Angka Kekerasan Tinggi di Papua, Menteri Yohana Lakukan Ini

Ririn Indriani, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 22 Mei 2018 | 08:47 WIB
Angka Kekerasan Tinggi di Papua, Menteri Yohana Lakukan Ini
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, saat mengunjungi Kampung Astj, suku Asmat Papua.

Suara.com - Angka kekerasan pada perempuan dan anak di Provinsi Papua paling tinggi di antara provinsi lain.

Oleh sebab itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, giat berjuang untuk penghapusan kekerasan terhadap anak di kawasan paling timur Indonesia tersebut.

Mama Yo, sapaan Menteri Yohana hadir ke pelosok negeri guna memecahkan masalah kekerasan dengan cara berdialog langsung dengan masyarakat. Salah satunya di kampung Astj, suku Asmat Papua.

Sebagian besar masyarakat Astj masih melakukan kekerasan fisik, baik guru kepada murid, orang tua kepada anak maupun suami kepada isteri.

Mama Yo berpesan agar kekerasan tidak lagi diselesaikan dengan cara adat, denda dan mediasi namun harus ditangani secara hukum.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, saat mengunjungi Kampung Astj, suku Asmat Papua.

"Ubah budaya patriarki, laki laki Astj harus melindungi, menyayangi dan memuliakan perempuan. Begitu juga dengan anak, perhatikan kesehatannya dan pendidikannya, terutama anak perempuan. Jangan begitu gadis langsung kasih nikah" tutur Mama Yo dengan logat khas Papuanya kala berdialog dengan guru, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan anak anak di kampung Astj, Kabupaten Asmat Papua belum lama ini.

Sebelumnya Menteri Yohana telah menandatangani launching Kabupaten Asmat menuju Kabupaten Layak Anak di gedung Bumiwiyata Mandala. Ada 24 indikator dan tahapan yang harus dijalani, salah satunya anak anak harus bersekolah, mendapatkan akses kesehatan, gizi yang baik dan perlindungan hak sipil.

"Yang tidak kalah penting, segeralah membuat forum anak agar terlibat di dalam musyawarah perencanaan pembangunan," tegasnya.

Demi kemajuan di Papua, maka semua elemen masyarakat harus bersatu padu menghilangkan budaya kekerasan sejak saat ini. "Kitong pu tanah ini harus maju, jangan lagi baku pukul," imbuh Menteri Yohana dalam rilis yang diterima Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelibatan Anak dalam Aksi Terorisme Bertentangan dengan UU

Pelibatan Anak dalam Aksi Terorisme Bertentangan dengan UU

News | Senin, 14 Mei 2018 | 14:41 WIB

Marak Kekerasan, KPAI: Sekolah Belum Jadi Tempat Aman Bagi Anak

Marak Kekerasan, KPAI: Sekolah Belum Jadi Tempat Aman Bagi Anak

Health | Rabu, 02 Mei 2018 | 07:29 WIB

Pukul Anaknya, Ibu Ini Bangga Lolos dari Hukuman

Pukul Anaknya, Ibu Ini Bangga Lolos dari Hukuman

News | Rabu, 04 April 2018 | 15:32 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×