Pelaku Masih Misterius, Ini 8 Fakta Pembunuhan Siswi SMK di Bogor

Bangun Santoso

Selasa, 15 Januari 2019 | 15:30 WIB
Pelaku Masih Misterius, Ini 8 Fakta Pembunuhan Siswi SMK di Bogor
Lokasi penusukan yang tewaskan siswi SMK di Bogor. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Tepat sepekan berlalu, teka teki pelaku penusukan yang menewaskan siswi SMK bernama Andriana Yubelia Noven Cahya (18) di sebuah gang kecil di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat masih misteri.

Kepolisian kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku penusukan siswi kelas 3 tersebut. Padahal, aksi keji itu sempat terekam oleh kamera pengawas CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Meski sudah mengantongi rekaman video CCTV, kekinian pihak kepolisian belum juga mendapatkan titik terang. Kali ini, Suara.com akan mengulas kembali kronologi penusukan tersebut serta sejumlah fakta yang berhasil dihimpun di lapangan.

1. Terekam Kamera CCTV

Aksi penusukan terhadap Noven itu berhasil terekam kamera pengawas CCTV yang terpasang tepat di sekitar lokasi kejadian pada Selasa 8 Januari 2019 lalu. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mondar-mandir sesaat sebelum penusukan terjadi.

Tidak lama kemudian, Noven yang diketahui baru saja pulang sekolah di SMK Baranangsiang terlihat turun menaiki anak tangga menuju ke arah pelaku. Setelah itu, pelaku yang mengenakan kaos tim sepak bola berwarna biru garis hitam dengan celana panjang hitam berjalan perlahan mendekati Noven.

Ketika berpapasan, pelaku langsung menusukan senjata tajam yang dibawanya ke arah dada kiri Noven. Sontak, Noven terhuyung-huyung bersimbah darah dan pelaku berlari ke arah atas tangga.

"Tidak ada yang tahu jelas saat kejadian, karena memang sepi. Tapi dari rekaman CCTV pelaku terlihat seperti sudah menunggu korban, langsung nusuk terus kabur ke atas," kata Deky, salah satu warga saat ditemui Suara.com, Selasa (8/1/2019).

2. Luka Tusuk Sedalam 22 cm

baca juga

Luka tusuk yang dialami Noven membuatnya meninggal dunia saat akan mendapat perawatan di rumah sakit terdekat. Hasil visum sementara, diketahui korban mengalami luka tusuk senjata tajam sedalam 22 sentimeter dengan lebar 3 sentimeter di bagian dada kiri atau tepat di jantung Noven.

Bahkan, senjata tajam yang digunakan pelaku masih menancap di tubuh korban saat dibawa ke rumah sakit. Sementara, polisi berhasil menemukan sarung senjata tajam pelaku yang tertinggal di semak-semak.

"Hasil visum, korban meninggal dunia dengan luka tusuk senjata tajam sedalam 22 sentimeter dan lebar 3 sentimeter," ujar Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Yuni Astuti, Selasa (8/1/2019).

3. Korban Diduga Telah Diintai Pelaku

Pelaku penusukan Noven diduga sudah mengintai di sekitar kost-kostan sehari sebelum kejadian. Hal itu dikatakan anak penjaga kost tempat korban tinggal bernama Roja Meylani Putri yang sempat melihat pria mirip dengan pelaku pada Senin 7 Januari 2019.

"Saya kan setiap hari kalau mau sekolah lewat gang itu. Senin kemarin, pas berangkat sama pulang sekolah lihat ada cowok itu. Kemarin juga sama lihat lagi," kata anak dari penjaga indekos korban, Roja Meylani Putri, kepada Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Roja pun meyakini bahwa pria tersebut memiliki ciri-ciri yang sama dengan pelaku penusukan dari hasil rekaman kamera pengawas CCTV di lokasi. Namun, ia mengaku tidak mengenal dengan sosok pria tersebut.

"Saya sudah lihat rekaman CCTV-nya, sama kaya cowok yang dari kemarin di gang. Pas tadi pagi saya ketemu cowok itu pakai baju sama seperti di CCTV (biru garis-garis hitam). Dia emang sengaja udah nungguin korban kayaknya," ungkap Roja.

4. Diduga Sakit Hati

Tim gabungan dari Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat dan Mabes Polri diterjunkan untuk mengungkap kasus ini. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menduga bahwa kasus penusukan seperti ini pada umumnya bermotif sakit hati atau dendam.

Sedikit banyak sudah ada gambarannya, ini yang sedang kita dalami. Pada umumnya kasus seperti ini ada motif dendam atau sakit hati, korelasinya ke situ," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, di lokasi kejadian, Selasa (8/1/2019) dini hari.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan motif di balik pembunuhan sadis tersebut karena pelaku belum tertangkap. Timnya masih bekerja keras berupaya memburu penusuk siswi kelas 3 tersebut.

5. Pintar dan Model Fashion Show di Sekolah

Wali kelas sekaligus guru jahit korban, Endang Tri Astuti mengatakan, gadis yang akrab disapa Noven itu dikenal aktif dan pintar karena selalu mendapatkan rangking 3 besar sejak duduk di bangku kelas 1.

"Dia anaknya pintar, selalu rangking 3 besar dari kelas 1 jurusannya busana butik. Di kelas termasuk yang pintar lah," kata Endang, saat ditemui Suara.com di RS PMI Kota Bogor, Ranu (8/1/2019) dini hari.

Tidak hanya itu, Noven pun juga diketahui sebagai salah satu model fashion show di sekolahnya. Kepintaran dan paras cantiknya membuat Noven banyak dikenal dan disukai oleh teman-temannya.

"Cantik, baik juga, ramah, suka membatu temannya, pintar terus dia juga model fashion show di sekolah. Ya jadi banyak di sukain di sekolah. Enggak nyangka dia jadi korban penusukan begini," ungkap Endang.

6. Curhatan Noven Kepada Sahabatnya

Dua hari sebelum insiden penusukan terjadi, Noven sempat mencurahkan isi hati (curhat) kepada teman sekolah sekaligus teman kostnya bernama Vanessa Aurelia. Kepada Vanessa, Noven bercerita telah putus hubungan dengan pacarnya yang merupakan adik kelas di sekolah mereka bernama Jeremy.

"Hari Minggu sempet curhat ke aku, dia udah putus sama Jeremy. Alasannya enggak boleh pacaran dulu sama ayahnya," kata Vanessa, Kamis (10/1/2019).

Selepas putus, kedua remaja tersebut terlihat baik-baik saja, tidak rasa benci ataupun dendam. Bahkan, satu sama lain masih sering berkomunikasi. Noven juga pernah bercerita jika dia sedang dekat dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook.

"Mantan terakhirnya (Jeremy) juga masih kontak-kontakan sama saya. Setahu saya enggak ada yang aneh, mereka sudah putus tapi baik-baik aja. Kalau yang di Facebook itu, Noven belum pernah ketemu, cuma sekedar chatingan," ungkap Vanessa.

7. Sempat Muncul Pria Inisial S

Polresta Bogor Kota sempat mencurigai seorang pria berinisial S yang diduga menjadi pelaku penusukan Noven. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak temukan indikasi bahwa pria tersebut menjadi pelaku.

"Ya betul (S) sudah diamankan, tapi bukan dia pelakunya, sedang dilakukan pendalaman," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, saat ditemui Suara.com di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).

Pria tersebut, kata Hendri, memang sempat sebagai terduga pelaku dalam kasus pembunuhan Noven. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kecil kemungkinan S sebagai terduga pelaku.

"Kita belum bisa juga katakan dia bukan pelaku, tapi saya katakan kemungkinan dia bukan pelakunya. Karena dari alibi yang dia lakukan, bukti-bukti yang didapat, saksi-saksi yang dihadirkan dia kemungkinan besar bukan dia pelakunya," jelas Hendri.

8. Sebar Sketsa Wajah Pelaku

Dalam waktu dekat, Polresta Bogor Kota akan menyebar sketsa wajah pelaku penusukan Noven. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini.

"Dalam waktu dekat (sketsa wajah pelaku) akan kita sebar, karena masih dibuat," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (14/1/2019).

Menurut Hendri, sudah sekitar 18 orang saksi yang diperiksa terkait kasus yang menewaskan siswi kelas 3 SMK tersebut.

"Perekembangan yang signifikan belum ada, tim masih bekerja mencari berbagai kemungkinan. Ada hal-hal yang belum bisa disampaikan ke temen-temen. Proses masih terus berjalan," ucap Hendri.

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bawaslu: Pose Satu Jari Wali Kota Bima Arya Bukan Kampanye

Bawaslu: Pose Satu Jari Wali Kota Bima Arya Bukan Kampanye

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 12:19 WIB

Menolak Rujuk, Hasnatul dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan Suami Ketiga

Menolak Rujuk, Hasnatul dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan Suami Ketiga

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 08:15 WIB

Nonton Sepak Bola, Kakek Eloy Tewas Ditembak Pencuri Motor

Nonton Sepak Bola, Kakek Eloy Tewas Ditembak Pencuri Motor

News | Sabtu, 12 Januari 2019 | 21:02 WIB

Wali Kota Bogor Ungkap Perkembangan Kasus Pembunuhan Siswi SMK

Wali Kota Bogor Ungkap Perkembangan Kasus Pembunuhan Siswi SMK

News | Sabtu, 12 Januari 2019 | 06:08 WIB

Polisi Temukan Fakta Baru Saat Reka Ulang Pembunuhan Wanita di Apartemen

Polisi Temukan Fakta Baru Saat Reka Ulang Pembunuhan Wanita di Apartemen

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 05:54 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×