Cerita Polisi di Balik Penangkapan Hercules

Bangun Santoso | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Kamis, 22 November 2018 | 11:39 WIB
Cerita Polisi di Balik Penangkapan Hercules
Mantan preman penguasa Tanah Abang, Hercules Rosario Marshal ditangkap aparat Polres Jakarta Barat. (Suara.com/ M. Yasir)

Suara.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut penangkapan terhadap Hercules Rosario Marshal kali ini berdasarkan aduan dari masyarakat. Hal tersebut lantaran Hercules dan anak buahnya kerap melakukan tindak pemerasan di beberapa wilayah atau pendudukan tanah di daerah Kalideres, Jakarta Barat.

Argo menyebut pengaduan yang diterima Polres Jakarta Barat datang dari salah satu perusahaan yang jadi korban pemerasan. Hercules diketahui dikenal sebagai mantan preman sekaligus penguasa Tanah Abang.

“Jadi memang ada pelaporan dari salah satu PT yang memiliki beberapa lahan di sana yang setiap mau masuk ke lahan itu dia dikenakan cas (biaya) ataupun dipungut sama beberapa preman di sana, kemudian juga ada pengrusakan di kantornya,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Argo menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, Hercules dan anak buahnya diduga sering melakukan pungutan uang kepada pekerja PT yang akan masuk ke wilayah kekuasaannya.

"(Pungutan) antara Rp 500 ribuan," sebut Argo.

Menurut Argo, bahwa sebelum Hercules ditangkap, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap warga yang pernah jadi korban pemerasan dan saksi.

“Nah tentunya ini jadi tugas kepolisian dari keluhan keresahan masyarakat. Kita kumpulkan informasi dari masyarakat yang mengalami kemudian saksi-saksi yang lain baru kita lakukan penangkapan," Argo menjelaskan.

Diketahui, aparat Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap Hercules Rosario Marshal mantan preman sekaligus penguasa Tanah Abang di kediamannya di Kompleks Kebon Jeruk Indah, Blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (21/11/2018).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu mengklaim Hercules tak berkutik ketika petugas melakukan upaya penangkapan.

Dia menyebutkan Hercules merupakan aktor utama dari kelompok preman yang secara paksa meminta uang sebanyak Rp 500 ribu kepada setiap penghuni.

"Pimpinan kelompok preman ini diketahui sebagai aktor utama dari penyerangan kantor PT Nila, yang saat itu diserang oleh 60 orang preman yang menggunakan senjata tajam," ujar Edi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Marak Premanisme di Jakarta, Alasan Polisi Bekuk Hercules

Marak Premanisme di Jakarta, Alasan Polisi Bekuk Hercules

News | Rabu, 21 November 2018 | 21:56 WIB

Hercules Menyerang dan Menguasai Ruko Secara Tidak Sah

Hercules Menyerang dan Menguasai Ruko Secara Tidak Sah

News | Rabu, 21 November 2018 | 19:59 WIB

Hercules Kerahkan Puluhan Preman Duduki Dua Lahan di Kalideres

Hercules Kerahkan Puluhan Preman Duduki Dua Lahan di Kalideres

News | Rabu, 21 November 2018 | 18:35 WIB

Jadi TSK, Hercules Terancam 7 Tahun Penjara

Jadi TSK, Hercules Terancam 7 Tahun Penjara

News | Rabu, 21 November 2018 | 18:07 WIB

Dibekuk Polisi di Kediaman, Hercules Tak Melawan

Dibekuk Polisi di Kediaman, Hercules Tak Melawan

News | Rabu, 21 November 2018 | 17:50 WIB

Terkini

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:22 WIB

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:17 WIB