Alat Pendeteksi Tsunami Tak Lagi Beroperasi Sejak 2012, Kok Bisa?

Iwan Supriyatna, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 30 September 2018 | 18:54 WIB
Alat Pendeteksi Tsunami Tak Lagi Beroperasi Sejak 2012, Kok Bisa?
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kondisi terkini pasca gempa dan tsunami di Donggala dan Palu di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyayangkan tidak lagi beroperasinya alat pendeteksi dini tsunami atau Bouy, menyusul musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Tengah.

Dia menyampaikan, alat pendeteksi tsunami yang biasa diletakkan di laut itu memang sudah lama tak beroperasi sejak tahun 2012 lalu.

"Jadi enggak ada buoy tsunami di Indonesia, sejak 2012 bouy Tsunami sudah tidak ada yang beroperasi sampai sekarang, ya tidak ada," kata Sutopo di gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).

Menurutnya, keberadaan alat tersebut sangat penting untuk bisa memberikan sinyal apakah gempa bumi bisa berpeluang atau tidak menimbulkan tsunami, terutama di kawasan perairan Indonesia.

"Ya kalau menurut saya memerlukan sangat memerlukan, wilayah Indonesia itu yang rawan tsunami kejadian tsunami sering terjadi dan menimbulkan banyak korban. Di satu sisi pengetahuan masyarakat, sikap perilaku antisipasi tsunami masih sangat minim kita memerlukan deteksi tsunami yang ditempatkan di laut," kata dia.

Dia pun menyampaikan, alasan tak lagi dioperasikannya alat tersebut karena anggaran yang butuhkan untuk pembiayaan bouy dari tahun ke tahun semakin menurun.

"Mengapa dari 2012 sampai sekarang belum diadakan ya mungkin sangat terkait dengan asal pendanaan. Kalau kita melihat ya pendanaan apalagi turun setiap tahun. Dulu sempat hampir mendekati Rp 2 triliun tahun ini hanya Rp 700 M (miliar). Nah ini jadi kendala, di satu sisi ancaman bencana meningkat, masyarakat yang terpapar teresiko semakin meningkat, kejadian bencana meningkat," katanya.

Namun demikian, Sutopo meminta agar awak media menanyakan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) karena lebih berwenang memberikan jawaban terkait alasan tak lagi dioperasikannya bouy untuk memberikan sinyal ancaman bencana tsunami.

"Detail dan sebagainya bisa ditanyakan kepada BMKG karena yang mengurusi semua terkait Indonesia tsunami early warning sistem di Indonesia itu dikoordinir di BMKG," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catatan BNPB : 209 Kali Gempa, Saluran Air dan Listrik Lumpuh

Catatan BNPB : 209 Kali Gempa, Saluran Air dan Listrik Lumpuh

News | Minggu, 30 September 2018 | 18:36 WIB

BNPB Sebut Ada Warga yang Menjarah BBM dari Truk Tangki

BNPB Sebut Ada Warga yang Menjarah BBM dari Truk Tangki

News | Minggu, 30 September 2018 | 17:59 WIB

Sambil Menangis, PNS Cantik Ini Minta Ikut BNPB ke Palu

Sambil Menangis, PNS Cantik Ini Minta Ikut BNPB ke Palu

News | Minggu, 30 September 2018 | 17:09 WIB

Terkini

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Opini | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:06 WIB

KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut

KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan

Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing

Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja

Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:42 WIB

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:32 WIB

×