Minum Racun di Pengadilan, Drama Jenderal Penjagal Perang Bosnia

Reza Gunadha Suara.Com
Kamis, 30 November 2017 | 11:58 WIB
Minum Racun di Pengadilan, Drama Jenderal Penjagal Perang Bosnia
Slobodan Praljak [NBC San Diego]

Suara.com - Mantan jenderal Bosnia-Kroasia yang dijatuhi hukuman 20 tahun karena kejahatan perang, meninggal di rumah sakit setelah meminum racun di tengah-tengah sidang putusan Pengadilan PBB, Rabu (29/11/2017). Meninggalnya Slobodan Praljak ini dikonfirmasi oleh Pengadilan PBB.

Sidang Pengadilan Pidana Internasional untuk Penjahat Perang Bekas Yugoslavia (ICTY) itu, sempat dihentikan ketika Praljak tiba-tiba berdiri, menolak hasil putusan, dan menenggak cairan yang diakuinya sebagai racun dari sebuah botol kecil.

“Slobodan Praljak bukan seorang penjahat perang. Saya menolak keras putusan ini,” dia berteriak, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis(30/11).

Kuasa hukum Praljak mengakui kliennya meminum racun tersebut, yang membuat hakim menyudahi proses persidangan.

Kantor berita Kroasia HINA mengumumkan, setelah mengumpulkan berbagai informasi dari kerabat Praljak, pria tersebut meninggal dunia di rumah sakit.

Berita meninggalnya Praljak ini juga disiarkan oleh berbagai media lokal di Kroasia dan Bosnia.

Tak lama, keterangan resmi soal kematian Praljak dikonfirmasi oleh Nenad Golcevski, juru bicara Pengadilan Den Haag.

“Praljak dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan, lalu meninggal di sana. Menurut prosedur standar, pihak berwenang Belanda kini melakukan penyelidikan independen,” ujar Golcevski.

Praljak adalah satu dari enam mantan politisi dan kepala militer dari Republik Herzeg-Bosnia yang mendeklarasikan kemerdekaan mereka secara sepihak saat Perang Bosnia pada 1992-1995.

Baca Juga: Mengapa Din Tak Mau Ikut Kumpul dengan Alumni 212 di Monas?

Korban dan pelaku

Sebelumnya, keenam pesakitan mengajukan banding dari tuduhan penjahat perang.

Praljak, 72 tahun, mengajukan banding atas putusan pengadilan pada 2013, yang menjatuhinya hukuman penjara selama total 111 tahun, karena tindakan kriminal yang dilakukannya semasa konflik Bosnia.

Bakir Izetbegovic, anggota kepresidenan tripartit Bosnia mengatakan putusan tersebut seharusnya diterima Praljak.

“Kami tidak akan pernah lupa para korban dan pelaku. Kami akan selalu mengingat kejahatan dan tindakan kriminal mereka, tapi kami juga menginginkan kerja sama untuk mewujudkan politik Kroasia yang lebih baik, “ kata Izetbegovic.

Dia ingat Kroasia pernah melakukan agresi melawan Bosnia dan Herzegovina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI