West Java Coffee And Art: KPLJB Lelang 20 Ton Kopi

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 Mei 2018 | 20:21 WIB
West Java Coffee And Art: KPLJB Lelang 20 Ton Kopi
Peserta lelang kopi green beans sedang mengecek wangi kopi Arabika dari Kertamanah, Pangalengan, dalam lelang kopi KPLJB, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018) [Suara.com/Aminuddin]

Suara.com - Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat (KPLJB) menggelar lelang biji kopi siap sangrai (green beans) di acara West Java Coffee And Art yang berlangsung di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).

KPLJB melelang kopi asalan jenis Arabika dari daerah Kertamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kuantitas green beans Arabika yang dilelang mencapai 20 ton. Adapun proses pasca panen kopi yang dilelang itu menggunakan proses wet hull atau giling basah.

Manajer lelang KPLJB, Yoke DJ Sidik mengatakan tujuan diadakannya lelang itu untuk membantu petani kopi yang kesulitan untuk menjual biji kopi hasil produksinya.

"Tujuan lelang ini untuk mempermudah petani menjual kopi dengan harga yang wajar. Selama ini petani menjual tidak langsung ke petani tapi melalui bandar atau pabrik besar," ujar Yoke kepada Suara.com di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).

Nilai minimum harga yang diterapkan Yoke dalam lelang itu, per kg green beans dihargai sebesar Rp 30 ribu saja. "Kalau keinginan dari petani maunya terjual Rp 65 ribu, makanya kami bantu dan kalau harganya sepakat kami lepas," jelasnya.

Namun, peserta lelang masih belum sepakat dengan harga yang diterapkan oleh KPLJB. Rata-rata, kata dia, pembeli menginginkan harga yang lebih murah, yakni di kisaran Rp 35 ribu per kg.

"Lelang hari ini memang belum terjual 20 ton tapi buyer masih bergaining masalah harga. Penawaran tertinggi masih di angka Rp 30 ribu per kg, itu yang produksi 2016, kalau yang 2017 ada yang lebih dari 39 ribu per kg," katanya.

Menurutnya, KPLJB hanya mengambil keuntungan dua persen saja dari hasil penjualan. Persentase itu didapat dari penyedia kopi 1 persen ditambah dari pembeli 1 persen.

"Lelang kami ini masuknya makro lot, jadi minimal pembelian itu sebanyak 1 ton," katanya.

baca juga

"Pembelinya kebanyakan eksportir atau asosiasi eksportir Indonesia, pengusaha Kadin, ada trading juga produser. Kebanyakan eksportir itu Eropa, Amerika dan sekarang sampai juga ke Rusia," lanjutnya. (Aminuddin)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur Jawa Barat Puji Kinerja Bank Jabar Banten di HUT ke-57

Gubernur Jawa Barat Puji Kinerja Bank Jabar Banten di HUT ke-57

Bisnis | Jum'at, 11 Mei 2018 | 21:01 WIB

Pemprov Jabar Gelar West Java Coffee and Art 2018

Pemprov Jabar Gelar West Java Coffee and Art 2018

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 18:46 WIB

Bandung Punya Jalan Baru Bernama Kerajaan Jatim dan Yogyakarta

Bandung Punya Jalan Baru Bernama Kerajaan Jatim dan Yogyakarta

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 13:32 WIB

Pemprov Jabar Gelar Harmoni Budaya Jawa-Sunda

Pemprov Jabar Gelar Harmoni Budaya Jawa-Sunda

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 13:00 WIB

Terkini

Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026

Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:32 WIB

5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!

5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

×