Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan, Debat Doa 02 Tak Terkabul hingga Sunat

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 23 Juli 2019 | 18:16 WIB
Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan, Debat Doa 02 Tak Terkabul hingga Sunat
Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir (Twitter)

Suara.com - Ani Hasibuan, dokter yang sempat viral terkait kasus kematian ratusan petugas KPPS meradang melihat cuitan Rais Syuriah PCINU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir yang menyinggung tentang doa.

Awalnya, melalui akun Twitter @na_dirs, Gus Nadir membuat cuitan mengenai seseorang yang bertanya kepadanya penyebab doa ulama pendukung 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak dikabulkan Allah. Gus Nadir memberikan penjelasan singkat atas pertanyaan tersebut.

"Gus, kenapa doa ulama pendukung 02 tidak dikabulkan Allah? Padahal katanya sudah konsultasi ke wali yg kasyaf. Gimana penjelasannya?" kata Gus Nadir seperti dikutip Suara.com, Selasa (23/7/2019).

"Doa mereka tidak ditolak Allah, bahkan diterima Allah dlam bentuk diberi sesuatu yang lebih baik. Itulah kasih sayang Allah. Makanya 01 menang," imbuh Gus Nadir.

Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan soal doa 02 yang tak terkabul (Twitter)
Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan soal doa 02 yang tak terkabul (Twitter)

Melihat cuitan Gus Nadir itu, Ani Hasibuan tak terima. Ani Hasibuan menyindir bila Gus Nadir sebagai seorang profesor bersikap tidak objektif.

"Dalam perlawanan kafir Quraisy yang keras, Allah memerintahkan Rasulullah pergi ke Thaif. Beliau brharap Bani Tsaqib menerima Islam sehingga kedudukan muslimin lebih kuat. Tapi di Thaif, beliau ditolak, dicaci dan dihina. Apakah artinya itu Allah menolak doa Rasulullah? Objektiflah, professor kan?" balas Ani Hasibuan.

Cuitan tersebut dibalas oleh Gus Nadir. Ia menduga Ani Hasibuan salah memahami cuitannya, sebab dalam cuitannya ia tidak menyebut bila doa dari pendukung 02 ditolak.

"Bu dokter @tondimuh9 apa saya bicara soal doa ulama 02 ditolak Allah? Coba baca lagi baik-baik. Justru saya bilang doa ulama 02 diterima Allah dalam bentuk yang lebih baik. Lagipula ke Thaif itu doa Rasul diterima: “beri petunjuk karena mereka tidak tahu” Putusan Allah pasti terbaik. Yakin gak?" ungkap Gus Nadir.

Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan soal doa 02 tak dikabulkan (Twitter)
Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan soal doa 02 tak dikabulkan (Twitter)

Ani Hasibuan memberikan pembelaan. Ia menyebut bila Gus Nadir sekalipun tak memiliki kapasitas untuk memutuskan apakah doa seseorang diterima atau ditolak.

"Professor, poin saya, bapak dan saya, dan semua manusia, tidak punya kapasitas memutuskan apakah doa seseorang dterima atau ditolak, hanya karena mata kita melihat dan akal kita berpikir tentang sesuatu. We are so limited, dibatasi ruang dan waktu. Karena itu saya kasih contoh kisah Rasulullah di Thaif. Tabik," balas Ani Hasibuan.

Cuitan Ani Hasibuan dibanjiri komentar warganet yang menilai ia sudah salah memahamicuitan Gus Nadir.

Salah satu warganet @maklambeturah ikut mengomentari hingga dibalas oleh Ani Hasibuan mengenai polemik sunat pada laki-laki.

"Itu juga bukan. Contoh sederhana, apakah sirkumsisi diwajibkan untuk menghindari kanker penis? Pastinya bukan karena itu. Later you find bahwa orang yang disirkum berkurang risiko kanker penis itu sebagian hikmah yang bisa diambil. Apa alasan Allah? No one knows. Jadi the key jangan masuki wilayah ilahi," tegas Ani Hasibuan.

Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan soal doa 02 tak dikabulkan (Twitter)
Twitwar Gus Nadir dan Ani Hasibuan soal doa 02 tak dikabulkan (Twitter)

Perdebatan antara Ani Hasibuan dengan warganet lain semakin memanas. Gus Nadir akhirnya muncul dan menolak melayani debat kusir dengan Ani Hasibuan.

"Saya give up deh bu dokter @tondimuh9 makin gak jelas apa yang anda mau bahas itu. Bukan level saya meladeni debat kusir gak tentu arah. Levelnya @maklambeturah aja anda gak sampai," pungkas Gus Nadir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Didoakan Dapat Bencana, Gus Nadir: Alhamdulillah Saya Baik-baik Saja

Sempat Didoakan Dapat Bencana, Gus Nadir: Alhamdulillah Saya Baik-baik Saja

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 13:17 WIB

Gus Nadir Cerita Pengalaman Naik Taksol di Malaysia, Warganet Sindir Polisi

Gus Nadir Cerita Pengalaman Naik Taksol di Malaysia, Warganet Sindir Polisi

Otomotif | Sabtu, 20 Juli 2019 | 17:39 WIB

Ketua PA 212: Prabowo - Sandi Alat Kita, Kalau Sudah Rusak Cari yang Lain

Ketua PA 212: Prabowo - Sandi Alat Kita, Kalau Sudah Rusak Cari yang Lain

News | Senin, 15 Juli 2019 | 13:32 WIB

Residu Politik Identitas Besar, Demokrat: Prabowo-Sandi Harus Tanggungjawab

Residu Politik Identitas Besar, Demokrat: Prabowo-Sandi Harus Tanggungjawab

News | Senin, 15 Juli 2019 | 09:23 WIB

Terkini

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB