Jaringan Perbudakan Terbesar di Inggris Terbongkar, 8 Orang Dipenjara

Bangun Santoso

Minggu, 07 Juli 2019 | 08:11 WIB
Jaringan Perbudakan Terbesar di Inggris Terbongkar, 8 Orang Dipenjara
Ilustrasi perbudakan (Shutterstock).

Suara.com - Satu pengadilan Inggris telah menjebloskan delapan pemimpin komplotan yang memperdagangkan ratusan warga negara Polandia sebagai budak dalam penuntutan perbudakan modern yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata pihak berwenang pada Jumat pekan ini.

Komplotan itu memikat para korbannya untuk pergi ke Inggris dengan janji palsu bahwa mereka akan memperoleh pekerjaan dengan upah yang menarik dan memperoleh penginapan, hanya untuk memaksa bekerja sepanjang hari dengan upah rendah. Mereka yang berusaha kabur disiksa atau diancam, kata pihak berwenang.

Pengadilan itu menjatuhkan hukuman terhadap lima orang lain awal tahun ini atas dakwaan serupa. Hukuman mereka berkisar antara tiga hingga 11 tahun.

"Ini merupakan penuntutan terkait perbudakan modern terbesar di Kerajaan Inggris dan mungkin di Eropa," kata Mark Paul dari CPS West Midlands dalam satu pernyataan.

"Skala operasi itu benar-benar mengejutkan, dengan jutaan pound dijaring oleh kelompok kejahatan sebagai hasil dari eksploitasi mereka yang sistematis terhadap anggota masyarakat Polandia yang rentan," katanya.

Banyak yang jadi mangsa karena mereka putus asa tak memperoleh pekerjaan, tunawisma atau kecanduan obat terlarang.

Dikatakannya, para korban ditampung berdesak-desakan, kondisi yang mengenaskan dan dibayar sebesar 10 pound atau setara 13 dolar per minggu.

Polisi setempat mulai melakukan investigasi ketika badan amal anti perbudakan Hope for Justice melihat peningkatan jumlah orang Polandia yang datang dan melaporkan kepada pihak berwenang.

Menurut CPS, para majikan hidup dan menghasilkan lebih dari dua juta pound dengan melakukan hal-hal seperti menahan upah dan memaksa korban mereka untuk mengklaim tunjangan pemerintah sebelum menahan uang sendiri.

baca juga

"Komplotan itu tidak hanya mengambil uang para korban tetapi juga mencabut kebebasan mereka, menggunakan ancaman dan kekerasan untuk menakut-nakuti mereka dan mengendalikan hidup mereka," kata Paul.

Dia mengatakan apa yang terjadi di Inggris itu mengagetkan dan berharap pengakuan-pengakuan tersebut akan membantu menyingkap masalah dan berusaha memerangi perbudakan modern.

Inggris menjadi rumah bagi sedikitnya 136.000 budak modern, menurut indeks Global Slavery yang dikeluarkan kelompok hak asasi manusia Walk Free Foundation, banyak yang bekerja di sektor bisnis mulai dari bar, pencucian mobil dan ladang. (Reuters/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

81 ABK Asing di Taiwan Alami Perbudakan

81 ABK Asing di Taiwan Alami Perbudakan

News | Jum'at, 27 Mei 2016 | 02:00 WIB

Polisi Bidik Belasan Tersangka Baru Kasus Perbudakan Benjina

Polisi Bidik Belasan Tersangka Baru Kasus Perbudakan Benjina

News | Rabu, 13 Mei 2015 | 17:33 WIB

India Perbolehkan Anak di Bawah Umur Bekerja

India Perbolehkan Anak di Bawah Umur Bekerja

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 06:00 WIB

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Perbudakan Benjina

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Perbudakan Benjina

News | Selasa, 12 Mei 2015 | 15:53 WIB

Imigrasi Tual Akan Deportasi 58 ABK Asal Kamboja

Imigrasi Tual Akan Deportasi 58 ABK Asal Kamboja

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 21:41 WIB

Terkini

TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:03 WIB

Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah

Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:35 WIB

Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara

Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:07 WIB

50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:03 WIB

Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN

Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:44 WIB

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:08 WIB

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:05 WIB

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:33 WIB

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:27 WIB

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

×