Kapal Perang KRI Rencong-622 Terbakar dan Karam di Sorong

Reza Gunadha

Selasa, 11 September 2018 | 20:58 WIB
Kapal Perang KRI Rencong-622 Terbakar dan Karam di Sorong
KRI Rencong-622 milik TNI Angkatan Laut. [dok.TNI AL]

Suara.com - KRI Rencong-622 milik TNI Angkatan Laut terbakar dan akhirnya karam di sekitar 20 mil perairan dari dermaga Komando Armada III, Sorong, Papua Barat, Selasa (11/9/2018).

Kepala Subdinas Penerangan Umum Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Khusus Heddy Sakti melalui keterangan tertulis yang didapat Suara.com, menegaskan tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

”Saat kapal perang tak lagi dapat dipertahankan, dalam tradisi kami ada perintah ’peran peninggalan’. Paling akhir yang meninggalkan kapal adalah komandan,” kata Heddy.

Kekinian, kata dia, para prajurit kapal telah dievakuasi ke Markas Komando Armada III TNI AL Sorong. Selain prajurit, sejumlah alat penting dalam kapal itu juga diselamatkan.

Heddy menuturkan, belum diketahui penyebab kebakaran kapal perang tersebut. Ia memastikan, TNI AL segera membentuk tim penyidik untuk melakukan investigasi.

"Semua perkembangan akan disampaikan lebih lanjut dalam keterangan pers Dinas Penerangan TNI AL," tuturnya.

Untuk diketahui, KRI Rencong-622 merupakan unit kelas kapal cepat berpeluru kendali. Kapal ini dirakit di Tacoma, SY, Masan, Korea Selatan, tahun 1979.

Ketika dilalap si jago merah, kapal perang tersebut tengah ditugaskan di bawah kendali Gugus Keamanan Laut Komando Armada III TNI AL.

Kapal tersebut berbodi alumunium sehingga bisa bermanuver cepat, plus digerakkan oleh mesin gas turbin General Electric LM 1.500, selain dua mesin diesel untuk kecepatan rendah.

Kalau seluruh sistem propulsi itu dioperasikan, kapal tersebut bisa mencapai kecepatan 40 knot atau setara 74,08 kilometer per jam untuk wahana darat.

Kapal yang dibangun pada era perang dingin ini, dilengkapi empat peluru kendali permukaan, peluru kendali ke permukaan, dan peluru kendali dari permukaan ke udara jenis MM-38 Exocet buatan Aeropastiale, Prancis. Unit peluru kendali tersebut terbilang legendaris, karena sukses saat Perang Falkland.

Sementara setelah bekerja sama alih teknologi dengan Cina, kapal itu dipersenjatai dengan peluru kendali C-802 buatan SACCADE.

Kapal perang ini juga dilengkapi sistem pertahanan titik meriam Bofors 40/70 dan 57/70 mm buatan Bofors/Saab, Swedia.

Selain itu, ada pula pemandu tembakan Signaal WM28, kanon penangkis serangan udara Rheinmetall 20 milimeter. Terakhir, kapal ini mampu mengangkut satu helikopter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masyarakat Papua Barat Bersyukur Dapat Rumah Khusus dari PUPR

Masyarakat Papua Barat Bersyukur Dapat Rumah Khusus dari PUPR

Bisnis | Selasa, 14 Agustus 2018 | 09:26 WIB

Kapal Bermuatan Sembako Karam di Perairan Bajoe, 4 Selamat

Kapal Bermuatan Sembako Karam di Perairan Bajoe, 4 Selamat

News | Minggu, 05 Agustus 2018 | 12:28 WIB

Puluhan Mahasiswa Demo di Jakarta, Minta Papua Barat Merdeka

Puluhan Mahasiswa Demo di Jakarta, Minta Papua Barat Merdeka

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 14:40 WIB

Ketahuan Polisi, Deklarasi Negara Federal Papua Barat Batal

Ketahuan Polisi, Deklarasi Negara Federal Papua Barat Batal

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 12:21 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB