KPK Punya Bukti Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh Berkomplot

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Kamis, 11 Januari 2018 | 18:12 WIB
KPK Punya Bukti Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh Berkomplot
Fredrich Yunadi. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]

Suara.com - KPK menegaskan memiliki bukti kuat untuk membuktikan dugaan Fredrich Yunadi berkomplot dengan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, untuk menghalangi penyidikan terhadap Setya Novanto.

"Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, bahwa memang ada dugaan kerja sama untuk menghalang-halangi penanganan perkara (e-KTP)  ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Febri mengatakan, sebelum mobil yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik, KPK sudah mendapat informasi bahwa Fredrich memesan satu lantai untuk rawat inap Novanto.

Saat itu, Fredrich masih sebagai kuasa hukum Ketua DPR nonakatif tersebut. Namun, Febri mengatakan permintaan Fredrich tersebut tidak semuanya dikabulkan oleh rumah sakit.

"Ada sekitar tiga yang bisa didapatkan pada akhirnya, dan sudah ada koordinasi sebelumnya, diduga FY bahkan sudah datang ke rumah sakit tersebut untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit," tuturnya.

Febri mengungkapkan, sebelum berkoordinasi secara langsung dengan mendatangi rumah sakit, Yunadi terlebih dulu berkomunikasi melalui sambungan telepon.

"Ada telepon yang menghubungi pihak rumah sakit, yang pasti itu sebelum kecelakaan terjadi. Telepon itu bermaksud mem-booking kamar sebanyak satu lantai di rumah sakit tersebut untuk digunakan sekitar pukul 21.00 WIB malam," ungkapnya.

Lebih lanjut Febri menjelaskan, informasi yang didapat KPK semakin jelas ketika memeriksa Hilman Mattauch sebagai saksi dalam kasus tersebut. Hilman adalah bekas wartawan Metro TV yang menjadi sopir saat peristiwa kecelakaan terjadi.

baca juga

"Dua hari yang lalu dilakukan proses pemeriksaan (terhadap Hilman) untuk kami klarifikasi apa yang terjadi pada tanggal 16 November itu. Karena ada informasi kecelakaan tersebut dan mobil itu diduga dibawa atau disetir oleh Hilman. Tentu kami harus pastikan bagaimana peristiwanya, bagaimana proses SN kemudian bisa dibawa ke RS,  itu kami harus lihat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

26 Saksi Fredrich Yunadi Diperiksa KPK

26 Saksi Fredrich Yunadi Diperiksa KPK

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 15:30 WIB

Fredrich Yunadi Diharapkan Bicara di KPK Saja Besok

Fredrich Yunadi Diharapkan Bicara di KPK Saja Besok

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 15:12 WIB

Jadi Tersangka, KPK Geledah Kantor Eks Pengacara Setnov

Jadi Tersangka, KPK Geledah Kantor Eks Pengacara Setnov

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 14:57 WIB

Sidang e-KTP, Keponakan Setnov Disebut Terima Uang USD2,6 Juta

Sidang e-KTP, Keponakan Setnov Disebut Terima Uang USD2,6 Juta

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 14:06 WIB

Terkait Novanto, KPK Periksa Dokter RS Medika Permata Hijau

Terkait Novanto, KPK Periksa Dokter RS Medika Permata Hijau

News | Kamis, 11 Januari 2018 | 11:08 WIB

Terkini

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

×