Menelisik Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma

Yazir Farouk

Kamis, 15 Maret 2018 | 05:29 WIB
Menelisik Motif Penembakan Mobil Anak Buah Wali Kota Risma
Mobil milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi di tembak. (suara.com/ Achmad Ali)

Suara.com - Motif penembakan terhadap mobil Toyota Innova warna hitam dengan Nopol L 88 EC milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas PU Cipta Karya) Pemkot Surabaya, Ery Cahyadi belum terungkap.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan polisi masih kesulitan mengungkap motif penembakan ini. Sebab, pelaku berinisial AM yang sudah ditangkap masih sulit memberikan keterangan.

"Hingga kini belum ada keterangan yang kita dapatkan. Terduga pelaku masih enggan diperiksa oleh penyidik," katanya.

Tapi jika ditelusuri, anak buah Wali kota Tri Rismaharini itu memiliki jabatan tertinggi di Cipta Karya. Jabatan yang diduduki Ery merupakan pengambil kebijakan dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan dengan proyek-proyek teknis berskala besar di wilayah Surabaya.

Proyek-proyek tersebut, berkaitan dengan kontraktor, pekerjaan dan dana yang tidak sedikit. Apakah teror terhadap Ery ini berkaitan dengan persaingan proyek yang ada di Pemkot Surabaya? Ini masih menjadi teka-teki.

Fakta lainnya, mobil yang ditumpangi pelaku cukup mewah, yakni Toyota FJ Cruiser dengan . nomor polisi cantik 3 AP.

Sementara, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penembakan mobil yang terjadi pada Rabu (14/3/2018) sekitar pukul 13.00 WIB di Perumahan Puri Kencana Karah, Kecamatan Jambangan itu sesuatu yang cukup mengagetkan bagi masyarakat kota pahlawan.

Mobil milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi di tembak. (suara.com/ Achmad Ali)

"Pelaku penembakan bisa kami identifikasi, bisa kami dapatkan termasuk senjata yang digunakan," ujar Barung.

baca juga

Penyidik saat ini tengah mendalami beberapa hal. Pertama, apakah senjata yang digunakan pelaku legal atau tidak legal. Kemudian, apakah yang bersangkutan itu ditemani orang lain atau tidak dalam penembakannya. Terakhir, soal motif pelaku.

GP Ansor Surabaya Mengecam

Selain sebagai kepala dinas, Ery Cahyadi juga merupakan keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Surabaya. Di organisasi kemasyaratan pemuda di Indonesia yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) itu, Ery menjabat sebagai Dewan Penasehat.

Menanggapi kasus ini, panglima tertinggi Barisan Ansor Serbaguna (Banser), HM. Faridz Afif meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk motif dan otak pelakunya.

"Mas Ery itu keluarga besar GP Ansor Surabaya, karena itu kami tidak terima beliau disakiti. Ini jelas teror yang harus diungkap motif dan otak pelakunya. Kasus ini harus diusut tuntas," tegas pria yang akrab disapa Gus Afif itu, Kamis (15/3/2018).

Kendati begitu, Afif memberi apresiasi kepada pihak kepolsian karena sudah menangkap pelaku dengan cepat. Namun, dia bakal terus memantau pengusutan kasus ini sampai tuntas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mobil Anak Buah Wali Kota Tri Rismaharini Diberondong 3 Tembakan

Mobil Anak Buah Wali Kota Tri Rismaharini Diberondong 3 Tembakan

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 00:35 WIB

Kehebatan Surabaya Black Hat Bobol Situs Pemerintah Amerika

Kehebatan Surabaya Black Hat Bobol Situs Pemerintah Amerika

News | Selasa, 13 Maret 2018 | 19:01 WIB

Tewas Setelah Selfie, Ternyata Tommy Anak Jahil Tapi Bikin Kangen

Tewas Setelah Selfie, Ternyata Tommy Anak Jahil Tapi Bikin Kangen

News | Selasa, 13 Maret 2018 | 11:36 WIB

Kecelakaan, Dua Perempuan Bercadar Tolak Ditolong Lelaki

Kecelakaan, Dua Perempuan Bercadar Tolak Ditolong Lelaki

Tekno | Sabtu, 10 Maret 2018 | 19:33 WIB

Unair Surabaya: Mahasiswi Bercadar Bikin Komunikasi Tidak efektif

Unair Surabaya: Mahasiswi Bercadar Bikin Komunikasi Tidak efektif

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 07:00 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×