Berikan Penghargaan, JK Sempat Kritik Penggunaan Bahasa Sansekerta

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 17 Juli 2019 | 14:32 WIB
Berikan Penghargaan, JK Sempat Kritik Penggunaan Bahasa Sansekerta
Wapres Jusuf Kalla berikan penghargaan ke pemerintah dan kepala daerah. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan kepala daerah dalam acara peresmian kegiatan Indonesia International Smart City and Forum 2019. Dalam kesempatan itu, JK sempat melayangkan kritik terhadap penggunaan bahasa sansekerta yang disematkan pada penghargaan tersebut.

Penghargaan itu dinamai Samkaryanugraha Parasamya Purnanugraha dan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha. JK sempat mengungkapkan kesulitannya saat menyebutkan nama penghargaan tersebut.

"Susah sekali menyebutkannya," kata JK dalam sambutannya pada acara yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Dalam acara itu, JK sempat meminta Mendagri Tjahjo Kumolo untuk mengevaluasi terkait dengan penggunaan bahasa yang menurutnya jadul alias zaman dahulu. Padahal menurutnya bahasa Indonesia juga baik untuk digunakan dalam setiap penghargaan.

JK juga menilai kalau tidak semua orang dapat menyebut bahasa sansekerta dengan baik kalau tidak membacanya atau menghapalnya. Apalagi banyak juga masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui terkait arti dari bahasa sansekerta itu sendiri.

"Ini Pak menteri harus dievaluasi kembali istilah-istilah ini. Karena pasti tidak ada yang hafal istilah-istilah ini, saya musti catat untuk mendapatkan ini," ujar JK.

"Jadi minta maaf ini zaman dulu dibuat istilah-istilah ini, sekarang kita harus memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar dan indah gitu kan," sambungnya.

Sebelumnya JK sempat memberikan penghargaan kepada masing-masing pemenang dari dua kategori yakni pemerintah daerah dan kepala daerah. Penghargaan itu telah disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 TK Tahun 2019.

"Saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan apresiasi kepada saudara bupati, wali kota dan gubernur yang pada pagi hari ini mendapat penghargaan Samkaryanugraha Parasamya Purnanugraha dan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha," tandasnya.

Berikut daftar pemerintah daerah dan kepala daerah yang mendapatkan penghargaan:

Kategori Pemerintah Daerah

1. Pemkab Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah
2. Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur
3. Pemkab Kuningan, Provinsi Jawa Barat
4. Pemkot Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
5. Pemkot Gorontalo, Provinsi Gorontalo

1. Gubernur NTB Periode 2013-2018, Tuan Guru M. Zainul Majdi
2. Bupati Bintan Kepri, Haji Apri Sujadi
3. Bupati Kabuato Provinsi Gorontalo Haji Syarif Muinga
4. Wali Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Firdaus, ST, MT
5. Wali Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat, Ir Ajay Priatna
6. Wali Kota Denpasar Bali Ida Bagus Rai Darma Wijaya Mantra
7. Wali Kota Madiun Jawa Timur, Sugeng Isbianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres JK Minta Pengeras Suara Masjid Diperbaiki untuk Meningkatkan Ibadah

Wapres JK Minta Pengeras Suara Masjid Diperbaiki untuk Meningkatkan Ibadah

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 11:25 WIB

Wapres JK dan Ma'ruf Amin Hadiri Milad ke-47 DMI

Wapres JK dan Ma'ruf Amin Hadiri Milad ke-47 DMI

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 09:44 WIB

Yusril Usul Amnesti dan Abolisi untuk Tersangka Makar, Ini Tanggapan JK

Yusril Usul Amnesti dan Abolisi untuk Tersangka Makar, Ini Tanggapan JK

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 20:42 WIB

Nadiem Makarim Pamer Gojek Rambah Negara Lain di Depan JK

Nadiem Makarim Pamer Gojek Rambah Negara Lain di Depan JK

Bisnis | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:06 WIB

Prabowo Sampaikan ke JK, Ingin Pulangkan Habib Rizieq ke Indonesia

Prabowo Sampaikan ke JK, Ingin Pulangkan Habib Rizieq ke Indonesia

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 08:06 WIB

Terkini

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:05 WIB

Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo  Trump, Menkomdigi Buka Suara

Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:04 WIB

Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya:  Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!

Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:49 WIB

Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun

Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:46 WIB

Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial

Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:33 WIB