Banjir di Jawa Timur Mulai Surut, Tapi Hujan Lebat Masih Mengancam

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 08 Maret 2019 | 15:57 WIB
Banjir di Jawa Timur Mulai Surut, Tapi Hujan Lebat Masih Mengancam
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Ngawi difoto dari udara dengan pesawat Helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sanjaya Bogor yang dipiloti Mayor Pnb Nugroho Tri dan co-pilot Lettu Pnb Septian Sihombing yang sedang bertugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Lanud Iswahjudi, di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (8/3). [ANTARA FOTO/Siswowidodo]

"Dusun Pojok, Desa Sogo, Balerejo, yang berbatasan dengan Ngawi, pada Kamis malam terpantau air naik di sana. Tapi desa lainnya sudah surut semua," ujar Bupati Dawami.

Karena air telah berangsur surut, sejumlah warga yang sebelumnya bertahan di posko bencana, baik yang berada di tiap desa ataupun kecamatan, terpantau pulang ke rumah masing-masing. Demikian juga warga yang mengungsi ke rumah saudara ataupun tetangga yang tidak terdampak banjir. Kebanyakan semua telah kembali untuk membersihkan rumah pascabanjir surut.

Bupati menjelaskan, setelah fokus pada penanganan warga terdampak banjir guna menghindari korban jiwa pada dua hari terakhir, selanjutnya, selama 14 hari status tanggap darurat, akan dilakukan penanganan pascabanjir.

Penanganan pascabanjir dari sisi kesehatan yang paling penting dan maksimal. Ia menginstruksikan kebutuan kesehatan dan air bersih akan ditangani langsung oleh pemerintah kabupaten. Hal itu dipenuhi selama masa tanggap darurat bencana berlangsung.

Sementara, kondisi yang sama terpantau untuk banjir yang melanda di Kabupaten Ngawi. Warga yang semalam bertahan di posko pengungsian, telah pulang untuk melakukan aktivitas bersih-bersih rumah.

"Air sudah surut, hanya tinggal genangan di area sawah yang lebih rendah dari jalan dan rumah," kata warga Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Sadaryanto.

Data BPBD Jawa Timur mencatat, selama beberapa hari terakhir, bencana banjir telah menerjang 15 kota/kabupaten di Jatim. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun akibat meluapnya sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun

Sebanyak 39 desa, delapan kecamatan di kabupaten setempat terendam banjir sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir, dua unit rumah rusak berat, 253 hektare sawah tergenang , tiga titik tanggul rusak, dua unit jembatan rusak, satu unit gorong-gorong rusak dan ribuan ternak terdampak.

Sedangkan di Ngawi, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun yang merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 desa di enam kecamatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 12.495 kepala keluarga terdampak banjir yang terjadi di 15 kabupaten di Jawa Timur.

baca juga

"Data sementara, banjir menyebabkan lebih dari 12.495 KK terdampak dan sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada siaran pers yang diterima Antara di Surabaya, Kamis malam.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Jatim, kata dia, 15 kabupaten yang dilanda banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan, dan Blitar.

"Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun, akibat meluapnya Sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Madiun," ucapnya.

Ia merinci, sebanyak 39 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Madiun terendam banjir, sehingga menyebabkan 4.317 KK atau 17.268 jiwa terdampak banjir, dua unit rumah rusak berat, 253 hektare sawah tergenang , tiga titik tanggul rusak, dua unit jembatan rusak, satu unit gorong-gorong rusak, dan ribuan ternak terdampak.

Banjir dengan ketinggian 50-100 centimeter, kata Sutopo, terjadi di Kabupaten Ngawi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun yang merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 desa di enam kecamatan.

Lalu, banjir di Kabupaten Nganjuk disebabkan luapan air Sungai Kuncir di Desa Sonopatik Berbek, sehingga merendam jalan raya dan permukiman warga di delapan dusun, tiga kelurahan, 12 desa, enam kecamatan dengan ketinggian 10-100 centimeter.

"Sebanyak 456 KK terdampak banjir dan sampai saat ini pendataan serta penanganan darurat masih masih dilakukan," katanya.

Sedangkan, beberapa daerah yang menjadi perbatasan Surabaya yang merupakan Ibu Kota provinsi juga terjadi banjir, seperti Gresik dan Sidoarjo. Di Gresik, banjir akibat luapan Kali Miru berdampak pada tiga kecamatan, yaitu Kedamaean, Driyorejo dan Dukun dengan ketinggian 20-100 centimeter hingga mengakibatkan 90 unit rumah tergenang.

Kemudian di Sidoarjo, banjir disebabkan luapan Sungai Avoer Krembung II sehingga berdampak pada rumah tergenang dan 498 KK di tiga desa terendam antara ketinggian 20-40 centimeter.

Sementara itu, di Kabupaten Probolinggo puting beliung dan banjir terjadi di Desa Tambak Rejo Kecamatan Tongas yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dan seorang lainnya luka ringan. Beberapa daerah lainnya, yaitu Kabupaten Magetan akibat meluapnya air sungai ke jalan dengan ketinggian air mencapai 125 centimeter, di Kabupaten Kediri karena luapan di Desa Gempolan Kecamatan Gurah menyebabkan SDN Gembolan 1 terendam air setinggi 30-50 centimeter.

Berikutnya di Kabupaten Bojonegoro akibat luapan air Sungai Pacal, banjir Kabupaten Tuban karena meluapnya Sungai (Kali Kening), banjir di Kabupaten Pacitan setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air Sungai Grindulu di Kecamatan Arjosari, dan banjir di Kabupaten Trenggalek akibat luapan Sungai Ngasinan.

Daerah lainnya yakni banjir di Kabupaten Ponorogo di di wilayah Kecamatan Balong mengakibatan ruas jalan dan permukiman terendam, di Kabupaten Lamongan karena luapan Bengawan Solo, serta di Kabupeten Blitar akibat hujan deras hingga menyebabkan banjir, longsor dan pohon tumbang.

"BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pemberian bantuan permakanan, pendirian tenda dan lainnya juga masih dilakukan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Madiun Rugi Rp 7 Miliar karena Banjir Rendam 497 Hektare Sawah

Petani Madiun Rugi Rp 7 Miliar karena Banjir Rendam 497 Hektare Sawah

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 15:49 WIB

Tepergok Curi Speaker Masjid, Maling Nekat Terjun ke Sungai

Tepergok Curi Speaker Masjid, Maling Nekat Terjun ke Sungai

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 15:30 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Terendam Banjir, Pemerintah Diminta Audit Amdalnya

Tol Ngawi-Kertosono Terendam Banjir, Pemerintah Diminta Audit Amdalnya

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2019 | 14:37 WIB

Dramatis, Pengguna Jalan Tol Caruban Selamatkan 2 Bocah Terjebak Banjir

Dramatis, Pengguna Jalan Tol Caruban Selamatkan 2 Bocah Terjebak Banjir

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 13:13 WIB

Gerak Cepat Gubernur Khofifah Atasi Banjir di Jawa Timur

Gerak Cepat Gubernur Khofifah Atasi Banjir di Jawa Timur

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 09:03 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×