Kisah Faisol Reza, Diculik dan Disiksa Sampai Stress Dibuntuti Intel

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 14 Maret 2019 | 06:40 WIB
Kisah Faisol Reza, Diculik dan Disiksa Sampai Stress Dibuntuti Intel
Faisol Reza. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Faisol Reza, aktivis korban penculikan tahun 1998. Namun nasibnya agak beruntung dibanding dengan belasan aktivis lain yang belum jelas keberadaannya hingga saat ini. Faisol Reza merupakan satu dari 3 aktivis yang dibebaskan setelah diculik di era reformasi.

Ibunda Faisol, Marufah menuturkan berdasarkan pengakuan dari anaknya, Faisol dapat bebas kembali setelah diculik lantaran latar belakang keluarga Faisol Reza yang merupakan Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus status santri yang melekat pada Faisol Reza.

Namun begitu, Marufah mengaku khawatir saat tahu penculikan ikut menyeret Faisol Reza pada 12 Maret 1998.

"12 Maret 1998 itu dia diculik katanya dia diculik saking jauhnya nggak pernah ada berita, jarang komunikasi dengan saya. Suatu sore saya beli koran di situ tercantum Faisol Reza sama Waluyo Jati ditangkap, diculik di RS Fatmawati saya kaget karena anak saya," kata Marufah di Hotel Grand Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Saat mengetahui kabar tersebut, kekhawatiran Marufah semakin menjadi. Ia yang kala itu ingin berangkat langsung ke Jakarta mencari kabar anakanya dibenturkan dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Sisa uang yang ada di kantong Marufah hanya tinggal Rp 16 ribu

Beruntung ada seseorang yang diduga Marufah merupakan aktivis datang kepadanya dengan memberi bantuan uang Rp 1 juta untuk bekal keberangkatan Marufah ke Ibu Kota. Sebelumnya, Marufah juga mendapatkan telepon dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta yang menyatakan Faisol Reza diculik. LBH kemudian meminta Marufah untuk datang ke kantornya.

"Saya berangkat denga uang Rp 1 juta, Rp 16 ribu naik bus saya transit di Kampung Melayu. Saya ketemu dengan Johnson Panjaitan beliau bilang sama saya ibu nih dari mana? saya dari Probolinggo. Datang ke sini untuk apa? Anak saya hilang," ujar Marufah.

"Bu saya kasih tahu Indonesia dalam keadaan kacau balau, ibu datang ke Jakarta sendirian mencari anak hilang itu bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami," ucap Marufah mengulang perkataan Johnson.

Namun Marufah yang meyakini anaknya bisa kembali itu tak patah arang. Ia lantas melanjutkan perjalanannya menuju ke LBH Jakarta. Di sana ia bertemu dengan dengan sejumlah aktivis, termasuk Munir.

Setelah di LBH Jakarta, Marufah mencurahkan kekhawatiran dan ketidakberdayaannya untuk mencari anaknya Faisol Reza seorang diri kepada para aktivis. LBH Jakarta pun mengulurkan tangan mengajak Marufah untuk mencari bersama-sama keberadaan Faisol Reza dan sejumlah aktivis lain yang dikabarkan hilang diculik.

Selama satu bulan saya empat kali datang ke Jakarta. Saya dipersilakan pulang sama Munir, esok harinya Faisol Reza telepon sama saya, aku keluar, aku mau pulang," sontak Marufah merasa kaget sekaligus tenang menerima kabar kepulangan dari Faisol Reza langsung.

Marufah menawarkan diri untuk menjemput anaknya. Namun dengan alasan keamanan, Faisol Reza meminta Marufah untuk tidak menemuinya terlebih dahulu.

"Kamu mau dijemput? Saya di kereta di Surabaya ibu nggak usah nemuin saya karena saya dibuntuti intel, saya akan pulang sendiri ke rumah," kata Marufah mengulang jawaban Faisol Reza.

Marufah baru bertemu lagi dengan Faisol Reza ketika ia sampai di rumah. Bukannya senang, Marufah mengaku kaget melihat anaknya dalam keadaan lusuh, rambut yang jabrik dan penuh luka di sekujur tubuh. Namun Faisol Reza, kata Marufah, tidak pernah menceritakan apa yang menimpa dirinya tersebut.

Faisol Reza menutupi cerita penculikan dan penyekapannya kepada sang ibu. Ia hanya sedikit bercerita ke adik-adiknya, dan hal tersebut diketahui juga akhirnya oleh Marufah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!

Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:30 WIB

#KalahkanCapresPelanggarHAM, Korban Penculikan 98 Dukung Jokowi 2 Periode

#KalahkanCapresPelanggarHAM, Korban Penculikan 98 Dukung Jokowi 2 Periode

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:10 WIB

Pro Kontra Penghapusan Panggilan Kafir untuk Non Muslim

Pro Kontra Penghapusan Panggilan Kafir untuk Non Muslim

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 07:30 WIB

Guntur Romli: Sebut Orang Kafir Masuk Ujaran Kebencian

Guntur Romli: Sebut Orang Kafir Masuk Ujaran Kebencian

News | Rabu, 06 Maret 2019 | 17:24 WIB

Ulama: Penghapusan Panggilan Kafir sesuai Bahtsul Masail NU

Ulama: Penghapusan Panggilan Kafir sesuai Bahtsul Masail NU

News | Senin, 04 Maret 2019 | 08:31 WIB

Terkini

Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!

Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 00:55 WIB

Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan

Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 22:14 WIB

Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya

Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 22:04 WIB

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:33 WIB

Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion

Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:31 WIB

Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:29 WIB

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:22 WIB

Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban

Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:20 WIB

Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya

Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:14 WIB

Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba

Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:09 WIB