Amnesty International: Militer Myanmar Masih Blokade Rakhine

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Jum'at, 15 September 2017 | 16:56 WIB
Amnesty International: Militer Myanmar Masih Blokade Rakhine
Seorang bocah dari komunitas Rohingya tertidur setelah menyeberang dari Myanmar ke Banglades pada 10 September. [AFP/Munir Uz Zaman]

Suara.com - Amnesty Internasional mengungkapkan, wilayah Rakhine, Myanmar, hingga kekinian masih sulit dimasuki oleh lembaga-lembaga penelitian maupun bantuan kemanusiaan untuk krisis Rohingya.

Josef Roy Benedict, Deputi Direktur Amnesty International untuk Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, mengatakan tim PBB juga tidak bisa memasuki Rakhine karena diadang militer Myanmar.

"Tim PBB sendiri sudah berbulan-bulan tidak diberi izin masuk Rakhie. Kami juga ditolak militer Myanmar saat mau memasuki Rakhine, sehingga data dan fakta yang terjadi di sana tidak bisa didapatkan,” tutur Josef di kantor Amnesty International Indonesia, Jalan Probolinggo, Gondangdia Menteng, Jakarta Pusat, Jumat(15/9/2017).

Ia mengatakan, akses bagi jurnalis untuk meliput berita wilayah Rakhine juga dibatasi oleh militer Myanmar. Pelarangan peliputan itu dikenakan kepada media massa lokal maupun internasional.

Karena sulit mendapatkan akses, maka militer Myanmar secara mudah membuat klaim mengenai segala peristiwa terkait Rohingya.

Misalnya, kata Josef, militer Myanmar mengklaim rumah-rumah di Rakhine dibakar sendiri oleh warga Rohingya.

Padahal, menurut Yosef, kejahatan kemanusiaan di Myanmar dilakukan secara sistematis. Sebab, hingga kini korban yang telah tewas sudah melampaui angka 400 Rohingya.

Josef mengatakan, yang paling penting sekarang ini adalah militer Myanmar bisa memberikan akses terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan untuk memberikan bantuan. Sebab, etnis Rohingya yang masih berada di wilayah Rakhine sangat membutuhkan bantuan.

"Setelah bantuan kemanusiaan bisa masuk, baru kami desak agar lembaga-lembaga penelitian maupun pemantau HAM bisa memasuki daerah tersebut. Kami meminta negara-negara sedunia mendesak militer Myanmar membuka akses ke Rakhine,” tegasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ide Gubernur Kepri Siapkan Pulau Buat Etnis Rohingnya Dipuji

Ide Gubernur Kepri Siapkan Pulau Buat Etnis Rohingnya Dipuji

News | Jum'at, 15 September 2017 | 14:54 WIB

Ini yang Bikin Suu Kyi Susah Menolong Rohingya

Ini yang Bikin Suu Kyi Susah Menolong Rohingya

News | Jum'at, 15 September 2017 | 14:35 WIB

Jika FPI Jihad ke Myanmar, Posisi Etnis Rohingnya Bisa Bahaya

Jika FPI Jihad ke Myanmar, Posisi Etnis Rohingnya Bisa Bahaya

News | Jum'at, 15 September 2017 | 13:17 WIB

Bantu Pengungsi Rohingya, 2 Hercules RI Tiba di Bangladesh

Bantu Pengungsi Rohingya, 2 Hercules RI Tiba di Bangladesh

News | Jum'at, 15 September 2017 | 06:48 WIB

Suu Kyi Cari Bantuan Untuk Atasi Masalah Rohingya

Suu Kyi Cari Bantuan Untuk Atasi Masalah Rohingya

News | Jum'at, 15 September 2017 | 05:52 WIB

Kasus Rohingya Tak Lepas dari Reformasi Politik Masa Lalu

Kasus Rohingya Tak Lepas dari Reformasi Politik Masa Lalu

News | Kamis, 14 September 2017 | 19:46 WIB

Marzuki Darusman: TPF PBB Rohingya Belum Diizinkan Masuk Rakhine

Marzuki Darusman: TPF PBB Rohingya Belum Diizinkan Masuk Rakhine

News | Kamis, 14 September 2017 | 18:34 WIB

Ketua TPF PBB: Pelanggaran HAM di Myanmar Tak Terbantahkan

Ketua TPF PBB: Pelanggaran HAM di Myanmar Tak Terbantahkan

News | Kamis, 14 September 2017 | 18:20 WIB

Orang Tuanya Dibunuh, 1.000 Bocah Rohingya Mengungsi Sendirian

Orang Tuanya Dibunuh, 1.000 Bocah Rohingya Mengungsi Sendirian

News | Kamis, 14 September 2017 | 11:35 WIB

Lima Perempuan Peraih Nobel Surati Suu Kyi agar Bantu Rohingya

Lima Perempuan Peraih Nobel Surati Suu Kyi agar Bantu Rohingya

News | Kamis, 14 September 2017 | 10:23 WIB

Terkini

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

×