Dianggap Meresahkan, Malaysia Investigasi Kelompok Republik Ateis

Reza Gunadha

Selasa, 08 Agustus 2017 | 12:46 WIB
Dianggap Meresahkan, Malaysia Investigasi Kelompok Republik Ateis
Foto pertemuan Atheist Republic cabang Malaysia yang viral di media sosial, dan dianggap meresahkan. [Facebook/Free Malaysia Today]

Suara.com - Pemerintah Malaysia menggelar investigasi untuk menemukan warganya yang dicurigai menjadi anggota organisasi ateis internasional, Atheis Republic.

Deputi menteri Urusan Agama Malaysia Asyraf Wajdi Dusuki mengatakan, investigasi itu dilakukan setelah foto salah satu kegiatan organisasi itu di Malaysia tersebar secara viral di media-media sosial.

Dalam perbincangan warganet, seperti dilansir Free Malaysia Today, Selasa (8/8/2017), foto itu menunjukkan Atheis Republic menggelar kegiatan dan juga melibatkan orang-orang yang murtad dari agama Islam.

Murtad bukanlah kejahatan menurut hukum federal Malaysia yang mengakomodasi karakter masyarakat multietnis dan keberagaman agama.

Namun, kemurtadan menjadi persoalan di negara-negara bagian mereka yang memiliki hukum sendiri untuk mengatur urusan umat Islam. Banyak dari peraturan tingkat negara bagian tersebut yang mengategorisasi murtad sebagai aksi kriminal.

Sebagai hukuman, tak jarang negara-negara bagian itu memburu orang yang murtad untuk dipaksa menjalani konseling, membayar denda, bahkan dipenjarakan.

Situasi itulah yang dinilai melatarbelakangi pemerintah federal Malaysia melakukan investigasi. Pasalnya, foto pertemuan Atheis Republic cabang Malaysia tersebut telah membuat marah kelompok-kelompok fundamentalis. Bahkan, kelompok-kelompok tersebut mengancam memburu dan membunuh anggota organisasi itu.

"Investigasi itu diperlukan untuk menentukan, apakah ada umat Islam yang menhadiri acara itu, dan apakah mereka giat berkampanye tentang paham yang membahayakan aqidah," tutur Asyraf.

Meski mengakomodasi keinginan kelompok-kelompok fundamentalis, Asyraf memastikan umat Muslim yang terlibat dalam organisasi itu tak bakal dipenjara ataupun didenda.

baca juga

"Kalau ada yang terlibat, maka akan kami minta menjalani konseling. Kami ingin menunjukkan pendekatan yang soft, persuasif," tuturnya.

Armin Navabi, pendiri Atheist Republic, mengecam keputusan pemerintah Malaysia untuk melakukan investigasi kegiatan organisasi cabangnya tersebut.

Ia menegaskan, kegiatan Atheist Republic cabang Malaysia tidak menganggu publik. Negara-negara lain juga tidak menganggap kegiatan mereka sebagai ancaman.

"Mereka memperlakukan anggota organisasi kami seperti kriminal. Acara itu cuma pertemuan biasa antarateis Malaysia, jadi, siapa yang mereka ancam?" tukas Navabi.

Kebijakan investigasi pemerintah Malaysia juga ditentang banyak pihak selain kelompok ateis. Mereka menilai, investigasi itu akan semakin "memberi angin" kelompok-kelompok fundamentalis.

Sementara kelompok dan aktivis hak asasi manusia dan toleransi menilai, kebijakan investigasi itu akan menumbuhkembangkan gerakan intoleran,  serta mengancam kebebasan berekspresi dan memeluk kepercayaan di Malaysia.

Untuk diketahui, undang-undang tentang murtad di sejumlah negara bagian Malaysia selama ini dinilai diskriminatif.

Pasalnya, setiap orang yang memilih murtad tidak dibolehkan memperbarui identitas kependudukan dengan mencantumkan agama barunya.

Selain itu, warga yang murtad juga selama ini tidak dilegalkan untuk menikahi seseorang yang nonmuslim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melawan saat Digerebek, BNN Tembak Mati Warga Malaysia

Melawan saat Digerebek, BNN Tembak Mati Warga Malaysia

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 08:48 WIB

Selundupkan Sabu, BNN Tembak Mati Warga Malaysia

Selundupkan Sabu, BNN Tembak Mati Warga Malaysia

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 08:40 WIB

Merasa Dibuntuti, Penyelundup 1 Ton Sabu Sempat ke Malaysia

Merasa Dibuntuti, Penyelundup 1 Ton Sabu Sempat ke Malaysia

News | Kamis, 03 Agustus 2017 | 16:58 WIB

Pengukuhan Kontingen Sea Games XXIX

Pengukuhan Kontingen Sea Games XXIX

Foto | Rabu, 02 Agustus 2017 | 18:08 WIB

Larang Buku Islam Toleran, Pemerintah Malaysia Panen Kecaman

Larang Buku Islam Toleran, Pemerintah Malaysia Panen Kecaman

News | Rabu, 02 Agustus 2017 | 17:33 WIB

Ini Video Afif Kalla dan Tistha Nurma Gelar Tunangan?

Ini Video Afif Kalla dan Tistha Nurma Gelar Tunangan?

Entertainment | Rabu, 02 Agustus 2017 | 11:32 WIB

Pelatnas Boling Sea Games Malaysia

Pelatnas Boling Sea Games Malaysia

Foto | Selasa, 01 Agustus 2017 | 18:25 WIB

Cuma Gara-gara Foto, Siswi Ini Dianiaya 10 Temannya

Cuma Gara-gara Foto, Siswi Ini Dianiaya 10 Temannya

News | Selasa, 01 Agustus 2017 | 16:31 WIB

Anggota DPR Malaysia Dikecam karena Lecehkan Kaum Istri

Anggota DPR Malaysia Dikecam karena Lecehkan Kaum Istri

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:05 WIB

Perkuat Kerjasama, Komisi AntiKorupsi Malaysia Sambangi KPK

Perkuat Kerjasama, Komisi AntiKorupsi Malaysia Sambangi KPK

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 18:32 WIB

Terkini

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 22 Juni 2026 | 03:44 WIB

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 22:39 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 21:45 WIB

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:42 WIB

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:11 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:06 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:27 WIB

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:48 WIB

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB