ITF Berpotensi Cemari Udara, Walhi Minta DKI Publikasikan Dokumen Amdal

Dwi Bowo Raharjo | Chyntia Sami Bhayangkara
ITF Berpotensi Cemari Udara, Walhi Minta DKI Publikasikan Dokumen Amdal
Deretan gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Jumat (22/9).

Walhi tidak pernah dilibatkan secara langsung dalam pembahasan Amdal ITF.

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta agar Pemprov DKI Jakarta mempublikasikan hasil dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) atau pengolahan sampah modern di Sunter, Jakarta Utara. Hal itu dilakukan agar warga mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pembangunan ITF.

Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan, sebelum groundbreaking yang dijadwalkan pada 20 Desember mendatang pembangunan ITF harusnya sudah mengantongi Amdal.

"Kita sendiri belum melihat bagaimana Amdalnya. Kalau dia mau terbuka, ya buka Amdalnya kepada publik. Karena ini kan menyangkut publik banyak, itu yang menjadi penting," kata Tubagus saat dihubungi Suara.com, Senin (17/12/2018).

Keterbukaan dokumen Amdal kepada publik bertujuan agar warga mengetahui secara persis mekanisme pengolahan sampah yang ada di ITF. Sehingga, warga yakin bahwa keberadaan ITF tidak menambah sumber pencemaran udara baru bagi Ibu Kota.

Menurut Tubagus, selama ini Walhi tidak pernah dilibatkan secara langsung dalam pembahasan Amdal ITF. Sementara keterlibatan organisasi lingkungan dan masyarakat merupakan syarat penting terbentuknya Amdal.

"Sudah ada belum (Amdalnya)?, dia main groundbreaking saja. Mana izin lingkungannya, mana Amdalnya itu dibuka ke publik," ungkap Tubagus.

Pembangunan ITF sudah direncanakan sejak era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo.

Namun setelah tiga kali berganti gubernur, barulah pada era kepemimpinan Anies Baswedan saat ini ITF akan mulai dilakukan grounbreaking pada 20 Desember 2018 mendatang.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS