Bantah Soal Propaganda Rusia, Sandiaga Minta Jokowi Berhenti Menyerang

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 04 Februari 2019 | 23:35 WIB
Bantah Soal Propaganda Rusia, Sandiaga Minta Jokowi Berhenti Menyerang
Sandiaga Uno di SMA Pangudi Luhur I, Jalan Brawijaya IV, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019). (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menangkis ucapan Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi soal adanya tim sukses yang menerapkan Propaganda Rusia dalam kampanye Pilpres 2019. Selebihnya Sandiaga meminta agar Jokowi tidak terus menggulirkan tudingan tersebut.

Sandiaga menegaskan bahwa kubunya yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga sama sekali menerapkan sistem Propaganda Rusia dalam kampanye Pilpres 2019.

"Dapat kami pastikan itu tidak betul dan saya tidak ingin sahut menyahut dengan pak presiden itu," kata Sandiaga, Senin (4/2/2019) malam.

Diketahui, propaganda Rusia itu dikenal dengan istilah firehose of the falsehood atau selang pemadam kebakaran atas kekeliruan. Propaganda Rusia ini pernah dipakai Donald Trump dalam kampanyenya sebagai Calon Presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu. Teknik itu sendiri caranya melakukan kebohongan yang diproduksi secara masif dan simultan melalui media-media pemberitaan yang mereka miliki.

Sandiaga mengungkapkan apabila serangan-serangan yang dilemparkan oleh Jokowi ke kubu Prabowo - Sandiaga tidak perlu ditanggapi terus-menerus. Sebab, dia menilai apabila terus dilahap oleh kubunya, malah akan menciptakan suasana Pilpres yang panas.

"Kalau enggak, saling serang-menyerang, akhirnya pilpres yang kita inginkan, satu pilpres yang damai, sejuk, tidak tercipta," ujarnya.

"Kita semua fokus dengan seperti yang disampaikan, propaganda kita ingin menciptakan lapangan kerja, propaganda Prabowo-Sandiaga itu memastikan harga-harga stabil," pungkasnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menyindir soal propaganda Rusia yang tengah dipraktikkan dalam Pemilihan Presiden 2019. Dirinya menyebut ada tim sukses yang tengah menjalani propaganda tersebut. Propaganda Rusia sendiri merupakan teori propaganda dengan cara menyebarkan kebohongan sebanyak-banyaknya sehingga membuat masyarakat menjadi ragu menentukan pilihan.

baca juga

"Problemnya, ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda Rusia. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan fitnah. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan dusta dan hoax,” kata Jokowi saat bertemu dengan ribuan pendukungnya di pelataran Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding Jokowi Ada Konspirasi Rusia, Jawaban Prabowo Menohok

Dituding Jokowi Ada Konspirasi Rusia, Jawaban Prabowo Menohok

News | Senin, 04 Februari 2019 | 20:33 WIB

Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Prabowo: Jokowi Bisa Rusak Diplomasi

Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Prabowo: Jokowi Bisa Rusak Diplomasi

News | Senin, 04 Februari 2019 | 20:22 WIB

Salah Sebut Nama Prabowo, Fadli Zon: Doa Mbah Moen Sudah Didengar Allah

Salah Sebut Nama Prabowo, Fadli Zon: Doa Mbah Moen Sudah Didengar Allah

News | Senin, 04 Februari 2019 | 17:17 WIB

Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Jokowi Minta Pemerintah Rusia Tak Salah Paham

Kisruh Propaganda Rusia, Kubu Jokowi Minta Pemerintah Rusia Tak Salah Paham

News | Senin, 04 Februari 2019 | 17:09 WIB

Doa Imlek Kaum Tionghoa: Semoga Pilpres 2019 Lacar, Tak Ada Perselisihan

Doa Imlek Kaum Tionghoa: Semoga Pilpres 2019 Lacar, Tak Ada Perselisihan

News | Senin, 04 Februari 2019 | 16:51 WIB

Terkini

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:29 WIB

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:25 WIB

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:23 WIB

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:17 WIB

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:58 WIB

10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:56 WIB

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:45 WIB

Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar

Brasil Berani Cabut Subsidi BBM Jenis Bensin, Tapi Hati-hati dengan Solar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:42 WIB

Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!

Ratusan Juta Duit Proyek Jadi Bukti, Bupati Langkat Tak Berkutik Saat Ditangkap!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:36 WIB

×