Kadis LH Sebut Hujan Buatan untuk Atasi Polusi Baru Berupa Saran

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 09 Juli 2019 | 22:24 WIB
Kadis LH Sebut Hujan Buatan untuk Atasi Polusi Baru Berupa Saran
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Andono Warih mengaku akan mempertimbangkan hujan buatan untuk mengatasi masalah polusi udara di Jakarta. Namun, menurutnya hujan buatan masih berupa saran dari berbagai pihak.

Andono mengatakan akan melibatkan ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengatasi masalah polusi udara dengan hujan buatan. 

"Untuk hujan buatan itu memang dari ahli-ahli di BPPT dan BMKG kan bisa menjadi opsi untuk memperbaiki udara," ujar Andono saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).

Hujan buatan disebut Andono bisa menjadi solusi mengatasi polusi udara. Data dari Dinas DLH disebutnya saat sedang musim hujan, kondisi udara di Jakarta lebih baik dari pada musim kemarau.

"Data dari dinas LH menyimpulkan udara pada saat musim hujan itu lebih bersih daripada ketika musim kemarau," jelas Andono.

Namun,ia menganggap yang menjadi sumber masalah dari polusi udara di Jakarta adalah mengenai penggunaan kendaraan. Ia meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum.

"Kita semua tahu sumbernya dari kendaraan bermotor, maka untuk membersihkan, kurangilah penggunaan kendaraan bermotornya," pungkasnya.

Sebelumnya, BPPT sudah mengeluarkan keterangan pers terkait rencana penerapan hujan buatan untuk mengatasi polusi udara di Jakarta. Dalam keterangan itu, BPPT menyebut rencana itu sudah disetujui oleh Anies selaku Gubernur DKI.

"TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau, dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur (15/7)," ujar Kepala BPPT Hammam Riza, dalam keterangannya, Kamis (4/7/2019).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DLH DKI Gelar Uji Emisi, Bestari: Telat Banget

DLH DKI Gelar Uji Emisi, Bestari: Telat Banget

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 21:00 WIB

Istana: Udara Jakarta Kotor Kenapa Jokowi yang Digugat?

Istana: Udara Jakarta Kotor Kenapa Jokowi yang Digugat?

News | Senin, 08 Juli 2019 | 21:44 WIB

Jabar Digugat Koalisi Warga Jakarta Soal Polusi, Ini Jawaban Ridwan Kamil

Jabar Digugat Koalisi Warga Jakarta Soal Polusi, Ini Jawaban Ridwan Kamil

News | Sabtu, 06 Juli 2019 | 12:45 WIB

Beda Modifikasi Cuaca untuk Polusi Udara Jakarta dan Kebakaran Hutan

Beda Modifikasi Cuaca untuk Polusi Udara Jakarta dan Kebakaran Hutan

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 13:40 WIB

Bersejarah! Indonesia Modifikasi Cuaca untuk Atasi Pencemaran Udara Jakarta

Bersejarah! Indonesia Modifikasi Cuaca untuk Atasi Pencemaran Udara Jakarta

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 13:23 WIB

Terkini

Cuaca Panas dan El Nino Jadi Berkah bagi Industri Minuman

Cuaca Panas dan El Nino Jadi Berkah bagi Industri Minuman

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Mahasiswa Trisakti Tuntut Evaluasi Total Satgas PKH yang Hobi Pamer Duit Sitaan, Ini Alasannya

Mahasiswa Trisakti Tuntut Evaluasi Total Satgas PKH yang Hobi Pamer Duit Sitaan, Ini Alasannya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×