Aceh Hujan Es, Begini Penjelasan dari BMKG

Pebriansyah Ariefana

Senin, 08 Juli 2019 | 20:39 WIB
Aceh Hujan Es, Begini Penjelasan dari BMKG
Aceh hujan es. (Antara)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mencatat fenomena turunnya hujan es bisa saja terjadi di satu wilayah, termasuk Aceh. Meski pada saat yang sama di kawasan sekitarnya sedang musim kemarau yang memungkinkan kebakaran hutan dan lahan.

Fenomena langka berupa hujan es berukuran sebesar gundu telah melanda wilayah dataran tinggi di Aceh yakni pada lima desa dari total 10 desa di Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019) siang.

"Ada dua kejadian kemarin saling bertolak belakang, seperti di Aceh Tengah ada hujan es dan di tempat lain timbulnya titik panas," ucap Kepada Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Senin (8/7/2019).

Fenomena ini memang sangat jarang terjadi. Tetapi bukan suatu hal yang tidak mungkin, mengingat wilayah Aceh Tengah merupakan salah satu daerah dataran tinggi wilayah tengah di Aceh.

"Sangat lazim terjadi hujan es pada satu wilayah dataran tinggi akibat sering mengalami hujan yang bersifat sangat lokal di satu tempat, sedangkan di tempat lain panas terik melanda," kata dia.

"Hujan es biasanya terjadi di satu daerah yang bersifat lokal dan dengan durasi singkat, yakni berkisar antara 7 - 12 menit saja," lanjut dia.

Syarat terjadi hujan es hampir mirip dengan angin kencang puting beliung akibat adanya awan Cumulonimbus (Cb), sehingga kedua fenomena alam ini sangat sulit diprediksi.

Tetapi syarat utama hujan es harus memiliki dasar awan Cb yang sangat rendah di lapisan atmosfer dengan permukaan tanah, dan lapisan paling bawah awan ini memiliki suhu udara sangat dingin.

"Kristal-kristal es ini yang mulai jatuh sebagai hujan, karena dorongan angin kencang dari lapisan awan Cb. Kristal itu tidak sempat mencair akibat di lapisan bawah permukaan awan Cb juga dingin, sehingga butir-butir es tersebut jatuh ke permukaan tanah," jelasnya.

baca juga

Semmentara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan, fenomena hujan es berukuran sebesar gundu melanda di lima desa dari total 10 desa di Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah.

Peristiwa yang termasuk jarang ini berlangsung secara singkat. Terjadi cuma sekitar 10 menit, mulai pukul 14.15 WIB hingga 14.25 WIB.

"Ketika hujan es berlangsung, keadaan cuaca tengah terik-teriknya akibat musim kemarau di Aceh," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Kemarau Ekstrem, Kementan Buat Posko Mitigasi Kekeringan

Musim Kemarau Ekstrem, Kementan Buat Posko Mitigasi Kekeringan

Bisnis | Senin, 08 Juli 2019 | 12:55 WIB

BMKG: Gempa Magnitodo 7,0 di Maluku Utara Jenis Dangkal

BMKG: Gempa Magnitodo 7,0 di Maluku Utara Jenis Dangkal

News | Senin, 08 Juli 2019 | 09:29 WIB

Ada Enam Kali Gempa Susulan Setelah Gempa Magnitudo 7,1 di Sulut dan Maluku

Ada Enam Kali Gempa Susulan Setelah Gempa Magnitudo 7,1 di Sulut dan Maluku

News | Senin, 08 Juli 2019 | 00:15 WIB

Diguncang Gempa, BMKG: Masyarakat Ternate Hindari Daerah Pantai

Diguncang Gempa, BMKG: Masyarakat Ternate Hindari Daerah Pantai

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 23:55 WIB

Wali Kota Bitung: Warga Jangan Panik, Gempa Ternate Sudah Menurun

Wali Kota Bitung: Warga Jangan Panik, Gempa Ternate Sudah Menurun

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 23:52 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×