Tepuk Pantat Perempuan Pelari, Warga Siap Minta Maaf

Reza Gunadha

Senin, 07 Mei 2018 | 18:42 WIB
Tepuk Pantat Perempuan Pelari, Warga Siap Minta Maaf
Seorang perempuan yang tengah mengikuti perlombaan olah raga dipersekusi oleh warga, hanya karena dituding tak memakai busana Islami. [Facebook]

Suara.com - Insiden pengadangan peserta lomba lari yang melintas di Dusun Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh sejumlah warga, dinilai karena kesalahpahaman belaka.

Sebabnya, warga menilai panitia perlombaan tersebut kurang menyosialisasikan perihal ketentuan kompetisi serta pakaian peserta.

Karenanya, warga menolak pengadangan dan adanya insiden pemukulan pantat seorang perempuan peserta lomba itu sebagai persekusi.

Pengurus Pondok Pesantren Aswaja Nusantara, Dusun Mlangi, Muhammad Mustafid mengaku menyayangkan adanya anggapan warga Mlangi cenderung intoleran.

Padahal, seperti diberitakan Harian Jogja—jaringan Suara.com, kawasan Mlangi memiliki budaya tersendiri karena merupakan kawasan pesantren.

Menurutnya, sudah seharusnya kegiatan yang ada di kawasan tersebut menyesuaikan dengan budaya lokal.

Namun, dalam penyelenggaraan kegiatan lomba lari pada (1/5/2018), belum ada koordinasi dan sosialisasi terhadap warga. Pemberitahuan kegiatan hanya singkat kepada Plt Kepala Dusun Mlangi yang tidak berdomisili di Dusun Mlangi.

“Intinya panitia belum pernah sosialisasi ke warga tentang rute tersebut. Kami sejatinya tidak menolak jika dijadikan rute, namun harus mematuhi adat dan norma yang berlaku. Salah satunya adalah pakaian,” kata dia, Minggu (6/5/2018).

Sementara di lain sisi, kejadian pengadangan pelari acara Lets Run with Physiotherapy Be Better & Healthy yang diselenggarakan oleh Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta itu sebenarnya tidak terjadi di Dusun Mlangi.

baca juga

"Kejadian itu secara administratif tidak terjadi di Mlangi, tapi di Dusun Sawahan, dusun sebelah selatan Mlangi, yang bergandengan dengan Mlangi," ujarnya.

Namun, ia mengaku sudah sudah bertemu langsung dengan pemuda yang berada di lokasi kejadian tersebut. Sejumlah pemuda pun telah menjelaskan adanya peristiwa pengadangan tersebut dan siap untuk minta maaf.

"Mereka siap minta maaf jika dianggap berlebihan karena emosi saat itu. Namun panitia mestinya juga minta maaf. Sebab saat ini masyarakat Mlangi merasa disudutkan," ujarnya.

Insiden tersebut menurutnya bukanlah persekusi. Dia menjelaskan, saat itu salah satu rombongan lari lewat utara nembus Mlangi menuju Unisa.

Sebelum masuk Mlangi lewat sebelah utara itu, sudah diingatkan oleh masyarakat agar para perempuan yang bercelana pendek ketat tidak lewat Mlangi. Sebagian ambil rute lain, sebagian nekat tetap lewat.

Ketika lewat Mlangi, ada seorang tua yang mengingatkan baik-baik, tidak digubris. Kebetulan orang tua yang sepuh ini kemudian memakai motor ke arah yang sama dengan pelari sampai memasuki wilayah Sawahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Video Wanita Pelari Dipersekusi Warga karena Pakai Hotpans

Ini Video Wanita Pelari Dipersekusi Warga karena Pakai Hotpans

News | Minggu, 06 Mei 2018 | 08:00 WIB

Celananya Dianggap Tak Sopan, Perempuan Pelari Ini Dipukul Warga

Celananya Dianggap Tak Sopan, Perempuan Pelari Ini Dipukul Warga

News | Minggu, 06 Mei 2018 | 07:00 WIB

Pasca Rusuh Demo Buruh Yogyakarta Ada Coretan " Bunuh Sultan "

Pasca Rusuh Demo Buruh Yogyakarta Ada Coretan " Bunuh Sultan "

News | Rabu, 02 Mei 2018 | 10:40 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×