Demokrat: Narasi Prabowo-Sandiaga Overdosis Politik Identitas Tanpa Visi

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 15 Juli 2019 | 09:05 WIB
Demokrat: Narasi Prabowo-Sandiaga Overdosis Politik Identitas Tanpa Visi
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Kamis (27/6). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean buka-bukaan mengenai cara berkampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres dalam Pilpres 2019. Menurut Ferdinand Hutahaean, selama proses Pilpres 2019 berlangsung, tim Prabowo-Sandiaga terlalu banyak membangun narasi politik identitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Ferdinand Hutahaean sendiri mengaku tidak mengetahui program apa yang akan diberikan oleh Prabowo-Sandi jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

Ferdinand Hutahaean juga membandingkan cara berkampanye yang diberikan oleh rivalnya capres nomor urut o1 Jokowi-Maruf. Menurut Ferdinand Hutahaean, Jokowi-Maruf sukses memberikan banyak program dan janji yang jelas.

"Dulu saya pernah sampaikan, bahwa saya yang di depan dalam penggalangan opini publik belum tahu apa yang akan diberikan oleh 02 kepada rakyat, sementara 01 memberi banyak program dan janji," kata Ferdinand Hutahaean seperti dikutip Suara.com, Senin (15/7/2019).

Ferdinand Hutahaean menilai bila Prabowo-Sandi terlalu banyak membangun narasi politik identitas tanpa dibarengi dengan visi yang jelas untuk membangun negeri. Kini, narasi yang dibangun tersebut justru menimbulkan residu politik yang semakin membesar.

"Mengapa saya sampaikan? Karena narasi 02 overdosis politik identitas tanpa visi jelas. Sekarang residunya membesar," ungkap Ferdinand Hutahaean.

Terkait besarnya residu politik juga pernah disampaikan oleh eks Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebagai solusi, Dahnil Anzar mengusulkan pemerintah untuk memulangkan pentolan FPI Rizieq Shihab kembali ke Indonesia untuk mengurangi residu politik yang ditimbulkan dari Pilpres.

"Membuka 'pintu' kepulangan Habib Rizieq bisa meminimalisasi residu dendam politik di masa yang akan datang," kata Dahnil Anzar dalam cuitannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ruhut Sitompul Ngevlog di Pulau Reklamasi: Terkaget-kaget Aku

Ruhut Sitompul Ngevlog di Pulau Reklamasi: Terkaget-kaget Aku

News | Jum'at, 12 Juli 2019 | 10:09 WIB

Demokrat Desak 2 Komisioner KPU yang Dicopot Mengundurkan Diri

Demokrat Desak 2 Komisioner KPU yang Dicopot Mengundurkan Diri

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 22:53 WIB

Rizieq Didenda Overstay Saudi, Yunarto: Mohon Dibantu Prabowo - Sandiaga

Rizieq Didenda Overstay Saudi, Yunarto: Mohon Dibantu Prabowo - Sandiaga

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 16:37 WIB

Terkini

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB