Disoal KPAI, Yasonna Sebut Grasi Jokowi ke Predator Anak Alasan Kemanusiaan

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 24 Juli 2019 | 17:08 WIB
Disoal KPAI, Yasonna Sebut Grasi Jokowi ke Predator Anak Alasan Kemanusiaan
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/6). [Suara.com/Arief Hermawan P]  

Suara.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Neil Bantleman, eks guru Jakarta International School (JIS) karena alasan kemanusiaan. Alasan itu dibeberkan Yasonna guna merespons KPAI yang sudah melayangkan surat kepada Kemenkumham.

Menurut Yasonna, pemberian grasi kepada Neil sudah sesuai prosedur. Satu yang menjadi alasan grasi tersebut diberikan yakni pertimbangan kemanusiaan.

Selain dari itu, Yasonna tak memberi tanggapan lebih lanjut soal pemberian grasi untuk Neil yang menjadi sorotan.

"Itu sudah diproses, dia sudah menjalani sepertiga masa hukumannya. Maka alasan kemanusiaan ini diberikan," ucap Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengungkapkan, KPAI telah melayangkan surat kepada Kemenkumham terkait pemberian grasi oleh Presiden Jokowi kepada Neil Bantleman terkait kasus sodomi di JIS.

Retno menyayangkan pemberian grasi tersebut di tengah jumlah kasus kekerasan seksual anak terus meningkat.

"Sangat disayangkan memberian grasi. Namun kami juga sedang berkoordinasi dengan kementerian terkait," katanya saat ditemui dalam acara Diskusi PR Pendidikan di Hari Anak di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Retno, pemberian grasi oleh Presiden Jokowi merupakan buah dari pertimbangan beberapa pihak terkait, di antaranya Kementerian Hukum dan HAM.
"Artinya Presiden pertimbangan yang sudah dibuatkan, dipelajari dan kemudian diterima akhrinya terjadi (pemberian grasi)," imbuhnya.

Ia berharap pemberian grasi kepada Neil Bantleman dapat dijadikan pembelajaran agar nantinya, pelaku kejahatan seksual kepada anak tidak lepas dari hukum begitu saja.

baca juga

"Kami ingin ini jadi momentum pembelajaran agar pelaku kekerasan seksual terhadap anak, predator anak, harus dihukum berat dan sebaiknya tidak mendapatkan grasi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaksa Kasus Kekerasan Seks JIS Siap Layani Banding

Jaksa Kasus Kekerasan Seks JIS Siap Layani Banding

News | Senin, 22 Desember 2014 | 18:33 WIB

22 Desember, Vonis Kasus Dugaan Sodomi di JIS

22 Desember, Vonis Kasus Dugaan Sodomi di JIS

News | Jum'at, 19 Desember 2014 | 13:58 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×