Fahri Hamzah Buka Suara Soal Pidato Prabowo

Dythia Novianty | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 14 Oktober 2018 | 09:04 WIB
Fahri Hamzah Buka Suara Soal Pidato Prabowo
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, angkat bicara terkait pidato calon presiden Prabowo Subianto di acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (11/10). Dia mengingatkan, calon presiden nomer urut 02 itu untuk lebih baik terlihat bodoh asalkan menang.

Fahri Hamzah melalui akun Twitter pribadi miliknya, @Fahrihamzah mengomentari unggahan video pidato Prabowo saat menghadiri acara Rakernas LDII.

Wakil Ketua DPR itu mengomentari isi pidato Prabowo yang mengutip pernyataan ekonom Inggris yang anti terhadap sistem ekonomi neoliberalisme, John Maynard Keynes.

Berkenaan dengan itu, Fahri Hamzah mengingatkan Prabowo untuk berhati-hati. Pasalnya, kata dia, semakin terlihat pintar justru bisa membuat Capres nomer urut 02 itu kalah.

"Pak @prabowo waspadalah, bapak mengutip Keynes dll. Semakin pintar kita bisa semakin kalah...jadi mendingan bego asal menang..." kata Fahri Hamzah melalui Twitter @Fahrihamzah yang diunggah beberapa jam lalu.

Cuitan Fahri Hamzah. [Twitter]
Cuitan Fahri Hamzah. [Twitter]

Untuk diketahui, di acara Rakernas LDII, pidato Prabowo sempat mengkritik sistem ekonomi yang diterapkan Indonesia saat ini yang menurutnya menganut paham neoliberalisme. Bahkan, Prabowo menyebut bahwa sistem yang digunakan pada pemerintahan kali ini lebih parah dari neoliberalisme.

“Menurut saya, bukan ekonomi neolib lagi ini lebih parah dari neolib. Ini harus istilah baru dari neolib ini menurut saya ekonomi kebodohan, The Economics of Stupidity. Ini yang terjadi,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, calon presiden nomer urut 02 itu mangungkapkan, pada masa orde baru dirinya sendiri sempat mempercayai terhadap sistem ekonomi neoliberal. Kendati begitu menurutnya, anggapan dirinya bahwa sistem neoliberal yang awalnya akan memperkaya segelintir elit itu akan memberikan efek menetes kebawah (trickle down) untuk turut menaikan nilai ekomoni kalangan bawah itu tidak benar.

"Ternyata yang kaya tambah kaya nggak trickle-trickle. Sampai ada orang yang hebat namanya Keynes, Keynes dari dulu nggak percaya dengan ini. Dia bilang iya bener netes, netesnya nanti sesudah kita mati semua baru turun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Uno Beberkan Ekonomi Kebodohan yang Disebut Prabowo

Sandiaga Uno Beberkan Ekonomi Kebodohan yang Disebut Prabowo

Bisnis | Minggu, 14 Oktober 2018 | 05:24 WIB

Soal Tagline Donald Trump, Demokrat: Spiritnya Kita Ambil

Soal Tagline Donald Trump, Demokrat: Spiritnya Kita Ambil

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:40 WIB

Pernyataan Andi Arief Soal Prabowo Bikin Kubu Jokowi Keheranan

Pernyataan Andi Arief Soal Prabowo Bikin Kubu Jokowi Keheranan

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:30 WIB

Disebut Tiru Slogan Presiden AS, Prabowo: Saya Mau Indonesia Kuat

Disebut Tiru Slogan Presiden AS, Prabowo: Saya Mau Indonesia Kuat

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:15 WIB

Urung Bertemu Prabowo Subianto, Jokowi Sampaikan Salam Hormat

Urung Bertemu Prabowo Subianto, Jokowi Sampaikan Salam Hormat

News | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 06:12 WIB

Sebut Prabowo Tak Serius, Politikus Demokrat Bela Rekannya

Sebut Prabowo Tak Serius, Politikus Demokrat Bela Rekannya

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 18:52 WIB

Terkini

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026

Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:04 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:38 WIB

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:32 WIB

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB