Aktivitas Vulkanik Meningkat, Warga Hidupkan Ronda Merapi

Chandra Iswinarno Suara.Com
Kamis, 07 Maret 2019 | 16:12 WIB
Aktivitas Vulkanik Meningkat, Warga Hidupkan Ronda Merapi
Gunung Merapi. (Suara.com/Sri Handayani)

Suara.com - Semakin seringnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas guguran dan guguran lava, menginisiasi masyarakat di lereng gunung tersebut menghidupkan kembali "Ronda Merapi".

Langkah tersebut dilakukan warga desa teratas di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk antisipasi dan waspada peningkatan aktivitas gunung teraktif di dunia tersebut.

"Masyarakat di lereng Merapi sejak beberapa waktu lalu mulai menghidupkan kembali kegiatan 'Ronda Merapi', seiring semakin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas guguran dalam beberapa hari terakhir ini," kata Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Kamis (7/3/2019).

Ronda Merapi tidak hanya dilakukan di Desa Glagaharjo saja, tetapi dilakukan warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi dan desa-desa lain di lereng Merapi.

"Ronda Merapi juga dilakukan masyarakat di Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, di Dusun Turgo, Kecamatan Pakem dan daerah lain yang juga punya potensi bahaya besar juga dilakukan," katanya.

Kepala Desa Glagaharjo Suroto mengatakan, sebagai salah satu langkah antisipasi meningkatnya aktivitas Gunung Merapi adalah dengan menghidupkan kembali Ronda Merapi.

"Ronda ini ya seperti ronda-ronda biasa hanya saja ronda ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan aktivitas Merapi," katanya.

Ia mengatakan, aktivitas Merapi memang tidak dapat diprediksi, termasuk luncuran awan panas guguran.

"Sehingga adanya kegiatan ronda yang dilakukan warga secara bergiliran ini untuk menjaga kondusifitas warga sekitar," katanya.

Baca Juga: Tiga Pilarnya Absen, PSS Sleman Pincang Hadapi Borneo FC

Aktivitas Gunung Merapi mulai menunjukkan peningkatan pada beberapa waktu terakhir.

Beberapa kali, guguran awan panas yang terjauh adalah dua kilometer. Meski jarak luncuran masih aman untuk warga lereng Merapi, namun karena radius aman yang direkomendasikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) adalah lebih dari tiga kilometer dari puncak. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI