Semprot Faldo Maldini, Budiman Sudjatmiko : Teman Saya Banyak yang Mati

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Jum'at, 05 April 2019 | 13:03 WIB
Semprot Faldo Maldini, Budiman Sudjatmiko : Teman Saya Banyak yang Mati
debat sengit antara Budiman Sudjatmiko dan Faldo Maldini (Youtube Mata Najwa)

Suara.com - Diskusi panas terjadi antara Budiman Sudjatmiko dan Faldo Maldini di program Mata Najwa: 'Debat Usai Debat', Rabu (3/4/2019), saat membahas people power, yang dijadikan Amien Rais sebagai ancaman belum lama ini.

Budiman sempat menyebutkan pengalamannya dalam kerusuhan lebih dari 20 tahun silam, di acara yang dipandu oleh Najwa Shihab itu.

Awalnya, Faldo menyebutkan bahwa people power memiliki status yang sah dalam pemerintahan demokrasi dan hanya dilarang oleh pemerintah yang otoriter.

"People power itu sah dalam demokrasi. Itu dijaga sama konstitusi. Kalau orang otoriter, penginnya itu enggak ada people yang punya power," ujar Faldo. "Yang kedua, apa yang disampaikan Pak Amien adalah revolusi tanpa darah."

Saat Faldo mengatakan hal itu, terdengar sahutan Budiman. Namun Faldo melanjutkan, "Jadi itu adalh sebuah instrumen perubahan sosial. Bang Budiman waktu itu dipenjara. Kalau enggak ada people power, enggak keluar, 2009 keluarnya. Itu kalau udah berkuasa kayak gini."

Budiman lantas memberikan jawaban, dengan menyatakan bahwa Amien Rais yang dulu berbeda dari yang sekarang.

"Amien Rais 2019 bukan Amien Rais 1998. Amien Rais 2019, Amien Rais yang ingin survive dalam politik at all costs," kata aktivis yang dulu dianggap sebagai dalang gerakan menentang Orde Baru di Peristiwa 27 Juli 1996 ini.

Selain itu, Budiman, yang dulu divonis 13 tahun penjara, juga menyebutkan bahwa people power bukan sekadar masalah istilah bahasa, seperti yang disampaikan Faldo. Menurutnya, people power tak perlu dilakukan di Indonesia saat ini.

"Dia punya konotasi politik. Ingat, people power di Filipina atau di Indonesia 1998 itu menghadapai rezim otoriter, menghadapi rezim otoriter. (Sedangkan, -red) Kita sudah disediakan ruang-ruangannya," terang Budiman.

baca juga

"Artinya apa? Kalau ada yang mengatakan people power dengan cara, itu adalah bentuk subversi dan makar terhadap demokrasi, Anda akan membuat kita dalam perpecahan, akan membuat konflik horizontal. Anda siap? Kita siap!" tegas Budiman.

Sahut-sahutan suara antara Faldo dan Budiman pun terjadi dan sulit dihentikan, hingga Najwa kewalahan.

Faldo menilai bahwa pernyataan Budiman mencerminkan sikap otoriter, sementara Budiman bersikeras menekankan bahwa people power tak perlu dilakukan, apalagi karena pengalaman pertumpahan darah yang dulu dialami Budiman membuatnya kehilangan banyak teman.

"Buat apa darah lagi? Teman saya banyak yang mati. Enggak perlu saya minta tambah satu lagi teman saya mati. Tidak usah. Jangan bermain-main dengan kata itu. Jangan. Bahaya," seru Budiman.

"Kita punya pengalaman, tapi buat apa?" lanjut Budiman, yang kemudian berhenti berbicara setelah berkali-kali diminta Najwa untuk mendengarkan argumen Faldo terlebih dahulu.

"Kalau kita ngomong begini lebih otoritarian mana? Saya Pancasila, seseorang di atas dasar negara, itu parah juga itu. Jadi gini, saya melihat ada gejala otoritarian yang sangat besar di TKN ini," balas Faldo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?

Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:49 WIB

30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!

30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:22 WIB

30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati

30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:50 WIB

Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah

Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:46 WIB

Stop Romantisasi Orde Baru: Membaca Ulang Krisis 1998

Stop Romantisasi Orde Baru: Membaca Ulang Krisis 1998

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:37 WIB

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:03 WIB

Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN

Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:01 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×