Ketika Difabel Mudik, Menolak Naik Kursi Roda di Stasiun Senen

Jum'at, 31 Mei 2019 | 11:43 WIB
Ketika Difabel Mudik, Menolak Naik Kursi Roda di Stasiun Senen
Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Jumat (31/5/2019) pagi sekitar pukul 09.00 WIB penumpang sudah memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Tri Laksono (50), pria penyandang disabilitas itu terus mengayuh tongkatnya hingga menuju pintu gerbang 1 keberangkatan Stasiun Pasar Senen.

Tri ialah satu dari sekitar 141 ribu penumpang yang tercatat meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman di musim mudik lebaran 2019 dari H-10 hingga H-5 hari ini.

Tri mengaku dengan keterbatasannya ia merasa terbantu dengan kemudahan akses fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola Stasiun Pasar Senen. Tri juga mengatakan sempat ditawari bantuan oleh porter untuk diantar dengan menggunakan kursi roda.

Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)
Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)

Namun, Tri menolak, karena dirinya merasa masih bisa untuk berjalan sendiri dengan tongkatnya.

"Fasilitasnya baik kok, saya sebagai penyandang disabilitas sangat terbantu. Tadi juga sempat ditawari naik kursi roda tapi saya menolak karena saya masih bisa. Intinya saya sih nggak merasa kesulitan lah," kata Tri.

Menurut pengakuan Tri, dia sudah 13 tahun merantau ke Cibinong, Bogor. Di sana Tri bersama istrinya membuka usaha warung makan.

Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)
Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)

Keputusan itu harus diambilnya ketika gempa berkekuatan 5,9 skala richter mengguncang Jogjakarta pada 2006. Secara tidak langsung hal itupun turut berdampak kepada perekonomian keluarga. Sejak itulah Tri dan istri merantau ke Cibinong dan membuka usaha warung makan.

"Sudah lama bukan warungnya, pokoknya pas gempa Jogja tahun 2006 itu lah," ucapnya.

Di mudik lebaran tahun ini selain bersama sang istri dia juga didampingi oleh satu orang anak laki-lakinya Bagus (25). Bagus kata Tri, sengaja datang ke Bogor untuk menjemput dirinya.

Baca Juga: Ribuan Pemudik Cicipi Kemewahan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak

Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)
Disabilitas mudik. (Suara.com/Yasir)

Tri mengaku tak ada oleh-oleh istimewa yang hendak dibawa dari perantauannya ke kampung halaman. Tri mengatakan hanya membawa beberapa baju untuk keluarga dan cucunya di kampung.

"Nggak bawa apa-apa cuma baju aja titipan cucu," ucapannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI