Pastikan Aman, KNKT: Data CVR Lion Air Tersimpan di Server Tanpa Internet

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Pastikan Aman, KNKT: Data CVR Lion Air Tersimpan di Server Tanpa Internet
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono [Suara.com/Rambiga].

Pihak-pihak yang pernah mendengarkan data CVR JT-610 hanya KNKT, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika, dan Lion Air.

Suara.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memastikan data Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 tersimpan di server KNKT yang tidak terhubung dengan internet. Dengan demikian, Soerjanto memastikan tidak akan terjadi kebocoran terkait data CVR.

"Datanya ada di server kami (KNKT) tanpa terhubung internet. Kita cuma bisa buka kalau mau evaluasi," kata Soerjanto saat jumpa pers di Gedung KNKT, Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Soerjanto menuturkan, data di dalam CVR tidak bisa sembarangan dibuka ke publik dan diberikan pada pihak lain. Menurutnya, data CVR hanya diperbolehkan dibuka ketika melakukan evaluasi.

"Boeing enggak punya (hasil data CVR), pihak lain enggak punya, yang punya data hanya kami," ucap Soerjanto.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana, Ketua KNKT sorjanto Tjahjono, Kapushidrosal Harjo Susmoro memberi keterangan saat konferensi pers penemuan Black Box Lion Air JT610 berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang telah ditemukan oleh Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I di KRI Spica-934 , perairan Tanjung Karawang di JICT, pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana, Ketua KNKT sorjanto Tjahjono, Kapushidrosal Harjo Susmoro memberi keterangan saat konferensi pers penemuan Black Box Lion Air JT610 berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang telah ditemukan oleh Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada I di KRI Spica-934 , perairan Tanjung Karawang di JICT, pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo menambahkan, pihak-pihak yang pernah mendengarkan data CVR JT-610 hanya KNKT, Federal Aviation Administration (FAA) Amerika, dan Lion Air.

Nurcahyo pun memastikan pihak-pihak tersebut tidak pernah mempublikasikan data CVR.

"Lion pernah kami beri izin dengar, namun tidak boleh bawa alat rekam, dengar saja tidak diberikan (data)," kata Nurcahyo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS