Twitwar Lucu Gus Nadir, Skakmat Sujiwo Tejo

Rendy Adrikni Sadikin | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Kamis, 18 April 2019 | 19:02 WIB
Twitwar Lucu Gus Nadir, Skakmat Sujiwo Tejo
Sujiwo Tejo dan Gus Nadir - (Instagram/@president_jancukers/@nadirsyahhosen_official)

Suara.com - Dua penulis ternama Indonenesia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir dan Sudjiwo Tedjo terlibat 'perang' kata-kata di Twitter. Twitwar yang lucu antara keduanya sampai menarik perhatian warganet.

Awalnya seorang pengguna akun @alexgufron memberi tahu Gus Nadir dan Sudjiwo Tedjo bahwa ia membeli dua buku karya mereka, dengan me-mention akun keduanya.

Sujiwo Tejo lantas berterima kasih pada @alexgufron, karena dengan membeli bukunya, @alexgufron secara tak langsung telah membantu agar dapurnya tetap berasap, alias ada uang untuk makan.

Kemudian ia menambahkan, buku Gus Nadir tak perlu dibeli, melainkan diminta saja. Menurutnya, Gus Nadir tak butuh uang dari penjualan buku karena sudah digaji Monash University di Australia, tempatnya mengajar.

"Suwun sudah membuat dapurku ngebul. Semoga IQ sampeyan ngebul pula. Itulah simbiosis MUTUALINCUK... Kalau dapur Gus Prof @na_dirs sudah diurus Monash Univ Australia. Beliau sudah ndak butuh duit dari buku. Mestinya sampeyan ndak usah beli. Minta saja. Heuheu," cuit sang budayawan, Kamis (18/4/2019).

Kalimat serupa ia sebut lagi di kicauan berikutnya. Sujiwo Tejo mengaku lebih butuh uang dari buku-buku yang ditulisnya karena ia tidak digaji oleh siapa pun.

"Betul. Buku-buku Gus Prof @na_dirs jangan dibeli. Minta gratisan saja demi bertambahnya ilmumu. Hidup beliau sebagai guru besar sudah diurus sama Monash Univ Aussie. Kalau buku-bukuku, kalian harus beli karena aku enggak ada yang nggaji. Heuheuheu," tambah Sujiwo Tejo.

Tak lama kemudian, Gus Nadir memberikan respons. Ia memberi 'serang balik' melalui sindiran menggunakan ungkapan khas yang kerap disampaikan Sujiwo Tejo sendiri.

""Menghina Tuhan tak perlu dengan umpatan dan membakar Kitabnya. Khawatir besok kamu tak bisa makan saja itu sudah menghina Tuhan."

Jangan biarkan Mbah @sudjiwotedjo menghina Tuhan. Yakinlah, tanpa membeli buku beliau, dapur beliau tetap ngebul. Heuheuheu

TTD #KiaiUjangdiNegeriKanguru," tulis Gus Nadir.

Beberapa warganet yang mengikuti twitwar Gus Nadir dan Sujiwo Tejo pun mengaku terhibur membacanya.

"Kena lu Mbah... Gus Nadir kok dilawan..." komentar @yuniwahyono.

"Asyik... Baca dua orang ber-IQ bintang sedang ngobrol," ungkap @YogaIndera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Memalukan Perdana Menteri Australia, Berbahasa China ke Orang Korea

Momen Memalukan Perdana Menteri Australia, Berbahasa China ke Orang Korea

News | Selasa, 16 April 2019 | 20:55 WIB

CEK FAKTA: WNI Pro Prabowo - Sandiaga Dilarang Nyoblos di Australia?

CEK FAKTA: WNI Pro Prabowo - Sandiaga Dilarang Nyoblos di Australia?

News | Selasa, 16 April 2019 | 15:00 WIB

Jokowi Salat Satu Saf dengan Wanita Jadi Soal, Gus Nadir Bingung

Jokowi Salat Satu Saf dengan Wanita Jadi Soal, Gus Nadir Bingung

News | Selasa, 16 April 2019 | 09:47 WIB

Mbah Moen Cium Tangan Jokowi, Kicauan Gus Nadir Bikin Terharu

Mbah Moen Cium Tangan Jokowi, Kicauan Gus Nadir Bikin Terharu

News | Senin, 15 April 2019 | 18:22 WIB

Google Wing Luncurkan Layanan Pengiriman Drone di Australia

Google Wing Luncurkan Layanan Pengiriman Drone di Australia

Tekno | Kamis, 11 April 2019 | 14:30 WIB

Terkini

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB