Array

Soal Pilgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi Tak Mau Spekulasi

Selasa, 21 November 2017 | 15:11 WIB
Soal Pilgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi Tak Mau Spekulasi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi datang ke Gedung KPK di Jakarta, Selasa (7/11).

Suara.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak ingin berspekulasi tentang kemungkinan adanya perubahan rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk Pilkada di Jawa Barat 2018 mendatang.

Bupati Purwakarta tersebut mengaku memilih untuk fokus membangun pengkaderan partai di Jawa Barat. Ia mengatakan, ada jenjang pengkaderan yang sudah menjadi tradisi Partai Golkar. Namun mengakui belakangan ini terlupakan hingga selalu mempengaruhi pengambilan keputusan di internal partainya.

“Pola rekrutmen kader yang sudah berjenjang dan menjadi tradisi di Golkar saya kira sudah lama tidak berjalan dengan baik, tidak lagi berpijak pada sistem, mekanisme dan aturan partai sehingga keputusan yang diambil lebih kepada hasil bisikan, bukan sistem. Ini ke depan harus diubah agar Golkar kembali pada khittahnya,” kata Dedi, Selasa (21/22/2017).

Meski demikian, Dedi mengaku sejak awal memahami keputusan dari DPP yang tidak memberikan rekomendasi kepada di Pilkada Jawa Barat. Kata dia, itu karena ada latar belakang psikologis, sosiologis dan faktor lain dibalik keinginan tersebut.

“Dari awal saya memahami apa yang menjadi latar belakang DPP Golkar merekomendasikan orang lain. Sebagai kader, saya memahami kondisi itu sebagai bagian dari pendewasaan politik saya,” ujar Dedi.

Isu pergantian Ketua Umum pasca Setya Novanto ditahan KPK, pun tak akan membuatnya merasa 'besar kepala' menghadapi situasi politik ke depan. Ia menyerahkan sepenuhnya terkait rekomendasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar yang baru.

“Itu menjadi ranah pimpinan baru. Saya yakin pimpinan yang baru berpijak pada mekanisme partai sehingga melahirkan keputusan politik yang bisa diterima oleh semua pihak. Fokus saya bukan rekomendasi, melainkan penyelamatan partai,” tutur Dedi.

Perjalanan karir dan pengabdiannya yang begitu panjang sebagai kader Golkar, kata Dedi, dihibahkan untuk pembangunan baik di Purwakarta maupun dalam cakupan wilayah Jawa Barat.

“Golkar sudah berperan aktif dalam pembangunan di Indonesia sejak lama. Sehingga Partai Golkar sudah menjadi aset bangsa. Jangan sampai, tumbuh kembang partai ini terhambat oleh langkah-langkah yang kontraproduktif,” kata Dedi.

Baca Juga: Rapat Pleno Antisipasi Golkar Tak Tersandra Kasus Korupsi Setnov

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI