Parlemen Catalunya Deklarasi Merdeka, Spanyol Cabut Status Otonom

Tomi Tresnady Suara.Com
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 05:39 WIB
Parlemen Catalunya Deklarasi Merdeka, Spanyol Cabut Status Otonom
Warga Catalonia menggelar aksi massa untuk mempertahankan hasil referendum kemerdekaan dan memprotes aksi brutal polisi Spanyol. [RAYMOND ROIG / AFP]

Suara.com - Pemerintah Spanyol bergerak untuk menerapkan pemerintahan langsung pada Catalunya, Jumat (27/10/2017). Mencabut wilayah tersebut dari status otonominya kurang dari satu jam setelah parlemen Catalunya mengumumkan kemerdekaan dalam menunjukkan penentangannya.

Meskipun pernyataan Catalunya diduga menjadi tindakan menimbulkan bencana, gerakan kedua pihak membawa kemelut politik terburuk Spanyol dalam empat dasawarsa ke tingkat baru dan mungkin berbahaya.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy meminta tenang dan mengatakan bahwa aturan hukum akan dipulihkan di Catalunya, tempat pemberontak sejak lama memimpikan negara terpisah.

Kerumunan lebih dari 2.000 pendukung kemerdekaan berkumpul di taman Ciutadella di luar parlemen daerah di Barcelona, meneriakkan "merdeka" di Catalunya dan menyanyikan lagu tradisional saat pemungutan suara kemerdekaan selesai.

Mosi tersebut disahkan di parlemen setelah perdebatan sengit dari pendukung dan penentang kemerdekaan, yang mengatakan Katalunya adalah negara demokratis mandiri, berdaulat dan sosial.

Pemimpin Katalan Carles Puigdemont meninggalkan ruangan itu untuk teriakan "Presiden!" dan walikota yang datang dari daerah terpencil mengacungkan tongkat seremonial mereka dan menyanyikan lagu kebangsaan Katalan "Els Segadors" (Para Penuai).

Namun, segera setelah berita tentang pemungutan suara, tempat tiga partai oposisi memboikot, saham dan obligasi Spanyol terjual habis, dan mencerminkan kekhawatiran bisnis akibat gejolak di wilayah kaya tersebut.

Dalam waktu sejam, majelis tinggi parlemen Spanyol di Madrid memberi wewenang kepada pemerintah Rajoy untuk memerintah Catalunya secara langsung, langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Spanyol sejak demokrasi kembali pada akhir 1970-an.

Di Brussels, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan bahwa kemerdekaan tidak mengubah apa pun dan Uni Eropa hanya akan berurusan dengan pemerintah pusat di Madrid.

Baca Juga: Ketua Parlemen Catalunya Tuding Spanyol Lakukan "Kudeta"

Di Washington, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan negaranya mendukung usaha Madrid menjaga Spanyol tetap bersatu dan Catalunya adalah bagian tidak terpisahkan dari negara tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI