Tudingan Hasto Dinilai Ganggu Rencana Demokrat Merapat ke PDIP

Reza Gunadha, Dian Rosmala

Jum'at, 23 Maret 2018 | 15:30 WIB
Tudingan Hasto Dinilai Ganggu Rencana Demokrat Merapat ke PDIP
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ‎Syarief Hasan [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Aksi saling tuding antara Sekjen PDIP Hasto Kristyanto dengan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, sangat memengaruhi rencana koalisi dua partai tersebut untuk Pemilu dan Pilpres 2019.

"Ya kalau dibilang mengganggu, ya sangat mengganggu," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan di DPR, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Hasto melalui siaran tertulis kepada wartawan mengatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mungkin terlibat kasus korupsi KTP elektronik tahun 2011-2012..

Pasalnya, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, PDIP adalah oposan.

Hasto, dalam pernyataan tertulisnya, juga menyinggung semboyan yang dicetuskan pemerintahan SBY kala itu, yakni "Katakan Tidak Pada Korupsi", tapi pada kenyataannya banyak terjadi korupsi di kala itu.

Tak terima atas pernyataan Hasto, Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan juga bereaksi. Ia bahkan menuding pernyataan Hasto ibarat mencuci tangan kotor, kemudian air bekas cucian itu disiramkan ke muka orang lain.

Saling lempar sindiran itu bermula dari pernyataan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dalam persidangan, Kamis (22/3), yang menyebut dua politikus PDIP menerima uang USD500 ribu dari patgulipat proyek bermasalah tersebut. Kedua politikus itu ialah Puan Maharani dan Pramono Anung.

Syarief menyayangkan pernyataan Hasto yang dinilai menyudutkan Demokrat yang kala itu berkuasa.

Ia juga mengakui tidak menyangka, pernyataan Setya Novanto justru menjadi alat PDIP untuk menyalahkan pemerintahan SBY dalam kasus e-KTP.

baca juga

"Sebenarnya kan persoalannya itu bukan dari situ. Permasalahannya karena nama-nama kader PDIP kan disebut-sebut (Novanto). Jadi kalau sementara yang disalahkan adalah pemerintahan SBYa, lho kok begitu? " tutur Syarief.

Syarief menjelaskan, proyek e-KTP direalisasikan sesuai dengan peraturan berlaku. Namun dalam perjalanannya, proyek yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu, justru dikorupsi secara berjemaah.

"Tapi yang melakukan korupsi siapa gitu lho? Programnya itu memang program nasional, tapi kan tak boleh dikorupsi. Nah ini yang melakukan korupsi siapa. Jangan dibalik-balik," ujar Syarief.

Syarief mengatakan, alangkah lebih baik kalau nama-nama yang disebut sebagai penerima uang e-KTP, diusut secara tuntas. Hal itu lebih elegan daripada saling menuding satu sama lain.

"Kita kan harus saling menghargai. Koalisi itu harus saling menghargai. Jadi seharusnya kalau memang disebut-sebut namanya, ya diusut saja tuntas. Kalau terbukti diproses hukum. Kalau tidak terbukti ya direhablititasi namanya. Kan begitu," kata Syarief.

Untuk diketahui, Demokrat belakangan memberikan sinyalemen merapat ke PDIP untuk mengusung Presiden Joko Widodo sebagai bakal calon presiden petahana pada Pilpres 2019.

Hal itu sempat tersirat dari pernyataan Ketua Umum Demokrat SBY dalam acara Rapimnas Demokrat, awal bulan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus e-KTP, Demokrat Sindir PDIP Ibarat Cuci Tangan yang Kotor

Kasus e-KTP, Demokrat Sindir PDIP Ibarat Cuci Tangan yang Kotor

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 10:03 WIB

Pertama Kalinya, Petinggi PDIP Sambangi Markas Golkar

Pertama Kalinya, Petinggi PDIP Sambangi Markas Golkar

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 10:48 WIB

Butuh Sinergi Pemberdayaan Perempuan dan Pengentasan Kemiskinan

Butuh Sinergi Pemberdayaan Perempuan dan Pengentasan Kemiskinan

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 00:15 WIB

SBY Puji Megawati: Kalau Sudah Sukses Tolong Bantu yang Belum

SBY Puji Megawati: Kalau Sudah Sukses Tolong Bantu yang Belum

News | Senin, 19 Maret 2018 | 12:50 WIB

PDIP Buka Peluang Bagi Orang Non-Parpol Jadi Cawapres Jokowi

PDIP Buka Peluang Bagi Orang Non-Parpol Jadi Cawapres Jokowi

News | Rabu, 14 Maret 2018 | 12:08 WIB

Terkini

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Kisah Desty: Berjuang Melawan Skizoafektif hingga Sempat Lepas Obat, Kini Kembali Mengajar

Kisah Desty: Berjuang Melawan Skizoafektif hingga Sempat Lepas Obat, Kini Kembali Mengajar

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:13 WIB

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:10 WIB

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Health | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:05 WIB

×