Isu Duit Panas Newmont, Fadli Zon Khawatir Jokowi Lindungi TGB

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 17 September 2018 | 15:07 WIB
Isu Duit Panas Newmont, Fadli Zon Khawatir Jokowi Lindungi TGB
Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta kasus suap disvestasi Newmont yang melibatkan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi Tuan Guru Bajang (TGB) untuk segera dituntaskan. Dirinya mengkhawatirkan kasus tersebut malah disebut sebagai timbal jasa dari pemerintah Joko Widodo atau Jokowi.

Fadli memahami bahwa TGB berada dalam kubu pendukung Bakal Calon Presiden Joko Widodo - Maruf Amin. Karena itu, Fadli mengkhatirkan nantinya publik menilai kasus ini lama diselesaikan karena ada kaitan TGB dengan garis politiknya.

"Apalagi ini juga sudah jadi perhatian publik kita khawatir ada trading mestinya lembaga seperti KPK juga melihat seperti ini. Bahwa orang-orang yang dianggap salah kemudian mendukung kekuasaan dan dilindungi oleh kekuasaan asal masalahnya itu tidak diangkat itu bagian dari korupsi juga sebenarnya," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (17/9/2018).

Oleh karena itu, Fadli meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memahami kekhawatirannya dan segara menyelesaikan kasus suap disvestasi dalam saham Newmont.

"Menurut saya sebaiknya itu di tuntaskan rumor-rumor seperti itu apakah memang benar atau tidak. Kalau benar ya harus diberikan penegakkan hukum," pungkasnya.

Untuk diketahui, Tempo melansir dugaan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang menerima aliran dana langsung ke rekening pribadinya terkait divestasi Newmont pada periode 2009-2013.

Dalam laporan itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan KPK menemukan dugaan aliran dana dari PT Recapital Asset Management ke rekening Bank Syariah Mandiri TGB nomor 0367002XXX atau 7006148XXX senilai Rp 1,15 miliar pada 2010.

Uang itu ditransfer 2 kali ke rekening TGB. KPK juga menduga uang itu berkaitan dengan pembelian 24 persen saham hasil divestasi Newmont oleh PT Multi Daerah bersaing (milik Pemerintah NTB) pada november 2009.

Namun TGB mengakui aliran dana itu merupakan uang pinjaman dari Rosan Roeslani, pemilik Recapital untuk pinjaman pondok pesantrennya, Darunnahdiatain Nahdlatul Wathan di NTB. Dia membantah jika uang itu terkait divestasi saham Newmont.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Jokowi Pastikan Isu Duit Panas TGB Tak Diintervensi Politik

Tim Jokowi Pastikan Isu Duit Panas TGB Tak Diintervensi Politik

News | Senin, 17 September 2018 | 14:53 WIB

Tim Jokowi Buka Suara soal Isu Duit Panas Newmont ke TGB

Tim Jokowi Buka Suara soal Isu Duit Panas Newmont ke TGB

News | Senin, 17 September 2018 | 14:44 WIB

Sebut Jokowi Takut Surya Paloh, Nasdem Polisikan Rizal Ramli

Sebut Jokowi Takut Surya Paloh, Nasdem Polisikan Rizal Ramli

News | Senin, 17 September 2018 | 14:37 WIB

Cermah di Masjid, Ma'ruf Amin Banggakan Proyek Jokowi di Papua

Cermah di Masjid, Ma'ruf Amin Banggakan Proyek Jokowi di Papua

News | Senin, 17 September 2018 | 14:19 WIB

Gerindra Bantah Ketum PAN Jadi Penggagas Gulingkan Ahok

Gerindra Bantah Ketum PAN Jadi Penggagas Gulingkan Ahok

News | Senin, 17 September 2018 | 13:56 WIB

Terkini

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:46 WIB

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:42 WIB

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB