak Jangan Dituduh

Pansus KPK: Kalau Korup Silakan Seret, Kalau Tidak Jangan Dituduh

News | Jum'at, 07 Juli 2017 | 01:40 WIB

KPK Jadwalkan Pemanggilan Ulang Agun Gunandjar

KPK Jadwalkan Pemanggilan Ulang Agun Gunandjar

News | Jum'at, 07 Juli 2017 | 01:13 WIB

Mangkir Panggilan KPK, Ketua Pansus Angket Pilih Temui Koruptor

Mangkir Panggilan KPK, Ketua Pansus Angket Pilih Temui Koruptor

News | Jum'at, 07 Juli 2017 | 00:02 WIB

Bertemu Pansus Angket, Napi Korupsi Ngaku Diintimidasi KPK

Bertemu Pansus Angket, Napi Korupsi Ngaku Diintimidasi KPK

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 23:16 WIB

DPR Akan Mencari Koruptor yang Dirugikan KPK

DPR Akan Mencari Koruptor yang Dirugikan KPK

News | Senin, 03 Juli 2017 | 15:17 WIB

Ruwet, Pemanggilan Miryam ke Pansus dan Wacana Pembekuan Anggaran

Ruwet, Pemanggilan Miryam ke Pansus dan Wacana Pembekuan Anggaran

News | Senin, 26 Juni 2017 | 09:14 WIB

DPR Akan Selidiki Tata Kelola Anggaran KPK

DPR Akan Selidiki Tata Kelola Anggaran KPK

News | Jum'at, 23 Juni 2017 | 05:32 WIB

Polri Tolak Beri Bantuan Pansus KPK Berkukuh Jalan Terus

Polri Tolak Beri Bantuan Pansus KPK Berkukuh Jalan Terus

News | Senin, 19 Juni 2017 | 22:38 WIB

Balada DPR, Gemar Bolos Tapi Hobi Kritik Kinerja KPK

Balada DPR, Gemar Bolos Tapi Hobi Kritik Kinerja KPK

News | Sabtu, 10 Juni 2017 | 09:51 WIB

Sempat Ingin Jadi Ketua, PDIP Pilih Jadi Waketum Pansus KPK

Sempat Ingin Jadi Ketua, PDIP Pilih Jadi Waketum Pansus KPK

News | Sabtu, 10 Juni 2017 | 00:09 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×