Kemensos Kasih Makan Pencari Suaka Kebon Sirih, Fokus ke Anak-anak

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 11 Juli 2019 | 13:34 WIB
Kemensos Kasih Makan Pencari Suaka Kebon Sirih, Fokus ke Anak-anak
Para pencari suaka beraktivitas di trotoar sekitar Gedung Menara Ravindo, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (4/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Kementerian Sosial atau Kemensos memberikan makan ke pencari suaka Kebon Sirih yang mengungsi ke Islamic Centre di Jakarta Utara dan Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih. Kemensos memberikan bantuan logistik dan pendampingan psikososial bagi pencari suaka.

Semula mereka menempati trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dan kemudian sebagian dipindahkan ke Islamic Centre di Jakarta Utara dan Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih.

"Kita sudah turun yaitu tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) dan dari Direktorat Rehabilitasi Sosial," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto mengatakan, Indonesia sebagai negara yang ketempatan pencari suaka asal Afghanistan dan beberapa negara lainnya akan memberikan pelayanan kemanusiaan.

"Kita akan rawat mereka, terutama yang menjadi fokus kita adalah anak-anaknya, yang kita beri pelayanan sebatas regulasi yang ditetapkan. Sakti Peksos juga sudah turun untuk menangani psikososial anak-anak mereka," tambah Edi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, tim PSKBS Kementerian Sosial sudah turun bersama tim Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memantau pemindahan para pencari suaka ke gedung DPRD DKI Jakarta dan Islamic Centre.

"Kami memberikan dukungan bantuan permakanan sesuai permintaan Dinsos," kata Harry Hikmat.

Sebanyak 241 orang pencari suaka dari negara seperti Somalia, Sudan dan Afghanistan menempati trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat di depan dan seberang kantor Badan PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) Kebon Sirih sejak sepekan terakhir.

Sampai Kamis (11/7/2019), sebagian pencari suaka masih berkumpul di trotoar itu, duduk beralas kardus atau terpal. Ada juga yang memasang tenda. Indonesia hanya menjadi tempat transit sementara bagi mereka sebelum UNHCR menentukan negara ketiga yang akan menampung mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencari Suaka di Kebon Sirih, DMI: Sudah Ditangani Imigrasi dan Kemensos

Pencari Suaka di Kebon Sirih, DMI: Sudah Ditangani Imigrasi dan Kemensos

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 22:02 WIB

Tanpa Anies, Sekda DKI Rapat Tertutup Pindahkan Pencari Suaka Kebon Sirih

Tanpa Anies, Sekda DKI Rapat Tertutup Pindahkan Pencari Suaka Kebon Sirih

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 15:29 WIB

Imigran Menggelandang di Kebon Sirih, Warga: Paham Aturan, Enggak Ribut

Imigran Menggelandang di Kebon Sirih, Warga: Paham Aturan, Enggak Ribut

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 14:58 WIB

Baru Janji, Pencari Suaka di Kebon Sirih Belum Dipindah, Masih di Jalan

Baru Janji, Pencari Suaka di Kebon Sirih Belum Dipindah, Masih di Jalan

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 14:01 WIB

Intip Lokasi Penampungan Imigran Kebon Sirih di Jakarta Islamic Center

Intip Lokasi Penampungan Imigran Kebon Sirih di Jakarta Islamic Center

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 13:29 WIB

Terkini

Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo

Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

Legislatif Jadi Sorotan: Kepatuhan LHKPN Baru 55 Persen, KPK Ingatkan Keteladanan Wakil Rakyat

Legislatif Jadi Sorotan: Kepatuhan LHKPN Baru 55 Persen, KPK Ingatkan Keteladanan Wakil Rakyat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta

Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:06 WIB

Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo

Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:00 WIB

Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap

Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:46 WIB

ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?

ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:41 WIB

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:37 WIB

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:35 WIB