Suara.com - Polisi tampaknya tak lagi mau kecolongan perihal aksi main hakim sendiri, seperti yang terjadi di Kabupaten Bekasi sehingga menewaskan Muhammad Al Zahra alias Zoya (30).
Zoya dikeroyok dan dibakar hidup-hidup karena diduga mencuri satu unit penguat pelantang suara (amplifier) di Musala Al Hidayah, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (1/8/2017).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi bakal kembali mengaktifkan peran pranata sosial di masyarakat.
"Jadi nanti pranata sosial di masyarakat, akan kami tingkatkan," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2017).
Pranata sosial yang dimaksud Argo yakni di antaranya fungsi dan perananan perangkat Rukun Tetangga (RT) hingga tingkat Kelurahan untuk gencar melakukan pengamanan.
"Pranata sosial ada apa saja, ada RT, RW, Lurah, kami kembali hidupkan untuk ikut memantau keamanan," terangnya.
Dia mejjelaskan, apabila perangkat desa bisa saling berkoordinasi, maka aksi 'pengadilan jalanan' seperti kasus Zoya bisa diantisipasi.
Dalam kasus Zoya, polisi telah menetapkan dua warga berinisial SU (40) dan NA (39) yang dianggap ikut mengeroyok pria tersebut. Mereka berperan memukul dan menendang Zoya.
"Perannya kedua ini memukul korban sebanyak tiga kali dan menendang," kata Kapolres Bekasi Asep Adi Saputra, Senin (7/8/2017).
Asep mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan kedua tersangka dan barang bukti, polisi kekinian memburu lima orang lain yang diduga pelaku pemukulan hingga pembakaran terhadap MA. Adapun total keseluruhan pelaku yang sudah diidentifikasi berjumlah 7 orang.
"Dari pemeriksaan dua tersangka, dari petunjuk dan barang bukti, (kami) masih terus mengembangkan terhadap orang-orang yang diduga ikut melakukan. Identifikasinya (ada) 5 orang (lagi) yang diduga sebagai pelaku. Perannya menyiram tubuh korban dengan bensin, menyulutkan api, dan memukul dengan benda tumpul. (Kami) Sedang mengejar orang-orang tersebut," jelasnya.
Kelima warga yang kini buru dalam kasus ini diminta agar secepatnya menyerahkan diri. "Diharapkan yang teridentifikasi menyerahkan diri," pintanya.