Ditolak Puskesmas karena Bau, Lansia Ini Terkapar di Mobil Angkot

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 21 Februari 2018 | 13:40 WIB
Ditolak Puskesmas karena Bau, Lansia Ini Terkapar di Mobil Angkot
Rohamah (60), pasien pembusukan dubur yang ditolak Puskesmas Labuan, Pandeglang Banten, Selasa (20/2/2018). [Bantenhits]

Suara.com - Potret buram si miskin dan pelayanan kesehatan kembali terjadi di Indonesia. Rohamah, lansia penderita pembusukan dubur di Pandeglang, Banten, terpaksa terkapar lemas di lantai mobil angkutan kota.

Pasalnya, warga Kampung Pangulon, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, itu ditolak masuk untuk mendapat pengobatan di Puskesmas Labuan.

Puskesmas Labuan menolak perempuan berusia 60 tahun itu karena penyakit yang dideritanya menyebabkan bau tak sedap.

Penderitaan Rohamah tak hanya itu, karena Puskesmas juga tak mau meminjamkan ambulans untuk membawa dirinya ke Rumah Sakit Umum Daerah Berkah Pandeglang.

”Saya katakan ke Puskesmas Labuan, tapi mereka mempertanyakan apakah pasien ini bau? Karena kalau bau, mereka bilang kasihan pasien lain, jadi tak mungkin dirawat. Padahal itu kan puskesmas yang harus merawat dengan segala keadaannya," kata Entoy Toyibah, relawan kemanusiaan yang mendampingi Rohamah kepada Bantenhits—jaringan Suara.com, Selasa (20/2/2018).

Karena tak mau merawat, Toyibah lantas meminta puskesmas mau meminjamkan ambulans guna membawa Rohamah ke RSUD Berkah Pandeglang.

Tapi lagi-lagi, kata dia, puskesmas menolak permohonannya. Alasannya, mereka mengklaim RSUD Berkah juga bakal tak menerima Rohamah karena ruang perawatan penuh.

Meski ditolak, Toyibah tak mau menyerah untuk mengupayakan agar Rohamah bisa mendapat perawatan laik. Dia akhirnya membawa pasien menggunakan angkot.

Setibanya di RSUD Berkah, ternyata klaim Puskesmas Labuan salah. RSUD justru menerima Rohamah.

"Kami langsung diterima di RSUD Berkah. Setelah itu saya harus mengurus surat keterangan tak mampu, karena Ibu Rohamah tak punya kartu BPJS," tuturnya.

Aas, perawat Puskesmas Labuan menepis tuduhan Toyibah. Ia mengatakan, pasien tak dibawa ke puskesmas, melainkan hanya pihak keluarga yang datang.

Selain itu, puskesmas juga tak memunyai ruang isolasi sehingga keberadaan Rohamah akan mengganggu pasien lain.

"Kami kan hanya puskesmas, tidak bisa menangani penyakit semacam itu. Solusinya sudah disampaikan ke keluarga, kalau dibawa ke puskesmas ini mau ditaruh di mana? mau ditaruh di belakang? kasihan pasien lain, kebauan," tukasnya.

Aas juga menepis tuduhan tak memberikan pinjaman ambulans. Ia menuturkan, sesuai prosedur, ambulans mereka hanya dibolehkan di wilayah Pandeglang.

"Ibunya lalu mengajukan mau ke Serang. Ambulans bisa dipakai, tapi harus dapat rujukan dulu dari RSUD Berkah. Batas ambulans kami hanya sampai Pandeglang," kilahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puasa saat Tertimbun Longsor Bandara, Ini Ucapan Terakhir Putri

Puasa saat Tertimbun Longsor Bandara, Ini Ucapan Terakhir Putri

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 15:49 WIB

Jakarta-Banten Kembali Gempa, Tapi Hanya 3 detik

Jakarta-Banten Kembali Gempa, Tapi Hanya 3 detik

News | Jum'at, 26 Januari 2018 | 12:56 WIB

Warga 3 Kecamatan di Sukabumi Masih Mengungsi karena Dampak Gempa

Warga 3 Kecamatan di Sukabumi Masih Mengungsi karena Dampak Gempa

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 11:55 WIB

Waspada, Cuaca Buruk Hantui Banten, Jawa Tengah dan Yogyakarta

Waspada, Cuaca Buruk Hantui Banten, Jawa Tengah dan Yogyakarta

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 10:08 WIB

Mensos Meluncur ke Lokasi Terdampak Gempa Jakarta-Banten di Lebak

Mensos Meluncur ke Lokasi Terdampak Gempa Jakarta-Banten di Lebak

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 07:46 WIB

Terkini

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:45 WIB

Usut Suap Mafia Cukai, KPK akan Panggil Lagi Bos Rokok Rokhmawan dan M. Suryo yang Sempat Mangkir!

Usut Suap Mafia Cukai, KPK akan Panggil Lagi Bos Rokok Rokhmawan dan M. Suryo yang Sempat Mangkir!

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:41 WIB

Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran

Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:27 WIB

Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!

Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:13 WIB

Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!

Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!

News | Selasa, 07 April 2026 | 09:56 WIB

Demi Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Siap Gerah di Kantor: Batasi Penggunaan AC dan Listrik Kemensos

Demi Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Siap Gerah di Kantor: Batasi Penggunaan AC dan Listrik Kemensos

News | Selasa, 07 April 2026 | 09:17 WIB

Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak

Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak

News | Selasa, 07 April 2026 | 09:00 WIB

Sempat Diadang Warga Lenteng Agung, TNI AD: Itu Penertiban Aset Negara, Bukan Sengketa Lahan

Sempat Diadang Warga Lenteng Agung, TNI AD: Itu Penertiban Aset Negara, Bukan Sengketa Lahan

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:35 WIB

Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:29 WIB

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

News | Selasa, 07 April 2026 | 08:27 WIB