Ibu Disabilitas Ini Ditolak Masuk ke Mal, Alasannya Kursi Roda Rusak Lantai

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 12 Februari 2019 | 14:29 WIB
Ibu Disabilitas Ini Ditolak Masuk ke Mal, Alasannya Kursi Roda Rusak Lantai
Seorang ibu penyandang disabilitas ditolak masuk ke toko cokelat di pusat perbelanjaan modern di daerah Batu Kawan, Penang, Malaysia, dengan alasan diskriminatif. [Facebook/Rozita]

Suara.com - Seorang ibu penyandang disabilitas ditolak masuk ke toko cokelat di pusat perbelanjaan modern di daerah Batu Kawan, Penang, Malaysia, dengan alasan diskriminatif.

Seperti diberitakan New Straits Times, Senin (11/2/2019), ibu yang datang bersama bocah perempuan itu ditolak masuk gerai karena dikhawatirkan kursi rodanya merusak lantai toko.

Kasus itu mencuat ke publik setelah pengguna Facebook bernama Rozita Othman mengunggah foto, serta menceritakan kronologis kejadian diskriminatif tersebut.

“Ibu berkursi roda ini adalah saudara iparku. Saat kami berbelanja di mal di Batu Kawan, dan mau membeli cokelat, dia ditolak masuk. Alasan pegawai toko tak masuk akal, bahwa kursi rodanya bakal merusak lantai,” tutur Rozita.

Ia mengatakan, aksi diskriminatif itu terjadi saat mereka hendak memasuki toko. Saat itulah pegawai toko mengadang, menghentikan mereka, dan mengatakan ibu berkursi roda tak boleh masuk. Sebab, kursi roda akan merusak mozaik pada lantai mereka.

Tulisan Rozita itu disebar ulang oleh laman komunitas Facebook Penang Kini, yang kontan menyulut amarah serta protes warga setempat.

Bahkan, warga Penang mencetuskan gerakan memboikot gerai cokelat tersebut. Sebab, ternyata, hal ini bukan kali pertama terjadi.

Berdasarkan penelusuran New Straits Times, Desember 2018, pada halaman resmi toko itu di Facebook, terdapat komplain warga bahwa kereta dorong bayi tak boleh masuk ke gerai tersebut.

New Straits Times menghubungi pemilik gerai cokelat tersebut. Namun, juru bicara gerai itu membantah terdapat aksi diskriminatif.

“Ini mungkin kesalahan dari staf baru kami. Mereka mungkin tidak menyadarinya. Kami tidak memiliki putusan seperti itu. Kami meminta maaf atas nama staf kami. Siapa pun yang membawa kereta dorong atau pemakai kursi roda dapat masuk tanpa masalah, ” kata juru bicara gerai toko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serena Kaget Fotonya Dicuri Pak Guru untuk Dijajakan sebagai PSK Online

Serena Kaget Fotonya Dicuri Pak Guru untuk Dijajakan sebagai PSK Online

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 14:12 WIB

WNI Diduga Jadi Korban Mutilasi, Polisi Malaysia Ambil Sampel DNA Keluarga

WNI Diduga Jadi Korban Mutilasi, Polisi Malaysia Ambil Sampel DNA Keluarga

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 13:31 WIB

Kursi Roda Dilarang Masuk Toko, Wanita Ini Curhat Kesal

Kursi Roda Dilarang Masuk Toko, Wanita Ini Curhat Kesal

Lifestyle | Selasa, 12 Februari 2019 | 07:42 WIB

Heboh Pernikahan Anak 11 Tahun di Malaysia, Korban dari Rohingya

Heboh Pernikahan Anak 11 Tahun di Malaysia, Korban dari Rohingya

Lifestyle | Minggu, 10 Februari 2019 | 21:25 WIB

Terkini

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:43 WIB

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:34 WIB

Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku

Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:32 WIB

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:27 WIB

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:13 WIB

8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:10 WIB