Dokter Bimanesh Disebut Mau 'Pasang Badan' Demi Setya Novanto

Reza Gunadha | Nikolaus Tolen | Suara.com

Jum'at, 23 Maret 2018 | 16:17 WIB
Dokter Bimanesh Disebut Mau 'Pasang Badan' Demi Setya Novanto
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/3).

Suara.com - Dokter Michael Chia Cahaya, Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika Permata Hijau mengakui, diminta ikut dalam patgulipat perawatan terdakwa kasus korupsi KTP elektronik pada tanggal 16 november 2017 malam.

Namun, kala itu, ia menegaskan tak mau terlibat. Hal tersebut diungapkan Michael saat bersaksi dalam lanjutan sidang kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP Setya Novanto oleh terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo, Jumat (23/3/2018).

“Saya menolak membuat diagnosis tentang kecelakaan Setya Novanto yang diperintahkan Fredrich Yunadi,” kata Michael.

Ia mengatakan, Yunadi meminta dirinya membuat diagnosis mengenai sakit yang diderita Setnov setelah kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, saat itu.

Padahal, kata Michael, Setnov saat itu belum berada di RS Medika Permata Hijau. Ia menuturkan, Setnov bisa masuk dirawat di RS tersebut berkat keputusan dokter Bimanesh.

"Setelah menolak permintaan Yunadi, saya bilang ke dokter Bimanes, kok bisa pasien kecelakaan dirawat tanpa melalui IGD. Dokter Bimanesh bilang oke. Lalu dia mengambil surat keterangan harian dokter. Dia menulis di situ diagnosis hipertensi, vertigo dan diabetes melitus," jelasnya.

Dokter Michael mengatakan, dokter Bimanesh langsung menulis diagnosis terhadap Novanto di depannya. Dalam diagnosis itu tercantum berbagai macam penyakit komplikasi. Dia mengatakan penulisan diagnosis itu dilakukan sebelum Bimanesh memeriksa Novanto.

"Kemudian dokter Bimanesh ambil surat keterangan rawat inap di ruangan IGD. Dokter Bimanesh buat surat dengan keterangan yang sama dokter Bimanesh itu tanda tangan di situ. Dia bilang nanti pasiennya langsung naikkan ke ruang lantai 3 VIP," katanya.

Michael menuturkan, sempat memprotes pelanggaran  prosedur penanganan  pasien korban kecelakaan kepada dokter Bimanesh.

”Tapi Pak Bimanesh bilang ’ini memang bola panas, jadi biar saya ambil’ begitu, Dia juga bilang kalau nanti ada wartawan yang bertanya, Pak Bimanesh yang menghadapi,” ungkapnya.

Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan kasus e-KTP oleh tersangka Setya Novanto. Bimanesh diduga bersama dengan Pengacara Setnov kala itu, Fredrich Yunadi, merekayasa kecelakaan dan hasil pemeriksaan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akankah 'Nyanyian' Novanto 'Menggoyang' Koalisi Jokowi?

Akankah 'Nyanyian' Novanto 'Menggoyang' Koalisi Jokowi?

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 15:03 WIB

Setnov Belum Masuk RS, Fredrich Yunadi Sudah Minta Bantal Selimut

Setnov Belum Masuk RS, Fredrich Yunadi Sudah Minta Bantal Selimut

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 14:11 WIB

Nasib Koalisi PDIP - Demokrat Pasca 'Nyanyian' Setya Novanto

Nasib Koalisi PDIP - Demokrat Pasca 'Nyanyian' Setya Novanto

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 13:25 WIB

Ngotot Tak Terima Uang e-KTP, KPK Pelajari Kesaksian Novanto

Ngotot Tak Terima Uang e-KTP, KPK Pelajari Kesaksian Novanto

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 13:13 WIB

'Ajian' Setya Novanto Membuat 'Banteng' Gaduh

'Ajian' Setya Novanto Membuat 'Banteng' Gaduh

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 07:15 WIB

Terkini

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:28 WIB

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:22 WIB