Kesaksian, Hajatan Anak Selamatkan Ibu dari Maut Renggut 47 Buruh

Jum'at, 27 Oktober 2017 | 15:13 WIB
Kesaksian, Hajatan Anak Selamatkan Ibu dari Maut Renggut 47 Buruh
warga Kosambi, Tangerang, Banten, bernama Titik (48) [suara.com/Dian Rosmala]
"Masih gemetaran mas. Kaki saya gemetar ini dari tadi," kata warga Kosambi, Tangerang, Banten, bernama Titik (48) kepada Suara.com, Jumat (27/10/2017).

Titik merupakan salah satu karyawan PT. Panca Buana Cahaya Sukses -- perusahaan bidang pembuatan petasan yang terbakar dan menewaskan 47 pekerja pada Kamis (26/10/2017).

Titik selamat dari maut. Dia tidak masuk kerja pada hari kejadian. Dia izin tak masuk kerja karena sedang menyelenggarakan hajatan pernikahan anak yang ketiga.

"Saya nggak masuk kemarin. Hari Rabu itu saya masuk. Terus hari ini saya mikir istirahat saja dulu, mau ada acara soalnya," kata Titik.

Kamis pagi, Titik mengaku lewat di depan gudang maut itu. Tak seperti biasanya, pagi kemarin pintu utama gudang digembok dari luar.

"Saya juga mikir kok tumben ya ini digembok. Biasanya mah nggak ada digembok begitu. Kita biasanya ya keluar beli es, kalau mau wudhu juga keluar. Tapi kemarin digembok," ujar Titik.

Di depan gudang, Titik sempat melihat salah satu temannya. Tapi, tidak sempat bertegur sapa. Sementara di sekitar gudang, dia melihat banyak anggota polisi.

"Kata saudara itu polisi mau ada rapat atau apa gitu. Banyak di situ," tutur Titik.

Tidak lama setelah dia meninggalkan gudang, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. Awalnya, dia mengira ada bom. Titik tak tahu kalau ledakan itu terjadi di gudang yang di dalamnya banyak orang.

Dalam perjalanan pulang, ia baru dapat kabar kalau gudang tempat dia bekerja terbakar. Dia teringat di sana teman-temannya sedang bekerja.

"Saya langsung cepat pulang, saya ke rumah teman, ke sana, ke sini, itu semua nggak ada. Semua masuk kerja. Saya langsung lemas mas. Nggak tahu lagi dah mau ngapain," ujar Titik.

Suasana Keluarga Di Dalam Gudang

Titik kenal dengan semua karyawan perusahaan mercon milik Indra Liyono (40), warga Jakarta Barat. Semua karyawan, khususnya yang bekerja di bagian pengepakan barang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.

Bahkan, dia sendiri termasuk orang yang dituakan di antara teman-teman.

"Kayak saudara semua dah. Nggak ada yang nggak kenal. Kan banyak tetangga sini juga. Anak kontrakan sini juga ada. Saudara semua itu mah," kata Titik sambil meneteskan air mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI