Mustasyar PBNU Tegaskan Khilafah Bukan Ditolak, Tetapi Tertolak Kesepakatan

Chandra Iswinarno

Rabu, 19 Juni 2019 | 19:06 WIB
Mustasyar PBNU Tegaskan Khilafah Bukan Ditolak, Tetapi Tertolak Kesepakatan
KH Maruf Amin. [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyatakan sistem khilafah tidak bisa diterapkan pada negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maruf menegaskan khilafah bukan lagi ditolak, melainkan telah tertolak dari Sistem Pemerintahan Indonesia yang disepakati saat kemerdekaan 1945.

"Saya bilang khilafah bukan ditolak tapi tertolak, karena menyalahi kesepakatan," katanya usai menghadiri halal bihalal warga Nahdliyin di Hotel Po Semarang pada Rabu, (19/6/2019).

Menurut cawapres nomor urut 01 tersebut, sistem khilafah juga tidak akan bisa berkembang di Indonesia. Meski sistem islami, tapi telah tertolak oleh kesepakatan para leluhur pendiri Republik Indonesia yang berdasar Pancasila.

"Sistem lainnya juga islami, ada kerajaan, keamiran, dan republik seperti yang diadopsi Indonesia merupakan sistem pemerintahan islami," bebernya.

"Sistem Republik di Indonesia juga islami, hanya saja sudah melalui kesepakatan tadi, Pancasila. Jangan sampai ada yang merongrong kesepakatan itu dengan berbagai kedok," tandasnya kembali.

Karenanya, Maruf Amin meminta kepada warga Nahdliyin (NU) untuk menjaga NKRI baik dari agama maupun kedaulatan negara.

"Jangan sampai paham-paham yang menyeleweng, intoleran, dan bersifat ego kelompok berkembang di Indonesia. Paham NU itu paham moderat, rahmatan lil alamin, kita sebut ahlus sunnah wal jamaah," terangnya.

Sesuai kesepakatan NKRI, warga Nahdliyin juga berkewajiban menjaga Tanah Air dari gerakan-gerakan ekstrim yang ingin mengubah sistem pemerintahan Pancasila.

baca juga

"Pancasila itu kalimatun sawa, titik temu. Dengan Pancasila maka bersatulah semua golongan dan terbentuklah NKRI," tuturnya.

Selain itu, guna melanggengkan Pancasila dan makmurkan NKRI peran Nahdliyin bisa melakukan gerakan pemberdayaan umat. Termasuk membangun kerjasama dengan kelompok lain atas dasar kemanfaatan bersama-sama.

"Jangan sampai Indonesia dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok-kelompok tertentu. NU harus melakukan pemberdayaan ekonomi umat. NU itu bagian umat yang belum tersejahterakan," tukasnya.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhan Ryamizard: Kalau Mindset Kita Khilafah, Selesai Negara Ini

Menhan Ryamizard: Kalau Mindset Kita Khilafah, Selesai Negara Ini

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 14:52 WIB

Geger Bendera Tauhid, Boni: HTI Goyang NU Guna Dirikan Khilafah

Geger Bendera Tauhid, Boni: HTI Goyang NU Guna Dirikan Khilafah

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 20:46 WIB

Dicatut Dalam Spanduk Sistem Khilafah, PKS Depok Lapor Polisi

Dicatut Dalam Spanduk Sistem Khilafah, PKS Depok Lapor Polisi

News | Senin, 10 September 2018 | 21:25 WIB

Terkini

Istri Bunuh Suami di OKI, Terungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Anton Tewas

Istri Bunuh Suami di OKI, Terungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Anton Tewas

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 17:10 WIB

Tak Cuma Patok Fee Proyek, Bupati Bolmut Juga Diduga Ploting Pemenang Proyek

Tak Cuma Patok Fee Proyek, Bupati Bolmut Juga Diduga Ploting Pemenang Proyek

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:09 WIB

Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan

Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan

Sulsel | Selasa, 22 September 2026 | 17:09 WIB

Stoikisme: Tetap Peduli Sesama tanpa Terjebak dalam Kecemasan, Apakah Bisa?

Stoikisme: Tetap Peduli Sesama tanpa Terjebak dalam Kecemasan, Apakah Bisa?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:05 WIB

5 Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam Mengandung Niacinamide

5 Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam Mengandung Niacinamide

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:05 WIB

Desil Penyandang Disabilitas Naik ke 6-10, Pertuni Khawatir Bantuan Hilang

Desil Penyandang Disabilitas Naik ke 6-10, Pertuni Khawatir Bantuan Hilang

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:01 WIB

Apakah Boleh Memasukkan Makanan Panas Langsung ke Dalam Kulkas? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Memasukkan Makanan Panas Langsung ke Dalam Kulkas? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!

Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi

El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

Compang-camping Disikat Maling! JPO Kyai Maja Dekat Kantor Kejagung Ditutup Sementara

Compang-camping Disikat Maling! JPO Kyai Maja Dekat Kantor Kejagung Ditutup Sementara

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:59 WIB

×