Komentari Kematian Bayi Debora, Menteri PPA: Akan Koordinasi

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Senin, 11 September 2017 | 15:59 WIB
Komentari Kematian Bayi Debora,  Menteri PPA: Akan Koordinasi
Orangtua bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi, mengadu ke Ketua KPAI Seto Mulyadi [suara.com/Bowo Raharjo]

Rudianto disarankan untuk pergi ke rumah sakit yang memiliki kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Rudianto mengikuti saran tersebut. Tak lama kemudian dia kembali lagi ke Mitra Keluarga karena semua rumah sakit yang bermitra dengan BPJS penuh.

Rudianto datang ke bagian administrasi. Dia diberitahu biaya penanganan anaknya Rp19,8 juta, belum termasuk ruang rawat per hari Rp900 ribu.

"Saya bilang nggak masalah, tapi yang penting anak saya masuk ruang PICU dulu," kata Rudianto.

Ketika itu, kata dia, Debora belum bisa langsung masuk PICU karena orangtua belum membayar uang muka Rp11 juta. Ternyata Rudianto ketinggalan dompet, dia pun cepat-cepat pulang untuk mengambilnya.

Sekitar 30 menit kemudian, Rudianto kembali dan mampir ke mesin ATM untuk mengambil uang Rp5 juta. Buru-buru dia ke ruang administrasi. Tetapi ternyata uang tersebut belum cukup untuk uang muka.

"Petugas admin menghitung itu duit. Dia bilang 'saya pegang dulu ya, saya tanyakan ke atasan saya'. Ternyata duit Rp5 juta itu anak saya nggak bisa masuk ruang PICU. Saya mohon, 'tolong mbak siang nanti saya bayar', karena anak saya perlu ditangani di ruang PICU dulu," katanya.

Di tengah kebingungan, Rudianto mendapatkan kabar dari istri yang menyebutkan ada tambahan Rp2 juta dari pinjaman. Sekarang Rudianto punya Rp7 juta. Tetapi, rumah sakit tetap menyatakan belum cukup.

"Selanjutnya saya dipanggil petugas lab. Ke kasir lab anak mau rontgen, cek darah. Bayar sekitar Rp1,7 juta untuk cek lab. Saya mohon ke petugas administrasi supaya bisa masuk ruang PICU, tapi nggak dibolehkan juga, jadi saya balik ke IGD lagi," kata dia.

Henny diminta manajemen RS untuk menandatangani surat pernyataan yang isinya perjanjian untuk membayar selang untuk paru-paru Debora. Setelah itu, mereka diminta lagi untuk menyelesaikan proses administrasi sebagai syarat Debora bisa ditangani di ruang PICU.

baca juga

"Saya ke admin lagi mohon, 'bu tolongan anak saya mau masuk ruang PICU. Saya akan lunasi susahnya. Terus dia bilang nggak bisa kalau Rp5 juta, bisanya Rp11 juta. Saya sudah bilang dimasukin saja dulu siang saya pasti bisa lunasi," kata Henny.

Di tengah kebingungan, tiba-tiba Henny mendapatkan kabar anaknya dalam kondisi kritis.

"Setelah itu ada suster datang dengan muka panik, akhirnya dia ngomong sama dokter yang nanganin. Saya tunggu beberapa menit, langsung dokter mengatakan keadaan anak ibu kritis," kata Henny.

Henny langsung menemui Debora.

"Saya pegang tangan sudah dingin. Anak ibu nafasnya masih ada, tapi detak jantung nggak ada. Dokter bilang kami lagi berusaha membagikan detak jantungnya. Saya berdoa mau anak saya kembali. 'Tuhan tolong jangan ambil anak saya'," kata Henny.

Tak terima dengan keadaan itu, Henny dan suami minta penjelasan manajemen rumah sakit.

"Saya bilang kok jadi saya kehilangan anak ya. Kalau saya ke sini kan mau mengobati anak. Saya tanya kenapa kondisinya jadi memburuk. Saya tanya kenapa ya, tadi bilang sudah mulai membaik tapi nggak 100 persen atau belum stabil," katanya.

Manajemen menjelaskan Debora meninggal karena tidak segera dirawat di ruang PICU.

"Saya kesal anak saya meninggal karena nggak masuk PICU. Saya bilang kalian jahat ya, terus dia bilang minta maaf, karena dia cuma karyawan di sana," kata dia.

Kemarahan orangtua Debora tak sampai di situ saja. Mereka kecewa berat dengan layanan petugas ketika mereka hendak membawa jenazah pulang.

"Ada suster gayanya agak cuek masuk ruangan. 'Dia bilang ini gimana ya. Kalau bawa jenazah itu pakai ambulance, minimal pakai mobil yang tertutup'," kata Henny.

"Saya bilang lu mau ngomong prosedur sama saya? Saya bilang selamatkan dulu anak saya. Dia bilang kalau ada razia RS tersebut yang kena. Saya langsung bilang saya yang tanggung jawab, dia langsung bilang terserah," Hanny menambahkan.

Dala konferensi pers di Dinas Kesehatan, manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga membantah tidak melayani perawatan bayi Debora.

Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres Fransisca Dewi menegaskan petugas telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur.

"Soal pelayanan emergensinya, kami sudah sampaikan secara detail kepada dinas kesehatan, bahwa tidak demikian (menolak merawat Debora)," kata Fransisca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendiang Kakak Debora Juga Alami Diskriminasi Pelayanan Kesehatan

Mendiang Kakak Debora Juga Alami Diskriminasi Pelayanan Kesehatan

Health | Senin, 11 September 2017 | 15:57 WIB

Kisah Miris Bayi Debora dan Kemarahan Ibunya

Kisah Miris Bayi Debora dan Kemarahan Ibunya

News | Senin, 11 September 2017 | 15:47 WIB

RS Mitra Keluarga Kalideres Ngaku Tak Tahu Debora Peserta BPJS

RS Mitra Keluarga Kalideres Ngaku Tak Tahu Debora Peserta BPJS

News | Senin, 11 September 2017 | 15:14 WIB

Direktur RS Mitra Keluarga Klaim Tangani Bayi Debora

Direktur RS Mitra Keluarga Klaim Tangani Bayi Debora

News | Senin, 11 September 2017 | 15:03 WIB

Kasus Bayi Debora Bukti Jaminan Kesehatan Anak Belum Sempurna?

Kasus Bayi Debora Bukti Jaminan Kesehatan Anak Belum Sempurna?

Health | Senin, 11 September 2017 | 13:59 WIB

Direktur RS Mitra Keluarga: Kami Akan Kembalikan Uang Debora

Direktur RS Mitra Keluarga: Kami Akan Kembalikan Uang Debora

News | Senin, 11 September 2017 | 13:55 WIB

Kasus Bayi Debora, Saham RS Mitra Keluarga Drastis Anjlok

Kasus Bayi Debora, Saham RS Mitra Keluarga Drastis Anjlok

Bisnis | Senin, 11 September 2017 | 13:37 WIB

Ortu Bayi Mengadu ke KPAI: Jangan Ada Debora-debora Lainnya

Ortu Bayi Mengadu ke KPAI: Jangan Ada Debora-debora Lainnya

News | Senin, 11 September 2017 | 13:30 WIB

Kematian Bayi Debora, RS Mitra Keluarga Gratiskan Uang Muka UGD

Kematian Bayi Debora, RS Mitra Keluarga Gratiskan Uang Muka UGD

News | Senin, 11 September 2017 | 13:22 WIB

Terkini

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:23 WIB

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:20 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:19 WIB

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:17 WIB

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Health | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:11 WIB

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 18:10 WIB

×