Jawaban Menohok Kubu Prabowo Usai Disebut Berkali-kali Minta Maaf

Bangun Santoso, Erick Tanjung

Senin, 19 November 2018 | 13:58 WIB
Jawaban Menohok Kubu Prabowo Usai Disebut Berkali-kali Minta Maaf
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono di Jakarta, Senin (9/1/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo atau Jokowi–Ma’ruf Amin, Hasto Kristyanto berharap pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto–Sandiaga Uno tidak mengulang permintaan maaf ke publik. Hasto menyebut permintaan maaf pasangan Prabowo-Sandiaga sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono membalikkan pertanyaan ke kubu Jokowi-Ma'ruf yang dinilainya beberapa kali melakukan kesalahan dan meminta maaf.

"Kalau kubu Jokowi-Ma'ruf Amin salah nggak pernah minta maaf. Soal penyebutan sontoloyo, soal mobil Esemka yang katanya launching bulan Oktober, pernyataan Bupati Boyolali dan sebagainya," kata Ferry kepada Suara.com, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, sikap permintaan maaf pasangan nomor urut 2 yang berulang kepada masyarakat merupakan hal yang wajar.

"Jadi ada perbedaan yang sangat jelas dengan kami. Biarlah kami tetap mengambil sikap meminta maaf sekiranya ada pihak yang kurang berkenan, nanti masyarakat yang akan menilainya," ujar juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu.

Sebelumnya, Hasto Kristyanto berharap kubu Prabowo tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan yang ujungnya meminta maaf kepada masyarakat.

"Apa yang terjadi dengan permintaan maaf yang dilakukan berulang kali oleh pak Prabowo dan pak Sandi sebaiknya jangan terjadi lagi dengan memanfaatkan karakter dan kultur rakyat Indonesia yang pemaaf," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Menurut Hasto, permohonan maaf kali ketiga yang dilakukan pasangan Prabowo -Sandiaga seharusnya dijadikan ajang memperbaiki diri, bukan saling menyerang. Ia pun berharap, kampanye pada Pemilu 2019 bisa dijadikan sebagai adu gagasan dan program.

"Tetapi itu betul-betul harus jadi momentum otokritik agar kampanye ini bukan saling serang. Tapi kampanye ini menyampaikan gagasan, adu rekam jejak dan program kepentingan bangsa dan negara," kata dia.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menyebut seorang pemimpin seharusnya memiliki tanggung jawab dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.

baca juga

Untuk diketahui, pasangan Prabowo-Sandiaga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik sebanyak tiga kali selama masa kampanye Pilpres.

Pertama kali, Prabowo Subianto meminta maaf terkait kasus hoaks Ratna Sarumpet. Kedua Prabowo kembali meminta maaf kepada warga Boyolali terkait pernyataan tampang Boyolali.

Kemudian baru-baru ini, Sandiaga Uno meminta maaf karena kedapatan melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syamsuri di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikut Jokowi ke Pasar, Iriana Beli Telur Tak Minta Uang Kembalian

Ikut Jokowi ke Pasar, Iriana Beli Telur Tak Minta Uang Kembalian

Bisnis | Senin, 19 November 2018 | 12:57 WIB

Koalisi Save Nuril Menyerahkan Petisi dan Surat ke Jokowi

Koalisi Save Nuril Menyerahkan Petisi dan Surat ke Jokowi

News | Senin, 19 November 2018 | 12:40 WIB

Jokowi Tak Bisa Tolong Baiq Nuril Pasca Putusan MA

Jokowi Tak Bisa Tolong Baiq Nuril Pasca Putusan MA

News | Senin, 19 November 2018 | 11:51 WIB

Terkini

Sportwear untuk Olahraga Santai, Nyaman Bergerak Tanpa Ribet

Sportwear untuk Olahraga Santai, Nyaman Bergerak Tanpa Ribet

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Moisturizer Wardah Mana yang Bagus untuk Anti Penuaan? Cek Kandungan dan Ulasannya

Moisturizer Wardah Mana yang Bagus untuk Anti Penuaan? Cek Kandungan dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Prabowo Sebut Kebangkitan Indonesia Kerap Diganggu Asing: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Negara

Prabowo Sebut Kebangkitan Indonesia Kerap Diganggu Asing: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Soal 2 Tahun Pemerintahan, Hasto PDIP Sebut Gibran Jadi Beban Prabowo

Soal 2 Tahun Pemerintahan, Hasto PDIP Sebut Gibran Jadi Beban Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:38 WIB

BRI Awali Kick-Off HUT ke-131 Dengan Semangat Tumbuh Berkelanjutan

BRI Awali Kick-Off HUT ke-131 Dengan Semangat Tumbuh Berkelanjutan

Lampung | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:37 WIB

KPK Peringatkan Dampak Usulan Luhut Hapus Kerugian Negara dari Definisi Korupsi

KPK Peringatkan Dampak Usulan Luhut Hapus Kerugian Negara dari Definisi Korupsi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:37 WIB

BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131

BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131

Malang | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Pemberdayaan UMKM dan Aksi Hijau Warnai Kick-Off HUT ke-131 BRI

Pemberdayaan UMKM dan Aksi Hijau Warnai Kick-Off HUT ke-131 BRI

Bogor | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa

Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×