Ribuan Rakyat Malaysia Turun ke Jalan Gulingkan PM Najib

Reza Gunadha

Minggu, 15 Oktober 2017 | 12:24 WIB
Ribuan  Rakyat Malaysia Turun ke Jalan Gulingkan PM Najib
Ribuan warga Malaysia menggelar aksi massa untuk menuntut pertanggungjawaban Perdana Menteri Najib Razak atas skandal penyelewengan keuangan negara, yang mencapai jutaan Dolar Amerika Serikat, Sabtu (14/10/2017). [MOHD RASFAN/AFP]

Suara.com - Ribuan warga Malaysia menggelar aksi massa untuk menuntut pertanggungjawaban Perdana Menteri Najib Razak atas skandal penyelewengan keuangan negara, yang mencapai jutaan Dolar Amerika Serikat, Sabtu (14/10/2017).

Kaum oposan menggunakan skandal yang dikenal sebagai "1Malaysia Development Berhad (1MDB) tersebut, untuk meningkatkan jumlah pemilih anti-Najib.

Pasalnya, seperti dilansir Straitstimes, Minggu (15/10), PM Najib memunyai kekuasaan untuk menggelar pemilihan umum kapan pun dalam rentang waktu kekinian hingga pertengahan tahun 2018.

PM Najib sendiri hingga kekinian terus mengonsolidasikan kekuatan untuk menekan aksi protes dan menyelesaikan skandal korupsi tersebut.

Sang PM selama ini telah menahan sejumlah aktivis, membredel sejumlah media massa, meskipun mendapat perlawanan terutama dari mantan mentornya, Mahathir Mohamad.

Namun, upaya represif tersebut justru semakin mendapat perlawanan dari kaum oposan. Apalagi, pemerintah menerapkan kebijakan yang menaikkan biaya hidup dan pajak konsumsi rakyat.

“Semua harga naik, tapi upah kami tak pernah naik. Dia (PM Najib) tak bisa menyelamatkan rakyat, karenanya kami tak mau menginginkan pemimpin seperti dia lagi,” tukas Hasmurni Tamby, seorang ibu yang mengakui muak terhadap pemerintah dan ikut aksi tersebut.

Aksi tersebut disebut-sebut sebagai puncak kampanye “Anti-Kleptokrasi” yang diinisiasi koalisi oposan “Pakatan Harapan” (PH) selama dua bulan terakhir. PH sendiri merupakan koalisi partai oposan yang bakal mengajukan calon alternatif untuk pesaing Najib pada pemilu.

Kampanye tersebut untuk meyakinkan mayoritas warga Malaysia—terutama Muslim Melayu pendukung Najib dulu—untuk tak lagi memilih Najib yang menyatakan bakal kembali mencalonkan diri.

baca juga

Persentase popularitas Najib semakin tajam merosot lantaran skandal 1MDB tersebut. Bahkan, Departemen Kehakiman AS mengajukan tuntutan perdata agar PM Najib mengembalikan USD1,7 miliar dari dana 1MDB yang didapat dari negeri Paman Sam tersebut.

Mahathir, mantan PM Malaysia dan juga mentor Najib, menilai tak lagi ada alasan dirinya dan rakyat untuk terus membiarkan anak didiknya itu terus memerintah.

“Dalam sejarah Malaysia, baru kali ini memunyai PM yang juga seorang pencuri. Dia mencuri uang negara untuk bisa memiliki kehidupan yang nyaman,” kata Mahathir dalam pidatonya di hadapan massa aksi.

"Kita perlu menurunkan kleptokrasi di negara kita ... Najib sudah ada di tangan kita, kita bisa menyingkirkannya, hanya dengan memberi suara untuk PH," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Intip Foto Siti Nurhaliza Tengah Hamil 4 Bulan

Intip Foto Siti Nurhaliza Tengah Hamil 4 Bulan

Entertainment | Sabtu, 14 Oktober 2017 | 11:20 WIB

Sebut Etnis Tionghoa Tak Higienis, Ulama Ini Ditangkap Polisi

Sebut Etnis Tionghoa Tak Higienis, Ulama Ini Ditangkap Polisi

News | Kamis, 12 Oktober 2017 | 10:43 WIB

RI Kehilangan Aset, Laudya Bella Putuskan Tinggal di Malaysia!

RI Kehilangan Aset, Laudya Bella Putuskan Tinggal di Malaysia!

Entertainment | Minggu, 08 Oktober 2017 | 20:34 WIB

Malaysia Tidak Siap, Garuda Asia Batal Berlaga

Malaysia Tidak Siap, Garuda Asia Batal Berlaga

Bola | Selasa, 03 Oktober 2017 | 20:41 WIB

Video Iklan Ini Picu Amarah, Dianggap Rendahkan Kaum Perempuan

Video Iklan Ini Picu Amarah, Dianggap Rendahkan Kaum Perempuan

News | Selasa, 03 Oktober 2017 | 18:07 WIB

Pembunuhan Kakak Kim Jong Un, Siti Aisyah Mengaku Tak Bersalah

Pembunuhan Kakak Kim Jong Un, Siti Aisyah Mengaku Tak Bersalah

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 10:05 WIB

Berikut Hasil GP Malaysia dan Klasemen Pebalap F1

Berikut Hasil GP Malaysia dan Klasemen Pebalap F1

News | Senin, 02 Oktober 2017 | 00:30 WIB

Hadapi Negeri Jiran, Timnas U-16 Hanya Diperkuat 20 Pemain

Hadapi Negeri Jiran, Timnas U-16 Hanya Diperkuat 20 Pemain

Bola | Minggu, 01 Oktober 2017 | 13:24 WIB

Hamilton Raih Start Pertama di Grand Prix Malaysia

Hamilton Raih Start Pertama di Grand Prix Malaysia

News | Sabtu, 30 September 2017 | 22:28 WIB

Indonesia akan Hadapi Thailand dan Malaysia di Laga Uji Coba

Indonesia akan Hadapi Thailand dan Malaysia di Laga Uji Coba

Bola | Sabtu, 30 September 2017 | 12:12 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×