AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Iran

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 02 April 2019 | 12:42 WIB
AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (13/4/2018) [AFP].

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sanksi baru terhadap Iran, yang akan menargetkan sektor ekonomi mereka yang belum terkena sanksi sebelumnya, kata pejabat pemerintah senior Trump kepada wartawan, Senin.

Pejabat tersebut menuturkan bahwa pemerintah berencana menindaklanjuti sanksi baru saat memperingati setahun mundurnya AS dari kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia, yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Mei lalu.

"Kami hanya ingin efek menakutkan berlanjut," ujar pejabat itu seperti dikutip dari Reuters.

Trump pada Mei tahun lalu mengumumkan bahwa AS mundur dari kesepakatan internasional 2015 yang dirancang untuk menghentikan kemampuan Teheran membuat senjata nuklir. Ia juga memerintahkan agar sanksi diberlakukan kembali terhadap Iran.

Kesepakatan tersebut, yang disetujui AS, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, China dan Iran, berupaya mencegah Iran mengembangkan bom nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi yang melumpuhkan ekonomi mereka.

Pejabat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan pemerintah berharap dapat mengambil sejumlah langkah baru dalam beberapa pekan ke depan.

"Semakin banyak yang dapat kita lakukan saat peringati kesepakatan itu, semakin baik," kata dia, seraya menambahkan bahwa butuh waktu untuk memasukkan sanksi semacam itu dan Departemen Keuangan sedang mengupayakannya.

Salah satu alat yang digunakan AS termasuk sanksi impor minyak dari Iran. Washington memberikan keringanan terhadap delapan pelanggan minyak Iran, namun itu bersifat fleksibel.

Pejabat tersebut mengatakan AS bisa tidak memberikan keringanan tersebut sama sekali. "Saya rasa, itulah tujuan kita," katanya.

Mengurangi jumlah keringanan tersebut akan membatasi ekspor minyak dari Iran, produsen terbesar ke empat OPEC. AS menetapkan target sebelumnya untuk memangkas ekspor minyak Iran hingga ke level nol, dan pejabat tersebut mengatakan bahwa tujuan tersebut tidak berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicari 45 Tahun, Cincin Pernikahan Ini Nongol di Oldsmobile 98

Dicari 45 Tahun, Cincin Pernikahan Ini Nongol di Oldsmobile 98

Otomotif | Selasa, 02 April 2019 | 10:30 WIB

Meski Terpecah, Pemimpin Arab Kompak Tolak Keputusan AS Soal Golan

Meski Terpecah, Pemimpin Arab Kompak Tolak Keputusan AS Soal Golan

News | Senin, 01 April 2019 | 16:47 WIB

Amerika Serikat Siap Terbangkan Helikopter di Mars

Amerika Serikat Siap Terbangkan Helikopter di Mars

Tekno | Jum'at, 29 Maret 2019 | 18:50 WIB

AS Tuding Rusia Kerahkan Ahli Siber ke Venezuela

AS Tuding Rusia Kerahkan Ahli Siber ke Venezuela

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 08:34 WIB

Trump Tandatangani Dekrit Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Golan

Trump Tandatangani Dekrit Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Golan

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 09:25 WIB

Terkini

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:04 WIB

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:59 WIB

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap

Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:49 WIB

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:14 WIB

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB